Populasi Membludak, Kota Hijau Solusinya

Sabtu, 11/05/2013

Demi memberikan kenyaman dan lingkungan sehat bagi warga kota, konsep kota hijau (Green City) sedang dicanangkan di seluruh dunia. Ini dimaksudkan agar masing-masing kota memberi kontribusi terhadap penurunan emisi karbon untuk penurunan pemanasan global.

Begitu pula dengan Indonesia. Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum, tercatat sekitar 65% penduduk Indonesia akan tinggal di perkotaan pada 2030. Jumlah tersebut meningkat 44% berdasarkan data PU pada 2010.

Wakil Menteri PU Hermanto Dardak mengatakan, peningkatan populasi penduduk perkotaan menjadi tantangan bagi perencanaan kota yang berkelanjutan baik secara ekonomi, sosial dan lingkungan hidup. Hal tersebut menjadi penting karena kota memiliki keterbatasan daya dukung dan kapasitas.

Selain dinilai berguna untuk menghadapi tantangan ekonomi yang rendah karbon, konsep yang digaungkan pada United Nations Conference on Sustainable Development di Rio de Janeiro, Brazil tersebut tepat untuk diimplementasikan saat ini.

Lantas Apa itu Kota Hijau? Kota hijau atau dengan kata lain yaitu Kota yang ramah lingkungan, dalam hal pengefektifan dan mengefisiensikan sumberdaya air dan energi, mengurangi limbah, menerapkan sistem transportasi terpadu, menjamin adanya kesehatan lingkungan, dan mampu mensinergikan lingkungan alami dan buatan, yang berdasarkan perencanaan dan perancangan kota yang berpihak pada prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan

Menurut Hermanto, UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang sendiri dalam penyusunannya sudah berorientasi untuk mewujudkan kota hijau. Pembangunan kota-kota di Indonesia berdasarkan regulasi tersebut mengarah kepada kota-kota yang nyaman untuk dihuni.“Ciri-cirinya antara lain ruang terbuka hijau yang luas, sungai yang bersih. Kota-kota di Indonesia juga diarahkan menuju liveable, tetapi juga harus tetap kompetitif,” imbuh dia.