MNC Sky Vision Bagikan Dividen Rp 28,3 Miliar - Tepati Janji Pada Investor

NERACA

Jakarta – Meskipun baru listing ditahun lalu, tidak membuat PT MNC Sky Vision Tbk pelit dalam membagikan dividen kepada pemegang saham. Pasalnya, perseroan bakal membagikan dividen sebesar Rp 28,3 miliar atau 34,59% dari laba bersih buku tahun 2012 sebesar Rp 81,8%.

Kata Direktur Keuangan PT MNC Sky Vision Tbk, Effendi Budiman, pembagian dividen ini telah disetujui dalam rapat umum pemegang saham, “Dividen ini terkait dengan janji kita untuk membagikan dividen minimal 35% dari laba dan ini masalah kepercayaan kepada investor,”katanya di Jakarta, Senin (29/4).

Dia menyebutkan, rencananya pembagian dividen tunai ini jumlahnya sebesar Rp 4 perlembar saham. Namun sayangnya, perseroan belum menjelaskan jadwal detail pembagian dividen kepada pemegang saham karena harus kordinasi dengan holding.

Tahun ini, perseroan yang juga operator Indovision ini menargetkan pendapatan sebesar Rp3,2 triliun dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,39 triliun.

Effendi menegaskan, soal target laba dinilai tidak relevan untuk saat ini disebutkan karena perseroan masih terkendala dengan rugi kurs. Dimana tahun lalu, perseroan mengalami rugi kurs sebesar Rp 145 miliar. Sementara marketing cost di targetkan mengalami kenaikan lima persen dari pendapatan.

Asal tahu saja, tahun ini perseroan menargetkan penambahan pelanggan sebanyak 2,3 juta dibandingkan dengan sebelumnya 1,72 juta. Kemudian untuk laporan keuangan kuartal I, hingga kini perseroan belum dapat menjelaskan secara rinci karena perseroan belum melaporkan OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun yang pasti perolehan pendapatan dan target laba masih on the track.

Refinancing

Effendi juga mengatakan, perseroan tahun ini berencana melunasi obligasi yang jatuh tempo sebesar US$ 165 juta lebih awal atau tepatnya November tahun ini dibandingkan waktu jatuh tempo November 2015, “Kami memiliki call option untuk melunasi lebih awal, namun untuk rencananya belum sampai tahap detail, namun hingga kini belum ada pembicaraan serius dengan pihak terkait rencana itu,\\\\\\\" ujarnya.

Lebih lanjut, terkait pendanaan untuk pelunasan tersebut pihaknya masih membuka opsi. Bisa berupa sindikasi perbankan ataupun menerbitkan kembali bond. Dimana pinjaman tersebut bunganya 12,75% per tahun dan tentunya jika option itu dijalankan, maka bunganya akan lebih murah.

Sebelumnya, MSKY berencana mencari pendanaan sebesar US$165 juta dengan cara menerbitkan obligasi. Obligasi tersebut ditawarkan 100% dari nilai nominal dengan tingkat bunga tetap 12,75% per tahun. Obligasi bertenor lima tahun tersebut akan jatuh tempo pada 16 November 2015. Adapun dana tersebut akan digunakan perseroan untuk membeli kembali senior notes bernilai sama yang dikeluarkan anak perusahaan.

Sepanjang tahun 2012, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp81,8 miliar atau meningkat 24% dibandingkan sebelumnya sebesar Rp65 miliar. Adapun pendapatan konsilidasi perseroan juga mengalami kenaikan sebesar 38% dari Rp1,74 triliun di 2011 menjadi Rp2,39 triliun per 31 desember 2012. Nantinya, sisa laba bersih sebesar Rp100 juta akan digunakan sebagai cadangan perseroan guna memenuhi ketentuan anggaran dasar perseroan dan undang-undang tentang perseroan terbatas. (bani)

BERITA TERKAIT

MNC Investama Bakal Konversi Saham Ke Kreditur - Perkuat Kondisi Keuangan

NERACA Jakarta – Pangkas beban utang guna menciptkan kinerja keuangan yang sehat, PT MNC Investama Tbk (BHIT) berencana melakukan restrukturisasi…

Hadir dengan Produk Inovatif, AQUA Japan Optimistis Capai Target Market 32% pada 2018

Hadir dengan Produk Inovatif, AQUA Japan Optimistis Capai Target Market 32% pada 2018 NERACA Jakarta - Pertumbuhan ekonomi Indonesia berdasar…

BEI Beri Edukasi Finalis Aban None Jakarta - Dorong Antusiasme Investor Muda

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan investor pasar modal dari kalangan anak muda terus dilakukan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BRPT Siapkan Belanja Modal US$ 1,19 Miliar

Dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi pabrik petrokimia sebesar 900 ribu ton menjadi 4,2 juta ton per tahun, PT Barito Pacific…

Gandeng Binar Academy - Telkomsel Edukasi Digital Anak Muda di Timur

NERACA Jakarta - Dalam rangka pemerataan dan menggejot partisipasi anak muda di kawasan Timur Indonesia dalam kompetisi The NextDev, Telkomsel…

Juli, Fast Food Baru Buka 6 Gerai Baru

Ekspansi bisnis PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) dalam membuka gerai baru terus agresif. Tercatat hingga Juli 2018, emiten restoran…