OJK Melakukan Survei Literasi Keuangan

NERACA

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan survei literasi keuangan di 20 provinsi untuk memetakan tingkat edukasi masyarakat terhadap risiko dan manfaat produk jasa keuangan. \"Kami ingin memetakan tingkat literasi masyarakat Indonesia terhadap produk jasa keuangan,\" ujar Direktur Fungsional Program Literasi Keuangan OJK, Agus Sugiarto di Jakarta, Selasa (19/3).

Agus mengatakan survei yang akan mengambil sampel sebanyak 7.630 individu ini dilakukan, karena belum ada survei besar untuk memetakan tingkat edukasi masyarakat terhadap produk yang dikeluarkan lembaga jasa keuangan.

\"Selama ini belum ada survei besar yang dilakukan, yang ada secara parsial. Survei akan memetakan tingkat literasi masyarakat terhadap produk investasi perbankan, asuransi dan dana pensiun,\" katanya. Menurut dia, dengan adanya hasil survei tersebut, maka OJK dapat memberikan pendidikan yang tepat terhadap masyarakat untuk menggunakan jasa keuangan, serta merencanakan dan mengenali risiko dengan baik.

\"Kami ingin menyusun kebijakan yang cocok dan sesuai dengan tingkat literasi. Nantinya kebijakan literasi ini dibuat berdasarkan hasil survei ini, agar masyarakat menggunakan produk jasa keuangan dengan baik,\" ujar Agus.

Selain itu, survei ini akan memberikan manfaat untuk mendukung penerbitan cetak biru literasi OJK pada Juli 2013, sebagai upaya memberikan edukasi agar masyarakat tidak ragu melakukan investasi. \"Untuk mencapai literasi keuangan masih sulit karena masih banyak masyarakat yang belum educated. Misalnya, jumlah pemegang polis asuransi kita masih kecil dibandingkan negara lain. Kami ingin tujuannya masyarakat bisa well literated,\" katanya.

Menurut dia, proses edukasi ini harus dilakukan terutama melalui pengetahuan, keterampilan dan keyakinan, agar masyarakat memiliki kesempatan untuk mempertimbangkan keuntungan dan risiko dalam membeli produk investasi.

\"Dengan adanya edukasi, masyarakat bisa mengambil keputusan dengan bijak. Karena masih ada yang memiliki dana namun tidak mempertimbangkan risiko. Untuk itu, masyarakat harus memastikan produk investasi cocok dengan keinginan,\" ungkap Agus.

Dia juga mengatakan survei yang dilakukan juga akan bermanfaat untuk mengetahui produk investasi seperti apa yang dapat diterbitkan dan ditawarkan kepada masyarakat, terutama yang selama ini belum sepenuhnya mendapatkan akses keuangan. \"Kedepan mungkin diperlukan produk yang tidak menyusahkan dalam asuransi, pembiayaan, dana pensiun, reksadana maupun deposito,” tandasnya. [ardi]

BERITA TERKAIT

Sasa Inti Kembali Meraih Penghargaan Marketing Award

    NERACA   Jakarta - PT Sasa Inti kembali meraih apresiasi dari masyarakat yakni lewat produk Sasa Bumbu Komplit,…

Meski Ada Tekanan, Sri Mulyani Optimis Target Penerimaan Pajak Tercapai

    NERACAJakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku optimistis target penerimaan pajak tahun 2019 akan tercapai meski menghadapi…

DPR Tolak Kenaikan Iuran BPJS Kelas Tiga

    NERACA   Jakarta - Ketua Komisi IX DPR RI, Dede Yusuf mengatakan para legislator sepakat menolak kenaikan iuran…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Chakra Jawara Targetkan Jual 60 Unit Truk - Pameran Indonesia Energy & Engineering Show 2019

      NERACA   Jakarta – Ajang Pameran Indonesia’s Energy & Engineering Show 2019 dijadikan sebagai langkah bagi distributor…

Aplikasi Masduit Memudahkan Transaksi Emas

    NERACA   Jakarta - Platform jual beli emas secara online bernama Masduit resmi diluncurkan sekaligus menindaklanjuti kerjasama strategis…

GM Tractors Targetkan Penjualan Alat Berat Naik 20%

    NERACA   Jakarta - PT. Gaya Makmur Tractors (GM Tractors), distributor alat berat untuk sejumlah sektor industroi menargetkan…