Laba Usaha PNM Rp18,20 Miliar

Triwulan I 2013

Senin, 13/05/2013

NERACA

Jakarta - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM berhasil membukukan laba usaha, per Januari – Maret atau triwulan pertama 2013, sebesar Rp18,20 miliar. Ini meningkat 60,5% dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp11,33 miliar.

"Peningkatan laba usaha ini ditopang oleh membaiknya kinerja pendapatan usaha yang mencapai Rp222,51 miliar, per Maret 2013 atau naik 14% dibandingkan periode sama 2012 sebesar Rp195,10 miliar," kataDirektur Utama PNM, Parman Nataatmadja, dalam siaran persnya kepada Neraca, Jumat (10/5) pekan lalu.

Dari total pendapatan usaha tersebut, pendapatan bunga dari unit ULaMM (Unit Layanan Modal Mikro), makin memberikan kontribusi signifikan hingga mencapai Rp208,90 miliar atau tumbuh 19% daripada periode tahun lalu yang sebesar Rp175,72 miliar.

Sementara itu, pendapatan bunga dari bisnis modal ventura (PNM Venture Capital) juga mengalami pertumbuhan 36,7% dari Rp3,52 miliar pada Maret 2012 menjadi Rp4,82 miliar pada periode sama tahun ini. Lalu pendapatan bagi hasil syariah juga naik 18% dari Rp2,79 miliar pada Maret tahun lalu menjadi Rp3,31 miliar di Maret tahun ini.

Namun akibat adanya kenaikan beban pajak, laba bersih yang berhasil diraih PNM selama triwulan pertama 2013, hanya naik tipis 4% menjadi Rp8,38 miliar daripada jumlah di periode sama tahun lalu yang sebesar Rp8,05 miliar. "Kita cukup bangga karena perseroan mampu mencatat kinerja usaha yang tumbuh positif meskipun penyaluran pembiayaan mikro ULaMM (Unit Layanan Modal Mikro) sedikit melambat dalam triwulan pertama tahun ini," tuturnya.

Selama triwulan pertama 2013, total outstanding penyaluran pembiayaan mencapai Rp2,97 triliun atau meningkat 7,2% dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp2,77 triliun. Total outstanding penyaluran tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan posisi akhir Desember 2012 yang mencapai Rp3,06 triliun.

Parman menjelaskan bahwa melambatnya outstanding penyaluran pembiayaan mikro melalui ULaMM ini disebabkan pada periode triwulan pertama 2013 ini, perseroan masih fokus pada perluasan jaringan kantor unit. Pada tahun ini, perusahaan plat merah ini memang menargetkan menambah 100 unit baru ULaMM sehingga total menjadi 577 kantor ULaMM, 20 kantor klaster, 3 kantor cabang pembantu, dan 4 kantor cabang di seluruh Indonesia.

"Pertumbuhan penyaluran pembiayaan yang agak melambat pada triwulan pertama ini tidak terlalu dikhawatirkan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, selama kuartal pertama kita masih fokus pada pembukaan unit baru dan baru memacu penyaluran pembiayaan mulai triwulan kedua," jelasnya.

Maka itu, PNM tetap optimistis bisa mencapai target penyaluran pembiayaan sebesar Rp3,3 triliun pada tahun ini atau naik 17,8% dari realisasi tahun lalu yang sebesar Rp2,8 triliun. Sementara itu, per Maret 2013 PNM juga mencatatkan rasio pembiayaan bermasalah (nonperforming loan/NPL) sebesar 3,06% atau lebih tinggi dari periode sama tahun lalu yang sebesar 2,27%. "Ini disebabkan naiknya jumlah absolut kredit bermasalah dan turunnya outstanding pembiayaan ULaMM," tutupnya. [ria]