Lion Air Tambah Investasi Rp3 Triliun

NERACA

Batam- Badan Pengusahaan (BP) Batam dan PT Lion Air Grup menandatangani kerjasama investasi senilai Rp3 triliun untuk pembangunan maintenance repair and overhaul (MRO/hanggar) di Bandara Internasional Hang Nadim Batam pada lahan seluas 12 hektar.

Penandatanganan dilakukan antara Direktur PT Lion Teknik, Romdani dengan Anggota I Deputi Bidang Sarana dan Prasarana BP Batam, I Wayan Subawa di Gedung BP Batam, Selasa.

\"Kami saat ini tengah membangun hangar di lahan empat hektar di Hang Nadim Batam. Dengan penambahan lahan hingga 16 hektar, kami akan segera membangun hanggar yang lebih besar,\" kata Direktur PT Lion Teknik Adang sesaat setelah penandatanganan kerjasama.

Ia mengatakan, sebelumnya Lion Air sudah mendapatkan alokasi empat hektare yang kini dalam tahap pembangunan dengan nilai investari Rp500 miliar.

Total saat ini Lion Air mendapatkan alokasi 16 hektar lahan yang akan dibangun MRO dengan investasi mencapai Rp3,5 triliun.

\"Lion Air juga akan bekerjasama dengan pihak pabrikan sseperti Boeing dan Airbus untuk menyuplai mesin, dan komponen-komponen pesawat yang akan ditempatkan di Hang Nadim Batam,\" kata dia.

Kesuluruhan hangar yang akan dibangun tersebut, kata dia, akan mampu memuat sedikitnya 16 pesawat jenis Boeing 737 dan 747 milik Lion Air dan pesawat lain milik Lion grup.

Pemilihan Batam sebagai lokasi hanggar Lion untuk wilayah Barat, kata dia, karena fasilitas yang terdapat dibandara Hang Nadim Batam seperti runway (landasan pacu) yang dimiliki sudah bisa untuk didarati pesawat berukuran besar.

Landasan pacu Hang Nadim Batam dengan panjang 4,025 kilometer mampu didarati pesawat berukuran besar seperti Boeing 747.

Kasubdit Humas dan Publikasi BP Batam, Ilham Eka Hartawan mengataka, saat ini untuk pembangunan hanggar seluas empat hektar sudah mencapai 60 persen.

\"Pihak Lion menyatakan, hanggar tersebut akan mulai beroperasi pada Juni-Juli nanti dan mereka akan segera membangun pada lahan 12 hektar yang baru dialokasikan,\" kata dia.

Selain Lion, Kata Ilham, BP Batam juga mengalokasikan lahan sekitar 100 hektar untuk PT Ilthabi yang juga akan dibangun MRO dan pabrik pesawat. [ardi/ant]

Related posts