Agen Perubahan dari Kalangan Ibu

Sebagaiagent of development, kaum ibudapat menginspirasi dan menularkan perilaku hidup bersih dan ramah lingkungan yangefektifbagi pengembangan masyarakat dan bangsa. NERACA Berbicara mengenai ekonomi adalah juga berbicara mengenai kaum ibu. Sebab kenyataannya, kaum ibu adalah agent of development yang perannya sangat dibutuhkan dalam perkembangan perekonomian. Lebih dari seabad lalu, kartini telah mengemukakan bahwa tiap wanita harus memiliki kemandirian secara ekonomi, agar dirinya punya kuasa dan posisi dalam hubungan domestik, keluarga, dan lingkungan sekitar. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar mengatakan, perempuan merupakan aset dan potensi luar biasa untuk mengurangi angka kemiskinan, mewujudkan pembangunan, perdamaian, dan keamanan. Jika mereka diberdayakan secara ekonomi dan intelektualitas, maka sangat efektif bagi pengembangan masyarakat dan bangsa. Partisipasi kaum ibu dalam pertumbuhan ekonomi yang sangat penting itu tidak hanya untuk menurunkan tingkat kemiskinan dikalangan perempuan, tetapi juga sebagai pondasi yang kokoh di sektor lain. Dalam pertumbuhan ekonomi dunia misalnya, kaum ibu menanamkan kembali lebih dari 90% pendapatan mereka pada sektor kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan keluarga. Selain itu, kaum ibu memegang peran luhur dan strategis dalam mewujudkan lingkungan sehat dan sejahtera. Dalam hal pendidikan keluarga, Ibu bersama suaminya terlibat dalam mendidik generasi penerus sekaligus menjadi cermin bagi anak-anaknya.Tak hanya dalam lingkup keluarga, para ibu bahkan mampu memberi kontribusi besar dalam memajukan masyarakat dimana mereka tinggal. Seiring dengan semakin populernya kegiatan Corprate Social Responsibility (CSR), berbagai lembaga pun mencoba meningkatkan peran perempuan dalam kehidupan sehari-hari. Mereka melaksanakan berbagai program pemberdayaan perempuan, baik dalam bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, maupun yang lain. Seperti yang dilakukan oleh PT. Unilever Indonesia misalnya. Melalui program Komunitas Ibu Bercahaya (Bersih, Cermat, Ramah, dan Berdaya), Unilever melantik 60 ibu angkatan pertama Komunitas Ibu Bercahaya, sebagai bentuk dukungan pemberdayaan wanita Indonesia untuk menjadi kader agen perubahan yang menginspirasi dan menularkan perilaku hidup bersih dan ramah lingkungan di keluarga dan masyarakat Corporate Communications Head dari PT. Unilever Indonesia, Maria Dewantini Dwianto mengatakan, Ibu memiliki peran utama dalam ‘menyehatkan’ rumah tangganya; menjaga kebersihan rumah, memperhatikan asupan gizi anggota keluarga dan dalam saat yang bersamaan juga mengelola keuangan. Diluar wilayah domestik, lanjut dia, banyak ibu yang juga berperan aktif dalam berbagai wadah kegiatan yang bertujuan memajukan kesejahteraan masyarakat seperti organisasi kewanitaan, pelayanan kesehatan, komunitas sosial lainnya ataupun tempat dimana dia bekerja. Komunitas Ibu Bercahaya dalam menjalankan tugasnya sebagai agen perubahan dibekali dengan rangkaian produk home care dari PT. Unilever Indonesia, juga pengetahuan dan pelatihan-pelatihan yang bisa meningkatkan wawasan dan kemampuan mereka dalam menjadikan lingkungannya menjadi lebih baik. Untuk menyemangati para Ibu Bercahaya dalam menularkan perilaku hidup bersih dan ramah lingkungan ke lebih banyak ibu, PT. Unilever Indonesia memberikan penghargaan bagi kelompok kader yang telah merealisasikan perilaku hidup bersih dan ramah lingkungan secara baik dan berkelanjutan. Ibu Bercahaya juga akan berkesempatan untuk tampil di program Eat Bulaga yang ditayangkan di televisi nasional Tak hanya itu, dalam rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan perayaan Hari Air Sedunia yang dipusatkan di sekitar Kali Ciliwung tanggal 21-22 Maret 2013 lalu, sejumlah kader yang dilantik turut serta membersihkan dan mengedukasi warga bantaran sungai bersama sejumlah komunitas dan pihak lainnya. Bersama Unilever melalui Produk Molto dan Pure It, di sana Ibu Bercahaya juga akan melakukan pelatihan untuk menjadi cermat dalam penggunaan air; mencuci pakaian sekali bilas dan informasi mengenai solusi air bersih layak minum yang aman, hemat dan ramah lingkungan. Korporasi lainnya yang turut berperan dalam pemberdayaan kaum ibu adalah Aqua Danone. Lebih dari 2.000 ibu rumah tangga mendapatkan penghasilan sambil menjadi duta pola hidup sehat bagi masyarakat di sekelilingnya melalui Aqua House Service (AHS), sebuah program CSR dari Aqua danone. Teknis dari program ini adalah mendaftar melalui Call Center Aqua Menyapa yang untuk kemudian akan dilakukan survey apakah Ibu Rumah Tangga (IRT) tersebut memiliki ruang yang cukup untuk menyimpan stock Aqua dan membuka outlet. Kemudian AHS akan memperoleh fasilitas antara lain papan nama outlet AHS, rompi pengirim untuk delivery boy, rak khusus galon yang ditempatkan di sepedah motor, poster frame, dan wall painting outlet. Selain itu, IRT tersebut juga akan mendapat bantuan biaya untuk mensosialisasikan eksistensi outlet AHS ke 500 rumah atau responden. Mendapatkan pelatihan program direct to consumer dan pelatihan komputer beserta sistem penjualan. “Selain menjual produk-produk Aqua, kami juga menularkan edukasi mengenai pola hidup sehat. Tugas mereka selanjutnya adalah menularkan ke masyarakat sekelilingnya. Jadi, selain mereka bisa mendapatkan tambahan untuk keluarga, mereka juga bisa menjadi duta hidup sehat bagi lingkungan sekitar,” ujar Vice President Aqua Danone, Parmaningsih Hadinegoro.

Related posts