Industri Kreatif RI Berpotensi Kuasai Pasar Dunia

NERACA

Jakarta - Pertumbuhan industri kreatif di Indonesia cukup tinggi setiap tahunnya dan hendaknya bisa menjadi salah satu pilar penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Produk industri kreatif di Indonesia masih membuka pasar yang lebar bagi pertumbuhan ekonomi. Bahkan, kalangan pengamat meyakini, industri kreatif Indonesia berpotensi menguasai pasar dunia, apabila dikembangkan dengan benar.

Tercatat, pada 2002, total perdagangan industri kreatif dunia mencapai US$267 miliar dan meningkat hampir mencapai US$500 miliar saat ini. Data Badan Pusat Statistik (BPS) juga menyebutkan industri kreatif berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) pada urutan ke-7 dari 10 sektor lapangan usaha.

Pemerintah sendiri telah mencanangkan industri kreatif sebagai salah satu andalan dalam mengontribusikan produk domestik bruto (PDB) seiring besarnya potensi industri tersebut. Terkait rencana pengembangan industri kreatif di Indonesia hingga 2025 akan disusun cetak biru (blue print) dan program aksi dengan sasaran mewujudkan ekonomi kreatif bangsa yang lebih terarah dengan berbasiskan budaya dan teknologi.

Namun, semua menyadari, Indonesia juga terus diserbu produk asing, mulai dari komoditas budaya, kesenian, film, sampai pada produk kebutuhan dasar. Padahal, potensi Indonesia untuk menguasai pasar dunia melalui industri kreatif berbasis budaya sangat besar. \"Kondisi seperti itu, disadari atau tidak, dapat merusak tatanan budaya dan perekonomian,” ungkap pengamat sosial Karina Soerbakti ketika berbincang dengan wartawan di Jakarta, akhir pekan lalu.

Karina Soerbakti yang merupakan alumnus Monash University ini menuturkan, serbuan luar negeri ke Indonesia sangat berpengaruh terhadap pola kehidupan masyarakat. Misalnya, dari aspek budaya.

Menurut dia, saat ini, generasi muda Indonesia banyak yang sudah lupa terhadap budayanya sendiri, bahkan terhadap kesenian asli Indonesia saja mereka sudah tidak memiliki rasa ketertarikan. \"Padahal, jika dikemas dengan baik, budaya dan kesenian kita itu sangat menarik untuk diangkat ke permukaan,\" ujarnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, sektor jasa kreatif kini semakin menarik. \"Selain produk, sektor jasa kreatif juga sangat menarik. Contohnya, kita bisa saja mengemas pertunjukan kesenian Indonesia sehingga menjadi tontonan yang menarik dan lebih sering dipertontonkan di negara lain\", tambah Master Media and Communicaton ini. Hal seperti ini kan merupakan bagian dari industri kreatif,\" paparnya.

Karina menyimpulkan, jika segenap pemangku kepentingan sadar tentang Indonesia, maka berbagai potensi bisa dikembangkan. \"Oleh sebab itu, jika kita mengenal negeri kita lebih jauh, sebenarnya banyak potensi yang dapat dikembangkan. Sehingga pada akhirnya, perekonomian nasional juga dapat meningkat. Dengan demikian tentu permasalahan-permasalahan sosial dapat direduksi,\" pungkasnya.

BERITA TERKAIT

PNM Dorong UKM Lebih Inovatif dan Kreatif

PNM Dorong UKM Lebih Inovatif dan Kreatif NERACA Jambi - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melakukan pendampingan terhadap pelaku Usaha…

Dunia Usaha - Otomatisasi dalam Revolusi Industri 4.0 Tidak Bisa Dihindari

NERACA Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai Revolusi Industri 4.0 merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari dan harus dijalani.…

Kawasan Industri Kendal Serap 50 Investor dan 5.000 Naker

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian memberikan apresiasi kepada Kawasan Industri Kendal (KIK) yang telah mampu menarik 50 investor dengan target…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Pemerintah Akselerasi Pengembangan Kendaraan Listrik

NERACA Jakarta – Pemerintah segera menyiapkan fasilitas insentif fiskal dan infrastruktur dalam upaya mengakselerasi pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. Untuk…

Kebutuhan Gula Seiring Kinerja Positif Industri Pengguna

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian memproyeksi kebutuhan gula kristal rafinasi (GKR) untuk sektor industri makanan dan minuman serta industri farmasi…

Songsong Era Digital, Kemenperin Beri Pengarahan

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian menyambut kehadiran 375 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) hasil rekrutmen tahun 2018. Jumlah tersebut terdiri…