Telkom Catatkan Pendapatan Rp19,5 Triliun

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) mencatatkan total pendapatan pada kuartal pertama 2013 mencapai Rp19,5 triliun atau naik sebesar 9,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp17,8 triliun.

Operation Vice President Public Relations TLKM, Arif Prabowo, mengatakan pertumbuhan pendapatan tersebut didukung meningkatnya pendapatan bisnis seluler yang mencapai Rp 7,6 triliun atau naik sebesar 5,3% year on year sejalan dengan pertumbuhan pelanggan seluler yang mencapai 120,6 juta atau naik 9,8%.

Selain itu, pendapatan data, internet dan layanan teknologi informasi, termasuk SMS juga mengalami peningkatan sebesar 20,1% atau mencapai Rp 7,3 triliun. ”Melihat kecenderungan layanan data yang terus meningkat, pendapatan yang akan diperoleh dari layanan ini pada waktu mendatang diharapkan akan memberikan kontribusi berarti terhadap pertumbuhan pendapatan Telkom Group,” ucapnya di Jakarta, Senin (13/5).

Pada kuartal pertama 2013, perseroan juga mencatatkan pendapatan interkoneksi senilai Rp1, triliun dengan pertumbuhan sebesar 30,7%. Sementara pendapatan fixed line meningkat sebesar 0,1% year on year. Pertumbuhan pendapatan perseroan ini diikuti dengan meningkatnya laba periode berjalan sebesar Rp 3,4 triliun.

Dengan kompetisi yang semakin ketat dalam industri telekomunikasi, lanjut dia, mendorong perseroan untuk melakukan berbagai inovasi di dalam segmen layanan. Langkah ini menjadi strategi perseroan sehingga dapat mempertahankan pertumbuhan kinerja yang positif. ”Pertumbuhan pendapatan perseroanantara lain dikontribusikan oleh meningkatnya pendapatan layanan broadband sejalan dengan peningkatan pelanggan Speedy, Flash, dan BlackBerry dari Telkomsel,” jelasnya.

Perseroan mencatat, secara year on year pertumbuhan pelanggan broadband sebesar 62,1% year on year atau sebanyak 16,9 juta pelanggan. Jumlah tersebut terdiri dari pelanggan Speedy 2,6 juta, Flash 8,7 juta, dan BlackBerry 5,5 juta.

Sementara itu, jumlah pelanggan fixed line juga tumbuh positif, yaitu sebesar 15,2% menjadi 27,4 juta. Jumlah tersebuh terdiri dari 9 juta pelanggan telepon kabel, atau tumbuh 4,1% dan 18,3 juta pelanggan Flexi atau tumbuh 21,6%.

BERITA TERKAIT

DPRD‎ Depok "Hanya" Setujui APBD Perubahan 2019 Rp3,7 Triliun - Punya Potensi Dana SILPA 2018 Rp‎765,6 Miliar

DPRD‎ Depok "Hanya" Setujui APBD Perubahan 2019 Rp3,7 Triliun Punya Potensi Dana SILPA 2018 Rp‎765,6 Miliar NERACA Depok - ‎DPRD…

BJB Targetkan Himpun Rp4,9 Triliun dari Penerimaan PBB

  NERACA   Jakarta - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk atau Bank BJB pada tahun ini…

Tumbuh 8%, Laba BRI Capai Rp16,16 Triliun

  NERACA Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Persero mencatat laba konsolidasi pada kuartal II 2019 tumbuh 8,19 persen secara…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Gandeng MRT Jakarta - Intiland Bidik Recurring Income Lahan Parkir

NERACA Jakarta – Memanfaatkan kawasan yang dekat dengan stasiun MRT Lebak Bulus, PT Intiland Development Tbk (DILD) menuai banyak berkah…

Kejar Pertumbuhan Penjualan 20% - Lorena Mengandalkan Bisnis Angkutan Udara

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan penjualan atau sales naik sebesar 15% - 20% sepanjang 2019,  PT Eka Sari Lorena Transport…

BEI Perbanyak Sekolah Pasar Modal di DIY

NERACA Jakarta – Perkuat basis investor lokal guna menjaga ketahanan pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melakukan sosialisai…