Mega Targetkan Tambah Laba 10% di 2013

NERACA

Medan - PT Bank Mega Tbk menargetkan bisa menambah laba pada tahun ini sekitar 10% dari yang diperoleh pada 2012 sebesar Rp1,7 triliun. \"Penambahan laba seiring dengan target penambahan DPK (dana pihak ketiga) dan penyaluran kredit pada tahun ini masing-masing 20%,\" kata Direktur Utama Bank Mega, Kostaman Thayib, di Medan, Sumatera Utara, Selasa (23/4). Dia mengatakan itu menjawab pertanyaan Antara usai pencabutan undian Mega Pasti Pas (MPP) untuk nasabah Tabungan Mega Dana dan Mega Maxi di Medan setelah di Bandung, Makassar, dan Surabaya. Penarikan undian MPP di Medan itu memberikan hadian 15 unit Toyota New Avanza dan satu unit Mercedes Benz S300L. Satu unit Avanza diraih nasabah Bank Mega Kantor Jalan Cirebon, Medan. Adapun nasabah yang beruntung meraih Mercedes Bens itu nasabah Bank Mega Banyuwangi. Kostaman mengakui bahwa loan-to-deposit ratio (LDR) bank itu masih sekitar 55%. Dia pun mengharapkan terus naik hingga mencapai 70%.

\"Manajemen terus mengejar semua segmen, termasuk di UKM yang masih potensial,\" katanya. Sementara itu, Direktur Funding Bank Mega, Dony Oskaria, mengatakan bahwa program MPP mulai 1 Maret 2012 hingga 1 April 2013 bisa membuat penambahan nasabah baru sebanyak 120.000 orang dengan dana Rp1,2 triliun. DPK Bank Mega, kata dia, tiap tahun terus meningkat atau dewasa ini sudah mencapai Rp50,2 triliun dengan kredit sebesar Rp26 triliun serta aset Rp65 triliun. \"Yang paling menyenangkan, meski kredit bertambah, NPL (non-performing loan) Gross masih terjaga baik atau hanya dua persen atau masih jauh dari ketentuan Bank Indonesia maksimal lima persen,\" katanya.

Branch Manager Bank Mega Medan, Husni Sim, menegaskan bahwa kontribusi nasabah dari Medan secara nasional relatif cukup besar. Dia menyebutkan, dari penambahan nasabah baru 120 ribu orang itu, kontribusi Sumut sebesar 15% atau 18 ribu orang senilai Rp180 miliar. Bank Mega mencetak perolehan laba bersih sebesar Rp1,4 triliun pada akhir 2012, meningkat 28,3%, dibandingkan Rp1 triliun pada periode sama 2011. Hal ini terjadi seiring dengan peningkatan marjin bunga bersih (net interest margin/NIM) dari 5,4% di akhir 2011 menjadi 6,5% di akhir tahun lalu.

“Kinerja kami pada 2012 mengalami pertumbuhan signifikan. Laba sebelum pajak tumbuh 31,5% menjadi Rp1,56 triliun. Aset juga mengalami kenaikan sebesar 5,3% menjadi Rp65,22 triliun,” tutur Joseph G Godong, Direktur Operasional dan Teknologi Bank Mega, belum lama ini. Namun perseroan menurunkan target laba bersihnya di tahun ini menjadi Rp1,2 triliun lantaran mempertimbangkan kondisi makro ekonomi Indonesia. “Juga karena memang tahun ini dan 2014 disebut sejumlah kalangan sebagai tahun politik dan dinilai akan mempengaruhi kondisi perekonomian di Tanah Air. Sehingga kami memilih untuk konservatif dengan menurunkan target laba,” katanya.

Lalu pendapatan bunga bersih (net interest income) sebesar Rp3,3 triliun pada akhir 2012, tumbuh 23,5%, dari Rp2,7 triliun pada akhir 2011. Sedangkan pendapatan operasional lainnya, meningkat tipis dari Rp964 miliar menjadi Rp968 miliar. “Pendapatan bunga naik karena meningkatnya kredit UKM, yang suku bunganya lebih menarik. Selain itu juga dari beban bunga yang turun karena ada penurunan cost of fund (biaya dana),” jelasnya. Namun, penyaluran kredit perseroan mengalami penurunan sebesar 15,1% dari Rp31,79 triliun di 2011 menjadi Rp26,98 triliun. Sedangkan pada akhir tahun 2013 mendatang penyaluran kredit ditargetkan menyentuh angka Rp34 triliun. [ardi/ant]

BERITA TERKAIT

Kominfo Targetkan Kebijakan 5G Rampung Tahun Ini

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan akan merampungkan kebijakan 5G tahun ini. “Tahun ini harus sudah keluar kebijakannya karena kita…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…

Waskita Targetkan Kontrak Baru Rp 55 Triliun

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menargetkan total kontrak baru sekitar Rp55 triliun,”Total kontrak baru…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pemerintah Diminta Stabilkan Harga Sawit

  NERACA   Kampar - Masyarkat Riau mayoritas berprofesi sebagai petani sawit yang nasibnya bergantung pada harga jual buah sawit.…

Tekankan Peningkatan Kesejahteraan Pasca Inhil Jadi Kluster Kelapa di Indonesia

  NERACA   Indragiri Hilir - Dalam rangka mengembangkan dan meningkatkan turunan kelapa yang ada di Kabupaten Inhil, Bupati HM…

KIBIF Siapkan 20 Ribu Ekor Sapi untuk Pasar Domestik

    NERACA   Jakarta - Setelah resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Estika Tata Tiara…