Tren Menguat, IHSG Menuju Rekor Level 5.000

NERACA

Jakarta – Selangkah lagi, penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) tembus di angka level 5.000. Tercatat mengakhiri perdagangan Rabu sore kemarin, indeks BEI ditutup 24,215 poin (0,49%) ke level 4.981,466. Sementara Indeks LQ45 ditutup naik 6,475 poin (0,77%) ke level 843,491.

Tiga hari berturut-turut indeks mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Rekor ini dibantu oleh dana asing yang terus mengalir masuk lantai bursa sejak awal tahun ini. Kata analis Trust Securities, Reza Priyambada, penguatan indeks BEI masih dipicu aksi beli investor asing, “Indeks BEI kembali melanjutkan \'raly\' penguatan menuju level 5.000 poin,\" katanya di Jakarta, Rabu (3/4).

Dia menambahkan, salah satu katalis penguatan indeks BEI yakni pelaku pasar asing yang masih mengambil posisi beli bersih (net buy) pada Rabu senilai Rp554,645 miliar. Sementara analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono menambahkan, bursa AS yang berada dalam area positif seiring dengan meredanya kekhawatiran terhadap krisis utang di Eropa menambah sentimen baik bagi bursa saham domestik.

Purwoko mengemukakan, tiga berita dari Eropa yang membuat kekhawatiran mereda terhadap krisis utang, yakni Cyprus diberikan tambahan dua tahun hingga 2018 untuk mengimplentasi ketentuan yang berhubungan dengan dana bantuan.

Lalu, pengangguran di Spanyol mengalami penurunan bulan Februari dan Presiden Italia membentuk komite dan telah mulai melakukan negosiasi untuk membentuk pemerintahan baru. Berikutnya, indeks BEI Kamis diproyeksikan akan bergerak berfluktuasi dengan kecenderungan menguat terbatas pada kisaran 4.972-4.997 poin.

Rekor tertinggi IHSG sebelumnya ada di level 4.957,251 pada penutupan perdagangan kemarin, setelah indeks naik 19,676 poin (0,40%). Tujuh sektor berhasil menguat, dipimpin oleh infrastruktur dan pertambangan, sehingga membantu pencetakan rekor IHSG. Sayangnya, penguatan IHSG terhambat oleh koreksi saham-saham konstruksi, aneka industri dan agrikultur.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 186.356 kali pada volume 7,838 miliar lembar saham senilai Rp 6,791 triliun. Sebanyak 119 saham naik, sisanya 140 saham turun, dan 106 saham stagnan.

Bursa-bursa di regional menutup perdagangan Rabu dengan mixed. Pasar saham Jepang melonjak tinggi menjelang pertemuan dua hari Bank Sentral Jepang guna membahas pertumbuhan ekonomi.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.700 ke Rp 37.700, Inti Bangun (IBST) naik Rp 1.150 ke Rp 6.950, Fast Food (FAST) naik Rp 1.100 ke Rp 12.200, dan Indofood CBP (ICBP) naik Rp 800 ke Rp 10.600.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 950 ke Rp 52.000, Lion Metal (LION) turun Rp 600 ke Rp 13.000, Akasha Wira (ADES) turun Rp 450 ke Rp 4.200, dan Lippo Cikarang (LPCK) turun Rp 250 ke Rp 6.150.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup naik 11,651 poin (0,24%) ke level 4.968,902. Sementara Indeks LQ45 menguat 2,125 poin (0,25%) ke level 839,141. Perburuan saham-saham di sektor finansial, terutama saham bank yang membuat indeks bisa kemblai ke zona hijau. Saham-saham lapis dua di sektor infrastruktur juga ikut membantu penguatan indeks.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 106.935 kali pada volume 4,215 miliar lembar saham senilai Rp 3,294 triliun. Sebanyak 122 saham naik, sisanya 126 saham turun, dan 92 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.150 ke Rp 37.150, Inti Bangun (IBST) naik Rp 1.000 ke Rp 6.800, Mayora (MYOR) naik Rp 900 ke Rp 28.050, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 600 ke Rp 19.250.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Lion Metal (LION) turun Rp 600 ke Rp 13.000, Lippo Cikarang (LPCK) turun Rp 250 ke Rp 6.150, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 250 ke Rp 52.700, Nippon Indosari (ROTI) turun Rp 200 ke Rp 7.750.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 15,14 poin atau 0,31% ke posisi 4.972,39. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 3,79 poin (0,45%) ke level 840,81, “Indeks BEI masih akan mampu melanjutkan penguatannya seiring positifnya sentimen dari bursa regional pagi ini,\" kata analis Samuel Sekuritas, Yualdo Yudoprawiro.

Yualdo Yudoprawiro menambahkan mayoritas bursa regional Rabu pagi dibuka menguat didorong sentimen positif dari salah satu data ekonomi AS yakni \"factory orders\" di bulan Februari dinilai lebih baik dari ekspektasi.\"Data \'factory orders \'AS di bulan Februari kembali naik tiga persen seiring kenaikan permintaan dari sektor otomotif dan industri penerbangan,\" ujarnya.

Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng, pada Rabu dibuka menguat 37,44 poin (0,17%) ke level 22.405,26, indeks Nikkei-225 naik 208,09 poin (1,73%) ke level 12.211,52, Straits Times melemah 2,19 poin (0,07%) ke posisi 3.315,40. (bani)

Related posts