HSBC Indonesia: Aturan Kartu Kredit Positif

NERACA

Jakarta- Head of Customer Value Management HSBC Indonesia, Vira Widiyasari, menyatakan aturan Bank Indonesia (BI) terkait kartu kredit akan berdampak positif bagi industri perbankan ke depan, untuk mencegah melonjaknya kredit bermasalah.\"Aturan BI ini sangat baik untuk industri secara jangka panjang. Karena kita di Indonesia kan tidak untuk jangka pendek. Aturan ini untuk mencegah NPL (nonperforming loan/kredit bermasalah),\" kata Vira di Jakarta, Rabu (3/4).


Bank Indonesia melalui Surat Edaran (SE) No 14/34/DASP mengatur bunga kartu kredit sebesar 2,95% per bulan atau 35,4% per tahun.Bank sentral sebelumnya juga mengatur terkait persyaratan kepemilikan kartu kredit bagi nasabah dan tata cara penagihan oleh bank kepada nasabah.Aturan tersebut berlaku sejak 1 Januari 2013.


Vira mengatakan aturan yang dikeluarkan bank sentral berdampak kepada seluruh bank. Namun bagi HSBC dampak tersebut dapat diminimalisir, sebab kartu kredit HSBC lebih banyak menyasar nasabah kelas atas.\"Bisnis kartu kredit yang terpenting jumlah transaksinya. Kalau jumlah kartu diedarkan banyak, tapi transaksi kecil percuma. Dan kami pasti akan mematuhi aturan Bank Indonesia ini,\" ujarnya.


Pada bagian lain Vira mengatakan peluncuran kartu kredit premium HSBC Visa Signature Card, Rabu, juga sebagai wujud optimisme HSBC atas pertumbuhan positif perekonomian Indonesia ke depan.Berdasarkan riset yang dilakukan HSBC, pada 2030 perekonomian Indonesia akan mencapai peringkat tujuh dunia. Pada saat itu, diprediksi jumlah nasabah premium Indonesia akan mencapai 6,8 juta, dari total saat ini 2,3 juta jiwa.


\"HSBC senang bisa ada di Indonesia. Dengan pertumbuhan perekonomian Indonesia yang positif, kami selaku bank bisa memberikan servis dengan kebutuhan nasabah premium,\" ujar dia.Dia menambahkan, dengan peluncuran HSBC Visa Signature Card, HSBC menargetkan bisa meraup lima persen dari total nasabah premium.


\"Kami memiliki tim khusus untuk mengenalkan layanan ini kepada masyarakat. Nanti kami akan datang ke berbagai lokasi, di sana masyarakat bisa melihat apa yang bisa diberikan kartu kredit HSBC, khususnya saat mereka bepergian baik di dalam maupun luar negeri,\" kata dia. [ardi]

BERITA TERKAIT

Sentimen Positif Rupiah Topang Kinerja IHSG

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (15/1), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat…

Perlu Aturan Uang Digital

Di tengah makin maraknya peredaran uang digital, hingga saat ini baik Bank Indonesia (BI) maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terlihat…

KONDISI 2018 LEBIH BURUK DIBANDINGKAN SURPLUS 2017 - BPS: Neraca Perdagangan Indonesia Defisit US$8,57 Miliar

Jakarta-Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan neraca perdagangan Indonesia (NPI) mengalami defisit hingga US$8,57 miliar sepanjang Januari-Desember 2018. Angka defisit ini…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Bantuan 50 Ekor Ayam Kementan Bantu Kehidupan Masyarakat

    NERACA Tasikmalaya - Kehidupan Cicih, seorang buruh tani di Desa Kiarajangkung, Kec. Sukahening, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat, menjadi…

Utang Luar Negeri Naik 7% Jadi Rp5.220 Triliun

  NERACA Jakarta - Utang luar negeri Indonesia naik tujuh persen secara tahunan menjadi 372,9 miliar dolar AS per akhir…

PII Ingin Berikan Kenyamanan Berinvestasi - Indonesia PPP Day 2019

  NERACA Singapura - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyelenggarakan Indonesia Public Private Partnership (PPP) Day 2019 di Singapura pada Selasa, (15/01)…