Outlook Prospektif, Harga Saham ROTI Capai Rp8.900 - Pendapatan Tumbuh 44%

NERACA

Jakarta- PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menilai langkah PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) untuk memperluas distribusi dan meningkatkan kapasitas dengan menambah tiga pabrik baru akan meningkatkan outlook yang prospektif bagi kinerja perseroan. Target harga referensi saham ROTI di tahun ini pun diperkirakan akan berada di kisaran Rp8.200-Rp8.900 per lembar saham.

Direktur Pefindo, Yose Rizal mengatakan, meskipun pada tahun ini perseroan mengambil langkah untuk menerbitkan obligasi guna mendukung ekspansinya, leverage ROTI (DER) masih tetap terjaga atau sekitar 1,1x, dan ini menjadi cermin positif bagi kinerja perseroan ke depan. Terlebih di tahun 2012 ROTI mampu mencetak siklus konversi kas yang lebih cepat.

Dengan demikian, menurut dia, ROTI memiliki dana lebih dari cukup untuk memenuhi kewajiban pembayarannya. “Neraca ROTI yang baik membuat ROA dan ROE terlihat bagus, yaitu masing-masing 4% dan 6% di 2012, mengalahkan rata-rata perusahaan sejenis yaitu 3% dan 5%.” ucapnya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Selain itu, selama beberapa tahun terakhir, aset ROTI secara signifikan meningkat terutama disebabkan oleh pembangunan pabrik baru. Sepanjang tahun 2012, ROTI membukukan kinerja yang mengesankan dengan lonjakan penjualan sebesar 46,4% secara year on year (YoY) atau mencapai tingkat tertinggi dibandingkan sebelumnya yaitu Rp1,19 triliun.

Pertumbuhan tersebut, kata dia, jauh lebih tinggi daripada rata-rata pertumbuhan perusahaan sejenis yang hanya 11% selama periode tersebut. Peningkatan beban promosi, yang naik sebesar 85% YoY atau sekitar Rp94 miliar, juga mendorong kinerja penjualan ROTI.

Selain itu, di sisi lini bawah juga masih dalam kondisi yang solid dengan pertumbuhan 28,7% YoY, “Meskipun biaya promosi melonjak dan menyebabkan marjin laba operasi dan laba bersih lebih rendah menjadi 12,5%. Tapi tetap saja, marjin laba bersih ROTI melebihi rata-rata industrinya yang hanya 9%.” ungkapnya.

Prospek Kinerja

Selain peningkatan volume penjualan, ROTI juga berhasil mencetak tingkat retur penjualan yang lebih baik di bawah 13% seperti yang ditargetkan pada tahun 2012. Tingkat retur turun menjadi 12,7% di 2012 dari 15,8% pada tahun 2011. Dari sisi marjin laba bersih, perseroan memiliki marjin laba yang tinggi melalui industrial ritel yang umumnya berkisar antara 2%- 5%.

Meskipun terdapat kenaikan harga selama tahun 2012, ROTI berhasil membukukan marjin laba kotor stabil yaitu 46%, jauh di atas rata-rata perusahaan sejenis yaitu 27%. Sementara dari sisi pangsa pasar, di bawah merek sari roti, pangsa pasar ROTI diperkirakan mencapai 90%. “Meskipun dengan adanya penerbitan ditahun ini, kami perkirakan marjin laba bersih akan tetap diatas 10%. “ ujarnya.

Ke depan, ROTI juga bertujuan untuk terus mengurangi tingkat retur di bawah 10% selama dua tahun ke depan, sekaligus tetap mengejar pertumbuhan penjualan yang lebih tinggi melalui ekspansi agresif. Di 2012, ROTI telah menambahkan dua fasilitas di Palembang dan Makassar, masing-masing dengan dua lini produksi, satu roti manis dan roti tawar. Maka dengan penambahan tiga pabrik baru yang berlokasi di Purwakarta, Cikande dan Samarinda atau daerah potensial lainnya, masing-masing dengan 2 lini produksi, diperkirakan meningkatkan kapasitas sekitar 30% secara year on year di tahun ini.

Dari pencapaian yang dicatatkannya tersebut, pendapatan ROTI diperkirakan akan tumbuh sebesar 44% pada tahun ini. “Kami memperkirakan pendapatan ROTI pada tahun ini akan tumbuh sebesar 44% secara year on year (YoY) atau mencapai Rp1.7 triliun dan pada tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) 38% di periode 2012-2016.” paparnya. (lia)

Related posts