Memperkuat Pemahaman Tentang NKRI - Pertukaran Pelajar Dalam Negeri

“Tuntutlah ilmu hingga ke negeri China.” Pepatah tersebut secara tidak langsung telah mendongkrak semangat para pelajar Indonesia untuk selalu belajar dimana saja sumber ilmu itu berada. Sehingga tidak sedikit pemuda Indonesia yang mengikuti program student exchange atau pertukaran pelajar ke luar negeri. Banyak sekali program pertukaran pelajar atau mahasiswa yang disediakan sekolah atau universitas yang ada di Indonesia.

Biasanya persyaratan yang harus dipenuhi mahasiswa untuk mengikuti pertukaran pelajar adalah administrasi nilai Test Of English as a Foreign Language (TOEFL), transkip nilai dan akademik. Setelah itu peserta mengikuti tes tertulis dan selanjutnya wawancara. Berbagai persyaratan dan seleksi dilakukan untuk melihat potensi apakah yang bersangkutan layak atau tidak untuk dikirim ke luar negeri.

Program seperti ini dimaksudkan untuk menambah pengalaman, memiliki banyak teman dari berbagai negara dan juga memperluas jaringan. Melalui interaksi dengan masyarakat negara lain, para pelajar dapat berbagi, memahami dan mencintai satu dengan yang lain diatas segala perbedaan yang ada. Dengan ini, diharapkan akan tumbuh pemimpin-pemimpin masa depan yang menghargai perbedaan serta menjunjung tinggi perdamaian dan persahabatan.

Namun perlu diketahui, selama masih dapat menangkap ilmu-ilmu yang ada, belajar bisa dilakukan dimana saja. Oleh karena itu, untuk menambah pengalaman, wawasan, dan memiliki banyak teman tidak harus selamanya keluar negeri, karena sebagai negara kepulauan, Indonesia mempunyai banyak sekali budaya yang bisa dipelajari.

Seperti yang diungkapka oleh Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Tb Dedi Gumelar. Menurut dia, pengenalan budaya negara lain memang penting, namun lebih penting lagi untuk mengenal nilai-nilai dan budaya di dalam negeri. Oleh karena itu, sambung dia, pemerintah harus memperhatikan agar program pertukaran pelajar dan pemuda hendaknya tidak hanya berorientasi ke luar negeri, tetapi justru lebih fokus dilakukan di dalam negeri.

Lebih lajut Dedi mengungkapkan, dengan pertukaran pelajar di wilayah Indonesia maka akan bisa menambah wawasan, memahami budaya suku-suku lain dan bisa memahami perbedaan yang pada giliranya akan memperkuat kesatuan dan persatuan bangsa serta memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

\"Saya sudah sampaikan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) agar program pertukaran pemuda dan pelajar lebih banyak dilakukan di dalam negeri. Hal ini penting sebagai salah satu cara memperkuat pemahaman tentang negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI),\" kata Dedi yang akrab dipanggil Miing beberapa waktu lalu.

Pernyataan tersebut dia sampaikan ketika mendampingi Wakil Ketua DPR Pramono Anung menerima sebayak 40 mahasiswa yang tergabung dalam Delegasi Forum Komunikasi Mahasiswa (FKM) Sekolah Pasca Sarjana Univeristas Pendidikan Indonesia (UPI) di Gedung DPR.

Related posts