Perlunya Asuransi Bagi Goweser dan Pembalap

Apapun profesi dan hobinya, seharusnya dapat di-cover oleh asuransi jiwa. Termasuk para pembalap. Balap mobil, balap motor, atau balap sepeda. Pesepeda sering disebut goweser. Selama ini, para pembalap selalu teken kontrak mati saat hendak mengikuti perlombaan. “Kini saatnya, tak ada lagi kontrak mati itu,” tutur Ketua Komunitas Goweser Jalur Pipa Gas (K-JPG) Serpong, Tangerang Selatan Ilham Baron.

Tekadnya pun berhasil. K-JPG berghasil menggaet perusahaan properti Sinar Mas Land mengadakan kejuaraan nasional sepeda gunung (mount bike-MTB) bertajuk Sinar Mas Land-JPG MTB XC Open Championship 2013 di Taman Kota 2 Bumi Serpong Damai (BSD) City, pada 13-14 April 2013. “Kalau selama ini kami selalu teken kontrak mati sebelum mengikuti balapan, sekarang peserta mendapat asuransi,” kata Ilham kepada Neraca, belum lama ini.

Menurut Ilham, selama ini panitia kejuaraan balapan menyatakan tak bisa dituntut jika peserta mengalami kecelakaan yang menyebabkan cidera maupun meninggal dunia. Sekarang, peserta kejuaraan membayar uang pendaftaran sebesar Rp 100 ribu/orang. Sebanyak Rp 20 ribu di antaranya disisihkan untuk premi asuransi.

Pada kejuaraan ini Sinar Mas Land dan JPG melakukan inovasi baru, yaitu mengasuransikan para pembalap di kejuaraan dalam rentang nilai pertanggungan antara Rp1 juta hingga Rp 25 juta. Sinar Mas Land adalah pengembang kota mandiri BSD City.

“Pertanggungan asuransi tersebut akan disesuaikan dengan cidera atau kecelakaan yang dialami peserta ketika mengikuti lomba,” ungkap Managing Director Corporate Strategy and Services Sinar Mas Land Ishak Chandra.

“Sinar Mas Land selalu berkomitmen untuk mendukung perkembangan olahraga nasional, khususnya di cabang balap sepeda gunung, dan berharap melalui kejuaraan ini mampu melahirkan bibit bikers baru yang berkualitas dan mampu berprestasi,” kata Ishak.

Asuransi berlaku satu bulan dimulai sejak tanggal aktivasi dan pembayaran santunan akan diberikan paling lambat 10 hari kerja dihitung setelah dokumen diterima dengan lengkap. “Asuransi terhadap pembalap sepeda gunung ini adalah yang pertama kalinya di Indonesia, khususnya cabang balap sepeda gunung,” tutur Ishak lagi.

Menurut dia, dengan adanya inovasi pemberian asuransi bagi para peserta lomba, membuat Sinar Mas Land semakin yakin dengan kualitas lomba yang diselengarakan JPG. Selain itu, para peserta lomba juga tidak perlu khawatir dengan keselamatan jiwanya ketika mengikuti lomba balap sepeda gunung extreme tersebut.

Hobi dan Prestasi

Menurut Ishak, kejuaraan itu dapat dijadikan ajang untuk mencetak atlet terbaik dan berprestasi serta upaya melahirkan bibit baru. Sudah tentu, kejuaraan itu juga menjadi sarana hiburan bagi masyarakat.

Ilham menuturkan, kejuaraan itu akan memperebutkan hadiah total senilai Rp 60 juta. Pihak K-JPG telah menyiapkan lintasan untuk sepeda XC (Cross Country) dan sepeda jenis All Mountain. Rute dan karakter trek telah disesuaikan dengan jenis sepedanya. “Ini ajang bagi pembalap maupun penghobi sepeda gunung,” ujar Ilham, pensiunan pembalap mobil dan motor.

Ada Sembilan kelas yang dilombakan. Yaitu Men Elite, Women Elite, Master A (30-40 Tahun), Master B (41-50 Tahun), Master C (50 Tahun ke atas), Junior (14-19 Tahun), Senior (20-29 Tahun), 16 Tahun ke atas (diatas 80 kg), dan Kelas MTB All Mountain (35 th - 50 th). Juara dari kelompok penghobi berusia 35-50 tahun akan mendapat hadiah satu unit sepeda KTM.

Ilham menjelaskan, Komunitas JPG telah mengadakan lomba sejenis sebanyak 5 kali di trek Taman Kota (Tako) 2 BSD City sejak 2010 dan kejuaraan terakhir adalah event JPG-Sinarmas Land Mountain Bike XC Open Championsip pada 14-15 Juli 2012.

“Kejuarantahun ini merupakan agenda pertama yang dimasukkan dalam daftar PB ISSI. Kejuaraan itu merupakan event balap sepeda gunung pertama di Indonesia untuk nomor cross country yang sistem waktunya menggunakan transponder,” tuturnya. Saat diadakan kejuaraan, JPG juga menggelar bazaar dan bursa sepeda di Taman Kota 2.

Komunitas JPG merupakan komunitas sepeda gunung tertua di Indonesia, karenanya hingga saat ini telah menjadi barometer sepeda gunung nomor cross-country di Tanah Air. Komunitas JPG didirikan pada tahun 2000, setelah beberapa kelompok dan individu pemain sepeda gunung atau sepeda off-road, khususnya cross-country, yang selalu saling bertemu di sebuah warung yang terletak di pinggir jalan desa yang juga kebetulan berada di area jalur pipa-gas milik Pertamina. (saksono)

Related posts