FSI Peka Fund donasikan Rp900 juta - Lestarikan Orangutan

Reksa Dana First State IndoEquity Peka Fund (FSI Peka Fund) mendonasikan Rp900 juta kepada Yayasan Kelola dan The Borneo Orangutan Survival Foundation(BOSF) sebagai bentuk dukungan kepedulian kepada masyarakat dan lingkungan. Donasi ini berasal dari 0,5% nilai investasi yang dikelola di dalam FSI Peka Fund.

“Kami berkomitmen untuk dapat terus memberi dukungan terhadap perkembangan produk-produk investasi bertanggung jawab sosial di masa yang akan datang,” kata sang Presdir,Hario Soeprobo beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, dana dari FSI Peka Fund turut mendukung dan mempromosikan seniman-seniman Indonesia melalui Yayasan Kelola. Di tahun 2013 ini, FSI Peka Fund meningkatkan jumlah donasi kepada Yayasan Kelola dari Rp400 juta di tahun lalu menjadi Rp500 juta.

Karenanya, pengurus Yayasan Kelola, berhasil mendukung atas terciptanya sebuah pementasan 11 karya Hibah Seni Kelola. “Dengan sumbangan dana FSI Peka Fund, tahun lalu kami berhasil mendukung penciptaan program tadi, waktu itu menjangkau lebih dari 8,000 penonton di 8 provinsi di Indonesia,” tutur Ketua Pengurus Yayasan Kelola,Linda Hoemar Abidin.

Selain itu, lanjut Linda, salah satu kelompok kesenian yang didanai oleh FSI Peka Fund di tahun 2011, kelompok tari kontemporer berbasis pencak silat asal Padang, Nan Jombang, terpilih dari ratusan kelompok seni seluruh dunia untuk pertunjukan keliling Amerika Serikat selama sebulan sebagai bagian dari program diplomasi kebudayaan Hillary Clinton yang pada saat itu menjabat sebagai Menteri Luar Negeri AS.

Sedangkan donasi sejumlah Rp400 juta diberikan kepada Yayasan BOS. Karena,tanpa tindakan dan perubahan nyata melindungi orangutan dan hutan yang menjadi habitatnya, dalam satu atau dua dekade ke depan, orangutan diperkirakan akan punah. \"Ya, kenyataannya seperti itu,\" kataCEO Yayasan BOS,Jamartin Sihite mengungkapkan,

Oleh karena itu, lanjut Martin, dukungan pendanaan seperti yang diberikan oleh FSI dan Citibank akan sangat membantu dalam mengelola area konservasi sebagai habitat orangutan, dan mengoperasikan dua pusat rehabilitasi orangutan di Kalimantan yang saat ini merawat lebih dari 800 orangutan yang terusir dari habitatnya dan/atau yatim piatu.

Dilain sisi, Harsya Prasetyo (Retail Investment & Consumer Treasury Head Citi Indonesia) menginginkanFSI Peka Fund secara aktifselalumencari organisasi atau yayasan yang bergerak dalam pengembangan masyarakat dan lingkungan. Namun, lebih berfokus kepada organisasi atau yayasan yang bersifataction-based, bukan yangcampaign-based.“Karena tujuan pendanaan kami adalah untuk mendatangkan perubahan konkrit dan nyata bagi masyarakat,” ujar dia.

Sehingga, FSI Peka Fund yang dikelola olehFirst State Investments Indonesia(FSI Indonesia) dan Citibank Indonesiamampu menjadi reksa dana pertama yang mengusung konsep tanggung jawab sosial di Indonesia.

BERITA TERKAIT

Wallex Bidik Remitansi US$ 10 Juta Perbulan - Resmi Beroperasi di Indonesia

NERACA Jakarta - Setelah beroperasi di Singapura, Wallex Technologies (Wallex.Asia) merambah bisnisnya di Indonesia. Sebelum menjalankan kegiatannya, perusahaan teknologi finansial…

Cadangan Devisa Naik US$400 Juta

    NERACA   Jakarta - Cadangan devisa Indonesia naik sekitar 400 juta dolar AS menjadi 115,2 miliar dolar AS…

Trada Alam Bukukan Laba US$ 6,65 Juta

PT Trada Alam Minera (TRAM) pada kinerja kuartal III-2018 mencatatkan kenaikan tajam pada pertumbuhan pendapatan. Dengan begitu, perusahaan perkapalan ini…

BERITA LAINNYA DI CSR

Ringankan Beban Korban Gempa Palu - Sharp Gelar Trauma Healing dan Pengobatan Gratis

Sebagai bentuk rasa kemanusian dan kepedulian terhadap korban bencana gempa Palu, Sigi, Donggala dan sekitarnya, PT Sharp Electronics Indonesia melalui…

Gelar Pelatihan Kewirausahaan - Go-Jek Lebih Dari Sekedar Alat Transportasi

Sukses dan maju bersama para mitranya menjadi prinsip besar Go-Jek sebagai platform on-demand terdepan di Indonesia. Hal tersebut ditunjukkan Go-Jek…

Inovasi Program RISE - Memberdayakan Disabilitas From Zero To Hero

Stigma negatif baik dalam keluarga dan masyarakat masih menghantui penyandang disabilitas. Pasalnya, penyandang disabilitas dianggap sebagai beban, merepotkan, memalukan, tidak…