Solusi Hadapi Tingginya Biaya Pendidikan - Asuransi Pendidikan

Sedia payung sebelum hujan, dengan biaya pendidikan yang terus meningkat, persiapan dini dengan mengalokasikan asuransi untuk biaya pendidikan anak adalah salah satu solusi terbaik menghadapi tingginya biaya pendidikan pada tahun-tahun mendatang.

NERACA

Bicara masalah anak berarti bicara masa depan mereka. Banyak cara yang dapat dilakukan orang tua untuk mempersiapkan masa depan anak, dan cara yang paling ampuh adalah dengan pendidikan. Mengapa? Karena pendidikan adalah investasi masa depan.

Seperti diketahui, besarnya rupiah yang harus dikeluarkan untuk pendidikan merupakan faktor utama yang harus disiapkan untuk masa depan sang buah hati. Tidak bisa dipungkiri lagi, semakin lama kebutuhan hidup akan meningkat begitu juga dengan biaya pendidikan buah hati. Minimal inflasi yang terjadi adalah 10% per tahun.

Takaful Agency Supervisor PT Asuransi Takaful Keluarga/Takaful Indonesia, Rusni Cindra mengatakan biaya pendidikan pada saat ini sudah cukup tinggi. Sebuah universitas swasta terkenal di Jakarta ada yang meminta uang kuliah sebesar sekitar Rp 200 - 250 juta bagi mereka yang masuk kuliah tahun 2011 ini selama 5 tahun sampai lulus nanti.

Sudah biaya pendidikan di rasa mahal, lanjut dia, jumlah tersebut biasanya akan terus naik dari tahun ke tahun. Dengan asumsi kenaikan sebesar 10 % per tahun, maka dalam 17 tahun mendatang, bukan tidak mungkin Biaya Kuliah selama 5 tahun di S1 bisa mencapai sekitar Rp 500 juta.

Bagi orang tua yang mampu dapat menyiapkan dana khusus sesuai dengan kebutuhan real bagi pendidikan anaknya hingga lulus kuliah dan bekerja, tetapi bagaimana dengan orang tua yang secara finansial belum mampu? Jika tidak direncanakan sedini mungkin maka nantinya orang tua akan kewalahan dalam menghadapi masalah pendidikan anak. Bisa jadi kebutuhan pendidikan anak dikesampingkan untuk kebutuhan yang lain.

Kini sudah banyak produk yang ditawarkan untuk masalah pendidikan anak, salah satu produk yang cukup dilirik masyarakat adalah asuransi pendidikan. Ibarat sedia payung sebelum hujan, dengan biaya pendidikan yang terus meningkat, persiapan dini dengan mengalokasikan asuransi untuk biaya pendidikan anak adalah salah satu solusi terbaik menghadapi tingginya biaya pendidikan pada tahun-tahun mendatang.

Memang ada beberapa keluarga yang tidak mengikutkan anaknya ke dalam program asuransi pendidikan. Mereka lebih memilih untuk menabung sendiri dan menyiapkan dana sendiri. Cara dan metode ini juga tidak salah karena lebih baik daripada tidak menyiapkan sama sekali biaya pendidikan untuk anak. Namun, masih ada beberapa keluarga yang tidak mencadangkan dananya untuk biaya pendidikan anak.

Menurut ahli perencana keuangan, asuransi pendidikan dibutuhkan jika seseorang tidak punya kemampuan disiplin untuk menyisihkan pendapatan untuk masa depan anak atau mempertimbangkan resiko yang terjadi kemudian hari. Maka pada kondisi seperti itulah diperlukan asuransi pendidikan untuk anak.

Asuransi pendidikan anak merupakan produk yang dirancang sebagai sarana menabung untuk menyediakan sejumlah uang ketika anak mencapai usia untuk masuk sekolah atau perguruan tinggi, umunya pada usia 13-19 tahun. Dana asuransi yang diterima dapat digunakan untuk membayar uang masuk dan biaya lain pada jenjang pendidikan anak yang lebih tinggi.

Berbeda dengan menabung di bank, dengan asuransi pendidikan pemegang polis bisa memiliki kepastian bahwa jika terjadi musibah pada diri mereka, pendidikan anak dapat terus berlanjut tanpa halangan.

Banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dengan ikut asuransi pendidikan. Salah satunya adalah cover biaya pendidikan untuk anak apabila pihak kepala keluarga meninggal dunia. Dan masih banyak manfaat lain yang bisa kita dapatkan tergantung dari penyedia layanan asuransi pendidikan.

Dilihat dari jenisnya, asuransi pendidikan sebenarnya adalah salah satu bentuk asuransi dwiguna yang pembayaran jatuh temponya mengikuti usia anak. Karena itu, produk asuransi ini juga bisa memiliki fitur berpartisipasi atau tidak partisipasi.

Saat ini banyak asuransi pendidikan yang marak ditengah-tengah masyarakat. Mulai dari konvensional hingga asuransi pendidikan yang syariah. Semuanya menawarkan kelebihan-kelebihan masing-masing. Asuransi syariah secara teoritis masih menginduk kepada kajian ekonomi islam secara umum. Oleh karena itu, asuransi syariah harus tunduk kepada aturan-aturan syariah. Inilah yang kemudian membentuk karakteristik asuransi syariah secara dan membedakannya dengan asuransi konvensional.

BERITA TERKAIT

Peran Asuransi dalam Pencapaian SDGs

Oleh: Bahtiar Fitkhasya Muslim, Kepala Subbidang Kebijakan Asuransi, Dana Pensiun, dan Penjaminan Syariah, BKF Pada tahun 2015, 193 negara mengadopsi Sustainable…

Bersama Hadapi Ancaman Keamanan Kesehatan

Perubahan iklim dan peningkatan resistensi anti-mikroba telah mendorong peningkatan munculnya new-emerging diseases dan re-emerging diseases yang berpotensi pandemik dengan karakteristik…

Buka Kelas Presentasi Pelayanan Asuransi

Perusahaan penerbangan Lion Air membuka kelas-kelas presentasi untuk memahami klaim asuransi di Hotel Ibis Cawang, Jakarta, bagi keluarga dari penumpang…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…