Total Pendapatan Premi Manulife Capai Rp7,1 Triliun

NERACA

Jakarta - PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) mencatatkan total pendapatan premi meningkat 18%, dari Rp7,1 trilun pada kuartal IV 2011 menjadi Rp8,4 triliun di kuartal IV 2012. Total aset perseroan yang dikelola seperti bisnis asuransi jiwa, tidak termasuk pensiun, naik 30% menjadi Rp28,4 triliun pada akhir 2012, dari sebelumnya sebesar Rp21,8 triliun pada periode yang sama di 2011.

Direktur Utama Manulife Indonesia, Chris Bendl, menuturkan perseroan kembali mencatat rekor dalam penjualan bisnis baru pada tahun lalu. Kesuksesan ini, kata dia, didukung oleh menguatnya lini bisnis asuransi individu, termasuk syariah dan program kesejahteraan karyawan (employee benefits), serta jalur distribusi bank asuransi (bancassurance) dan keagenan, yang terus berkembang.

“Total premi bisnis baru kami mengalami pertumbuhan sebanyak 37%, dari 1,1 triliun di tahun 2011 menjadi Rp1,5 triliun pada 2012. Itu belum termasuk mutual fund (reksa dana) dan pensiun, yang sesuai dengan Standard Akuntansi Indonesia,” ujar Chris di Jakarta, Rabu (1/5). Dia juga menerangkan bahwa rasio kecukupan modal perseroan atau risk based capital (RBC) melonjak 294,68%, ketimbang periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya 181,11%. Hal ini, lanjut Chris, jauh melampaui persyaratan Kementerian Keuangan yang minimal 120%.

Untuk total premi bisnis baru syariah, Manulife Indonesia berhasil mereguk Rp20,7 miliar, meningkat 104% dari periode sebelumnya sebesar Rp10,2 miliar. Sedangkan total pengeluaran klaim dan manfaat bruto nasabah mencapai Rp3,8 triliun di 2012, naik 50% dari sebelumnya Rp 2,5 triliun pada 2011. Chris menambahkan, total pendapatan kotor premi bisnis baru mencapai Rp5,5 triliun, naik 19% dari periode yang sama di 2011 sebesar Rp4,7 triliun. Jumlah agen meningkat sebanyak 29% dari 7.804 agen pada akhir 2011 menjadi 10.047 agen di akhir 2012. Sementara jumlah kontrak polis asuransi aktif jumlahnya di atas 1,6 juta pada akhir tahun kemarin.

Kerja sama menguntungkan

Pada kesempatan yang sama, Nelly Husnayati, Vice President Director and Head of Employee Benefits and Sharia Business, menuturkan kerja sama bisnis strategis antara Manulife Indonesia dengan PT Bank Danamon Indonesia Tbk, berhasil mencetak rekor premi bisnis baru sekitar Rp617 miliar. Pada 2012, produk-produk Manulife Indonesia ditawarkan melalui konsultan keuangan profesional Manulife dan karyawan Danamon di semua jaringan cabang multijalur yang dimiliki Danamon untuk memenuhi kebutuhan keuangan nasabah Danamon yang beragam.

“Bulan Juli 2012, kami secara resmi meluncurkan kerja sama strategis dengan Bank Danamon melalui penawaran produk yang komprehensif disertai tenaga pemasaran asuransi yang handal dan terlatih dengan baik. Lalu, dilengkapi dengan perangkat perencanaan keuangan terbaik untuk memenuhi kebutuhan keuangan para nasabah Danamon,” terang Nelly.

Dia melanjutkan, jalur distribusi bancassurance Manulife Indonesia selain Bank Danamon, juga terus bertumbuh kuat dan memperlihatkan pertumbuhan penjualan bisnis baru yang signifikan melalui 12 mitra bank perseroan. Kontributor terbesar lainnya terhadap hasil bisnis Manulife Indonesia adalah tenaga pemasaran, yang telah tumbuh di atas 10 ribu tenaga pemasaran. Selain itu, lanjut Nelly, jalur employee benefits Manulife Indonesia, juga meningkatkan penjualan bisnisnya secara signifikan di 2012, yaitu lebih dari 760 ribu karyawan dari 5.100 perusahaan yang dilayani untuk manfaat asuransi jiwa dan kesehatan kumpulan serta pensiun. [ardi]

BERITA TERKAIT

Nusa Raya Incar Kontrak Baru Rp 3,5 Triliun

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) perusahaan jasa konstruksi swasta di Indonesia menargetkan kontrak baru…

Waskita Targetkan Kontrak Baru Rp 55 Triliun

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menargetkan total kontrak baru sekitar Rp55 triliun,”Total kontrak baru…

Utang Luar Negeri Naik 7% Jadi Rp5.220 Triliun

  NERACA Jakarta - Utang luar negeri Indonesia naik tujuh persen secara tahunan menjadi 372,9 miliar dolar AS per akhir…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Pertahankan Suku Bunga

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate sebesar enam persen…

OJK Sebut DP 0% Gairahkan Sektor Produktif

      NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim kebijakan penghapusan uang muka kendaraan bermotor pada perusahaan…

SMF Kerjasama Operasional dengan Bank Penyalur KPR FLPP

    NERACA   Jakarta - PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama operasional dengan bank penyalur…