Kinerja Jasa Marga Dinilai Makin “Oke” - Valuasi Saham Bisa Capai 7000

NERACA

Jakarta- Meningkatnya kebutuhan infrastruktur jalan tol seiring meningkatnya volume kendaraan dinilai akan membawa berkah bagi pertumbuhan kinerja PT Jasa Marga Tbk (JSMR). Tidak terkecuali bagi valuasi sahamnya ke depan. “Setelah sebelumnya target harga JSMR yang telah kami tetapkan pada level Rp6.500 telah tercapai, kami akan mencoba untuk menembus level target harga berikutnya di Rp6.850–Rp7.000 dalam jangka waktu 3 bulan ke depan.” kata analis saham dari Trust Securities, Yusuf Nugraha di Jakarta, Senin (29/4).

Dengan bisnis utamanya sebagai operator jalan tol, menurut dia, kinerja JSMR ditaksir akan dapat mengalami peningkatan di tahun ini. Alasannya, selain pembangunan jalan tol, kenaikan tersebut juga merupakan dampak dari kenaikan tarif tol yang akan dilakukan pada kuartal ketiga 2013 di sembilan ruas jalan tol, yaitu ruas tol Jakarta-Bogor-Ciawi, Jakarta-Tangerang, Tol dalam kota Jakarta, Belawan-Medan-Tanjung Morawa, Palimanan-Kanci, Tol Semarang, Surabaya-Gempol, Purwakarta- Bandung-Cileunyi, dan Jakarta Outer Ring Road (JORR).

Rencananya, pada September 2013, JSMR akan menaikkan tarif tol pada ruas jalan tol sebesar 10%. “Proyeksi kinerja pertumbuhan di 2013 diperkirakan terutama pada pendapatan usaha yang akan tumbuh mencapai Rp 11,53 triliun.” ujarnya.

Selain itu, JSMR juga akan memperoleh pendapatan tol dari lima ruas jalan tol yang dioperasikan oleh Jasa Marga pada 2013. Kelima ruas jalan tol tersebut antara lain Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa, JORR W2, Ungaran-Bawen, Gempol-Padaan, dan Kriyan-Mojokerto paket 4.

Sementara dalam rencana bisnisnya, JSMR akan merencanakan pembangunan 3 ruas tol Trans Sumatera dengan total pendanaan sebesar Rp 20 triliun. Ketiga ruas tol tersebut antara lain tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi sepanjang 60 Km, tol Padang-Sicincin sepanjang 23 Km dan tol Trans Timur Lampun sepanjang 23 km.

Prospek dan Kinerja

JSMR juga sedang mengincar pembangunan jalan tol baru di 7 daerah dan akan dibangun pada 2014, diantaranya Medan-Binjai, Padaan-Malang, Bakauheni-Lampung, Kalibaru-Marunda, tol Tengah Surabaya, Cisumdawu dan Palembang-Indralaya. “Dengan pembangunan tersebut, kami menilai diharapkan ada kontribusi positif terhadap kinerja JSMR ke depannya.” ucapnya.

Sepanjang tahun lalu, JSMR membukukan lonjakan pendapatan usaha 39,85% seiring dengan kenaikan pendapatan tol dan kontruksi yaitu sebesar Rp 9,07 triliun, naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp 6,49 triliun.

Pendapatan usaha tersebut, lanjut Yusuf, tumbuh di luar estimasinya, di mana proyeksi pendapatan usaha diprediksi meningkat Rp 8,65 triliun atau naik 33,36% dari tahun 2011. Sehingga, laba bersih per saham JSMR menjadi Rp 235,91 pada akhir tahun lalu, dengan pertumbuhan EPS sebesar 28% dari tahun 2011 sebesar Rp 176,56.

Namun jika dilihat dari pertumbuhan laba bersih perseroan, justru di bawah estimasinya, yang hanya mengalami peningkatan sebesar 34% menjadi Rp 1,602 triliun dari Rp1,196 triliun pada 2011. “Prediksi kami, kenaikan laba bersih diperkirakan naik 84% dari tahun 2011. Kenaikan pendapatan usaha JSMR didapat dari pendapatan tol yang menyumbang 61,54%, dan sisanya 1,58% dari pendapatan sewa lahan, jasa pengoperasian jalan tol dari pihak lain, iklan dan lain-lain.” paparnya.

Selain diperoleh dari pengoperasian jalan tol dan iklan, JSMR juga mendapat tambahan pendapatan pada tahun 2012 dari kontruksi sebesar 36,88%. Informasinya, perseroan juga sedang menggarap beberapa proyek pembangunan ruas tol, dan akan beroperasi pada tahun 2013.

Proyek tersebut antara lain ruas tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Tanjung Benoa sepanjang 10 Km yang akan selesai pembangunannya sebelum Oktober 2013, ruas tol Ungaran-Bawean (bagian dari tol Semarang-Solo) sepanjang 12 km yang secara fisik progress konstruksi sudah sampai 71% dan pembebasan lahannya sudah mencapai 100%. (lia)

Related posts