Tingkatkan Penjualan, Trisula Tambah Dua Brand Baru - Investasikan Dana Rp 40 Miliar

NERACA

Jakarta – Ekspansi bisnis PT Trisula International Tbk (TRIS) tidak hanya mengandalkan penambahan toko baru baru, tetapi juga menambah brand baru guna mendukung penjualan. Kuartal kedua tahun ini, perseroan berencana menambah brand baru untuk mendongkrak penjualan.

Direktur Utama PT Trisula International Tbk, Lisa Tjahjadi mengatakan, pihaknya akan menginvestasikan sekitar Rp 40 miliar untuk penambahan brand baru, “Kita targetkan tahun ini tambah dua brand baru. Sementara ini satu brand hampir pasti, saat ini dalam tahap negosiasi akhir. Satunya lagi nanti kita lihat lagi,” katanya di Jakarta, Rabu (10/4).

Menurutnya, biaya investasi penambahan brand baru tersebut akan diambil dari belanja modal. Dimana belanja modal tahun ini, perseroan menganggarkan dana sebesar Rp 60 miliar. “Capex ini sekitar Rp 40 miliar dari pinjaman bank, karena kita masih ada sisa dana IPO sebesar Rp 14,5 miliar,”ujarnya.

Selain itu, perseroan juga akan menambah 40 titik penjualan baru di dalam negeri. Hal ini dilakukan untuk meningkat kontribusi pendapatan perseroan dari penjualan ritel lokal yang saat ini belum mencapai 20%. Ada pun kontribusi pendapatan terbesar masih didominasi ekspor yang mencapai 80%.

Bagikan Dividen

Berkah mencatatkan laba bersih tumbuh 71% ditahun 2012 menjadi Rp 30,2 miliar, perseroan berencana membagikan dividen sebesar 30% dari laba bersih atau sekitar Rp9 per lembar saham.

Kata Lisa, penjualan yang berakhir pada Desember 2012 mencapai Rp559 miliar atau naik sebesar 19%. Sepanjang 2012, ritel domestik naik hingga 40%, di mana perseroan fokus di daerah Jabodetabek dengan penetrasi hingga 64%, Jawa Timur 10%, Sumatera 10%, Jawa Barat 6%, dan wilayah Indonesia Timur sebesar 6%. Titik penjualan pada tahun lalu mencapai 230 titik.

Disamping itu, pihaknya sudah melakukan perhitungan dan berharap lima tahun ke depan antara ritel lokal dan ekspor bisa seimbang kontribusinya terhadap pendapatan. Oleh karena itu, dengan ekspansi tersebut perseroan menargetkan penjualan di tahun 2013 mencapai Rp 675 milar atau naik 20%.

Untuk laba bersih, di targetkan sebesar Rp35 miliar. Dia mengungkapkan, peningkatan laba yang ditargetkan tahun ini memang lebih kecil dibanding tahun lalu, demikian juga dengan target penjualan. “Ini karena banyak alokasi dana kita untuk penambahan titik penjualan, juga reserve untuk brand baru yang juga membutuhkan banyak biaya. Tahun depan baru petik buahnya,” ungkapnya.

Lanjutnya, untuk kinerja kuartal pertama tahun ini juga tidak tumbuh signifikan. Hal ini sebagai akibat dari adanya bencana banjir dan kenaikan upah minimum di awal tahun. “Jadi pertumbuhanya flat. Tetapi kami optimis di kuartal berikut akan tumbuh, terutama jelang lebaran,” paparnya.

Pasar Masih Prospek

Sebaliknya, Direktur Pemasaran Trisula Rudolf Simarmata menambahkan, pihaknya sangat optimis bahwa ke depan, ritel fashion di dalam negeri akan tumbuh signifikan. Ini didukung dengan potensi pasar yang ada masih sangat besar dan terus tumbuh pula, “Rasio populasi penduduk kita dengan pusat belanja masih kecil, yakni per 1 juta penduduk baru dilayani oleh 3 mall. Sementara di Singapura sudah sekitar 4-6 mall per 1 juta penduduk dan ini menjadi indikasi bahwa bisnis ritel fashion sangat prospektif,”ungkapnya.

Di sisi lain, lanjut dia, pasar di indonesia sangat besar. Ini bisa dilihat dari penduduk kelas menengah yang terus tumbuh, menaikan daya beli konsumen. Memang, saat ini bisnis TRIS masih mendominasi di area Jabodetabek, namun, kata Rudolf, akan tetap berekspansi ke daerah lain. “Karena konsumsi rumah tangga individu terus meningkat, investor mall tentu akan kembangkan mall di luar Jabodetabek. Maka retail fashion juga akan berkembang mengikuti pertumbuhan mall,” kata dia. (bani)

Related posts