6640 Desa Disasar PPIP

NERACA

Jakarta – Sebanyak 6640 desa disasar dalam Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP) yang digulirkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya pada tahun 2013 ini. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Pengembangan Permukiman Cipta Karya Amwazi Idrus dalam Sosialisasi tingkat pusat PPIP 2013 di Jakarta, Senin malam (25/3).

Desa sasaran PPIP tersebut terdiri dari 1500 desa reguler dimana dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) telah dialokasikan pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tiap kabupaten, 4.550 desa akan didistribusikan melalui revisi DIPA yang akan teralokasikan pada setiap kabupaten, dan 600 desa melalui program Rural InfrastructureSupport (RIS) for PNPM yang dananya berasal dari pinjaman. Setiap desa sasaran akan mendapatkan dana masing-masing sebesar Rp250 juta.

“Dana BLM program pemberdayaan ini tahun 2012 lalu telah terserap sebanyak 99,73%, dimana masih terdapat 8 desa yang belum melakukan penyerapan. Meskipun dana penyerapan BLM tinggi, namun realiasasi laporan keuangan hanya mencapai 75%. Hal ini diakibatkan belum diikuti dengan ketaatan dalam melakukan progres pembangunan di lapangan,” jelas Amwazi.

Amwazi berharap laporan tersebut dapat disampaikan kepada Satker PPIP Tingkat Pusat dalam waktu dekat, mengingat hasil konsolidasi tersebut akan menjadi salah satu faktor yang dinilai pada audit kinerja Satker PPIP Tingkat Pusat.

Terkait dengan pelaksanaan program tahun 2013 ini, Amwazi mengingatkan bahwa tahun 2013 ini merupakan tahun politik. Semua orang, baik itu anggota DPR, Bupati, Walikota akan mengklaim program ini adalah miliknya. Tidak hanya itu saja, Lembaga Swadaya Masyarakat atau LSM juga memanfaatkan program ini untuk \"memeras\". Untuk itu ia meminta kepada seluruh kasatker PPIP agar berhati-hati dalam pelaksanaannya dan menjalankan sesuai dengan aturan yang ada.

\"Kalau di lapangan tidak ada yang serius tidak usah ditanggapi. Namun jika ada yang memaksakan, seperti kader-kadernya harus menjadi fasilitator, maka prosesnya harus sesuai dengan aturan yang berlaku. Program ini adalah untuk masyarakat miskin, jangan mempermainkan dana untuk masalah kemiskinan,\" tegas Amwazi.

Dengan tambahan desa tahun 2013 ini, berarti PPIP telah menyasar sebanyak 23 ribu desa terhitung sejak 2007. Jumlah ini hampir separuh dari jumlah desa di Indonesia yang berjumlah 70 ribu desa. Dari seluruh desa itu, sebanyak 10 ribu desa disasar melalui program P2KP.

Sosialisasi PPIP tingkat pusat ini akan dilaksanakan selama empat hari dengan agenda sosialisasi PPIP 2013 dan sosialisasi post audit 2012 yang diikuti oleh 280 peserta. Dalam forum sosialisasi ini diharapkan dapat dicapai persamaan persepsi, berbagi pengalaman dan dukungan yang penuh dari pemerintah daerah untuk memperoleh manfaat yang optimal dalam penanggulangan kemiskinan melalui program pro rakyat ini. [iqbal]

BERITA TERKAIT

Lippo Cikarang Berikan Pengobatan Gratis Warga Desa Jayamukti

Bantu Warga Desa Jayamukti   Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), PT Lippo Cikarang…

Sebagian Warga di 6 Desa di Halmahera Utara Telah Mencoblos

Sebagian Warga di 6 Desa di Halmahera Utara Telah Mencoblos NERACA Jakarta - Sekretaris Desk Pilkada Kementerian Dalam Negeri, Akmal…

Realisasi Dana Desa di Papua Capai Rp2,5 Triliun

      NERACA   Jayapura - Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Papua mengungkapkan hingga 4 Juli…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Gelombang Penolakan Akuisisi Pertagas oleh PGN

      NERACA   Jakarta - Gelombang penolakan terhadap keputusan pemerintah untuk mengakuisisi PT Pertamina Gas (Pertagas) oleh PT…

Teknologi Samsung untuk Penggemar Olahraga

  NERACA Jakarta – Masyarakat mulai mengganderungi olahraga. Berbagai macam jenis olahraga pun dilakoni asalkan mengeluarkan keringat. Hadirnya teknologi turut…

Aver Tawarkan Kemudahan Kolaborasi Di Era Digital

      NERACA   Jakarta - Pertumbuhan pesat dari industri digital di Indonesia telah mendorong munculnya tren Virtual Office,…