Ayu Azhari Terima Uang Dari Fathanah - Suap Impor Daging Sapi

Jakarta - Artis Ayu Azhari menerima uang dari tersangka kasus suap pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian dan pencucian uang Ahmad Fathanah senilai Rp20 juta dan 1.800 dolar AS atau sekitar Rp38 juta. \"Tadi Ayu Azhari menurut penjelasan penyidik bukan untuk pemeriksaan tapi mengembalikan uang Rp20 juta dan 1.800 dolar AS pemberian Ahmad Fathanah,\" kata Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Johan Budi di Jakarta, Jumat.

Menurut Johan, uang tersebut menjadi uang muka untuk Ayu Azhari selaku seorang artis. \"Jadi uang itu untuk istilahnya, dia (Ayu) mau manggung di suatu tempat, tapi ditunggu-tunggu tidak jadi, sehingga dia sudah diberikan uang duluan dalam bentuk tunai,\" kata Johan.

Namun Johan tidak mengetahui waktu pemberian uang tersebut. \"Tidak dijelaskan kapan pemberian uang tersebut, intinya Ayu Azhari pernah terima dari Ahmad Fathanah untuk urusan manggung,\" ujar Johan.

Acara \"manggung\" tersebut menurut Johan berdasarkan pengakuan Fathanah ke Ayu terkait acara Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Padahal Ayu Azhari seusai diperiksa di KPK pada Kamis (2/5) mengaku bahwa ia korban dari Ahmad Fathanah yang menjanjikannya suatu pekerjaan tapi pekerjaan tersebut tidak jadi dilaksanakan, hanya saja Ayu tidak menjelaskan bahwa ia sudah menerima uang muka untuk pekerjaannya tersebut. \"Sebenarnya saya korban dari pekerjaan-pekerjaan yang dijanjikan,\" kata Ayu Azhari pada Kamis (2/5).

Ayu mengaku mengenal Fathanah pada Desember 2012 di Plaza Indonesia dan pernah beberapa kali bertemu di pusat perbelanjaan Pacific Place dan Plaza Indonesia. \"Pekerjaan saya sebagai \'performer\', menyanyi, saya dan anak saya untuk beberapa daerah di Bandung, Jawa Barat dan Sulawesi Selatan dan bahkan saya sudah dikenalkan dengan beberapa orang,\" kata Ayu.

Namun Ayu mengaku tidak mengenal orang-orang yang tersebut. \"Orang-orang itu adalah beberapa klien dia, saya tidak tahu namanya, tapi ini tidak ada hubungannya dengan partai karena dia secara pribadi mengundang saya dan menjanjikan sejumlah pekerjaan,\" kata Ayu.

Dalam kasus ini KPK telah menetapkan lima orang tersangka yaitu Luthfi Hasan Ishaaq, Ahmad Fathanah, dua direktur PT Indoguna Utama yang bergerak di bidang impor daging yaitu Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi dan direktur utama PT Indoguna Utama Maria Elizabeth Liman.

Fathanah bersama Lutfi Hasan disangkakan melanggar Pasal 12 Huruf a atau b atau Pasal 5 Ayat (2) atau Pasal 11 UU No. 31/1999 sebagaimana telah diubah menjadi UU No. 20/2001 jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP mengenai penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji terkait kewajibannya.

Keduanya juga diduga melakukan pencucian uang sebagaimana diatur dalam pasal 3 atau pasal 4 atau pasal 5 Undang-Undang nomor 8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

BERITA TERKAIT

AKIBAT KENAIKAN IMPOR NONMIGAS - NPI Defisit US$63,5 Juta di Juli 2019

Jakarta-Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, data neraca perdagangan Indonesia (NPI) pada Juli 2019 terjadi defisit US$ 63,5 juta, yang merupakan…

Menkominfo - Jangan Sampai Jempol Lebih Cepat dari Pikiran Kita

Rudiantara Menkominfo Jangan Sampai Jempol Lebih Cepat dari Pikiran Kita  Sleman - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menegaskan bahwa…

Beragam Solusi Keuangan di GIIAS - Astra Berikan Nilai Tambah dari Sekedar Jual Mobil

Lesunya bisnis pasar otomotif dalam negeri tidak mengurangi minat masyarakat Indonesia untuk hadir di pameran tahunan GAIKINDO Indonesia International Auto…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

KKJ Minta Kapolri Usut Kekerasan Jurnalis

KKJ Minta Kapolri Usut Kekerasan Jurnalis NERACA Jakarta - Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) mendesak pengusutan tuntas kasus kekerasan terhadap jurnalis…

KPPU Usulkan Pemkot Makassar Buat Penyimpanan Stok Pangan

KPPU Usulkan Pemkot Makassar Buat Penyimpanan Stok Pangan   NERACA Makassar - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengusulkan kepada Pemerintah Kota…

Jaksa Agung dari Nonparpol, IPW: Yenti Ganarsih Berpeluang

Jaksa Agung dari Nonparpol, IPW: Yenti Ganarsih Berpeluang   NERACA Jakarta - Indonesia Police Watch (IPW) menilai Yenti Ganarsih berpeluang menggantikan…