IMUNISASI PEREDAM RISIKO

Bank Sentral akan menggelar RDG untuk menetapkan kebijakan suku bunga, Selasa 14 Mei 2013. Laju inflasi April 2013 sebesar 5,57% masih berada di luar target. Ragam prediksi oleh para analis dan praktisi akan arah kebijakan suku bunga masih terpecah. Namun, terlepas dari apapun arah kebijakannya, investor yang akan menghadapi risiko.

Dalam ranah investasi, imunisasi adalah eliminasi dampak risiko perubahan suku bunga terhadap nilai portofolio investasi. Imunisasi sangat efektif untuk diterapkan dalam investasi di obligasi. Konsep durasi adalah basis penerapan imunisasi portofolio obligasi. Durasi adalah rerata tertimbang waktu yang dibutuhkan oleh arus kas periodik yang diterima investor di masa datang untuk melunasi nilai akuisisi obligasi, dalam istilah singkatnya, effective term. Durasi adalah ukuran sensitivitas harga obligasi terhadap perubahan suku bunga. Obligasi berdurasi 5 (lima) artinya “jika suku bunga pasar naik 1%, maka harga obligasi turun 5%.”

Jika suku bunga pasar naik, maka future value kupon yang diterima pada titik durasi akan naik, disebabkan kupon diinvestasikan pada tingkat bunga yang lebih tinggi. Jika tingkat bunga pasar turun, maka yang terjadi adalah sebaliknya, future value reinvestasi kupon di titik durasi akan turun dan present value kupon serta principal ke titik durasi akan naik. Portofolio investasi dikategorikan kebal (imun) jika dan hanya jika perubahan nilai portofolio pada titik durasi tak berubah walau suku bunga berubah. Artinya, perubahan suku bunga menyebabkan perubahan nilai reinvestasi kupon, dimana nilainya sama persis dengan perubahan nilai portofolio obligasi ke titik durasi.

Imunisasi bukan barang baru, merupakan ilmu keuangan efektif dalam berurusan dengan risiko, dan telah diterapkan selama beberapa dekade. Berdasarkan survei BondRI, masih banyak sekali praktisi dalam industri perbankan/asuransi/fund manager/insurance/pension fund dalam negeri yang belum paham sama sekali mengenai imunisasi, apalagi menerapkannya. Bentuk praktisnya, misalkan perusahaan asuransi sedang menyusun rencana pembayaran claim kepada para nasabahnya untuk tiap tahun dalam beberapa periode ke depan. Perusahaan ini dapat mempersiapkan dana untuk pelunasan kewajiban dengan cara berinvestasi di portofolio obligasi. Investasi dapat dirancang sedemikian rupa agar imun terhadap perubahan suku bunga. Artinya, berapapun suku bunga, nilai portofolio obligasi tak akan pernah di bawah nilai kewajiban pada waktunya. Dalam hal ini, durasi portofolio obligasi disamakan dengan durasi utang, suatu kondisi yang hanya dapat dicapai dengan cara mengatur proporsi dan durasi portofolio.

Terkait dampak kebijakan bank sentral terhadap suku bunga dalam waktu dekat, imunisasi akan sangat bermanfaat dalam hal pelunasan kewajiban, pembayaran dana mahal nasabah, termasuk proteksi nilai efek dan minimum capital adequacy ratio (CAR), yang sangat sensitif terhadap dampak perubahan suku bunga. Namun tidak hanya di ranah perbankan, industri asuransi/fund manager/sekuritas/pension fund yang berkategori price-sensitive terhadap dampak perubahan suku bunga, sudah seyogyanya menerapkan imunisasi sebagai metode efektif meredam risiko. “Risk-wise, prevention is better than cure.”

BERITA TERKAIT

Indikator Ekonomi Makro 2020 Telah Pertimbangkan Risiko

      NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa indikator ekonomi makro yang akan digunakan…

Mitigasi Risiko - Emiten Terapkan Standar Akutansi Baru

NERACA Jakarta – Emiten Indonesia harus bersiap untuk mulai menerapkan standar akuntansi baru pada 1 Januari 2020 mendatang. Untuk itu,…

Informasi Asimetrik dan Manajemen Risiko

Oleh: Achmad Deni Daruri, President Director Center for Banking Crisis   Informasi asimetrik dapat menyebabkan kegagalan pasar dimana kualitas kredit…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Teknologi dan Industri di Satu Sistem

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Ekonomi dan Industri Teknologi dan Industri dalam kesehariannya adalah kosakata netral. Tetapi begitu saling bersenyawa menyatu…

Damai 22 Mei

  Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, MSi Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Solo Tahapan pesta demokrasi akan mencapai klimaksnya pada 22…

Pembiayaan "Back to Back" Syariah

Oleh: Agus Yuliawan Pemerhati Ekonomi Syariah Di lembaga keuangan syariah ternyata dijumpai istilah pembiayaan "back to back" yaitu pinjaman yang…