Pendidikan Keuangan Diharapkan Masuk Kurikulum

Sabtu, 04/05/2013

Kecerdasan keuangan (financial) merupakan keterampilan yang harus dimiliki anak-anak masyarakat modern. Pasalnya, seiring dengan pertumbuhan dunia yang kian kompleks, anak-anak memerlukan keahlian dan pemahaman tentang keuangan yang akan mereka implementasikan di masa depan. Dengan begitu ketika para remaja ini tumbuh dewasa, mereka akan mampu membuat keputusan keuangan dengan baik.

Berdasarkan Laporan 2013 The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), Menteri Keuangan dari beberapa negara pada tahun 2012 dalam pertemuan tingkat Menteri APEC mengadopsi sebuah pernyataan kebijakan yang mengakui pentingnya pendidikan keuangan di sekolah. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman dasar dan penting mengenai topik-topik keuangan seperti menabung, belanja, investasi dan perencanaan keuangan.

Ya, pendidikan finansial perlu diberikan sedini mungkin guna membangun generasi muda yang sadar keuangan, sehingga mereka dapat lebih selektif dan cermat dalam melakukan pengaturan keuangan dalam menyongsong masa depan. Sayangnya pendidikan keuangan masih belum menjadi bagian dari kurikulum di Sekolah Dasar, padahal pembekalan pemahaman keuangan sejak dini akan sangat bermanfaat di masa depan.

Seperti yang diungkapkan oleh Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Kusumaningtuti Sandriharmy Soetiono. Menurut dia, pendidikan mengenai sektor keuangan untuk masyarakat sudah harus mulai diajarkan semenjak dini. Untuk itu, sambung dia, OJK akan bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang akan dituang dalam suatu bentuk Memorandum of Understanding (MoU) untuk merealisasikannya.

“Ke depan pendidikan mengenai sektor keuangan akan masuk dalam kurikulum semenjak sekolah dasar,\" ujar dia.

Selain dengan Kemendikbud, lanjutnya, OJK juga akan bekerjasama dengan beberapa universitas nasional seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Muhamaddiyah Malang (UMM). Persiapan MoU ini telah dilakukan dan diharapkan dapat dilakukan dalam waktu dekat.

Studi menunjukkan melalui pendidikan keuangan yang berkualitas dapat membuat siswa lebih termotivasi untuk mempersiapkan sejak dini, kehidupan masa depan yang terencana. Pengaplikasian ilmu keuangan yang teradaptasi dengan kurikulum tempat siswa belajar memberikan kesempatan bagi siswa mengenal pembelajaran pengelolaan keuangan di kehidupan nyata.

Selain itu, pendidikan keuangan juga dapat membantu orang-orang muda untuk memahami masalah-masalah keuangan. Tentunya inimenjadi hal yang sangat penting, dimana generasi muda sering dihadapkan dengan produk dan jasa keuangan yang cenderung semakin kompleks. Mereka juga cenderung harus menanggung lebih banyak risiko keuangan di masa dewasa daripada orangtua mereka, terutama dalam tabungan, perencanaan pensiun dan menutupi kebutuhan perawatan kesehatan mereka.

Sebelumnya, OJK telah melakukan kajian mengenai bentuk edukasi yang pas diterapkan di masing-masing kelompok pendidikan. Selain edukasi mengenai tata kelola keuangan (financial planner), OJK juga akan memiliki program pelatihan kewirausahaan di bawah bidang edukasi.