Total Pembiayaan CIMB Capai Rp7,63 Triliun

NERACA

Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk, melalui Unit Usaha Syariah (UUS) CIMB Niaga Syariah, berhasil mencatatkan pembiayaan total Rp7,63 triliun per 31 Desember 2012, atau melonjak 133% ketimbang di 2011 yang hanya mencapai Rp3,27 triliun. Handoyo Soebali, Director Commercial Banking and Sharia CIMB Niaga, mengungkapkan pertumbuhan ini diperoleh dari berbagai segmen pembiayaan, antara lain konsumer yang mencapai pertumbuhan tertinggi, yaitu sebesar 766% (year on year/yoy), dari Rp432 miliar menjadi Rp3,7 triliun.

Lebih lanjut Handoyo menuturkan, segmen commercial juga tumbuh 60% yoy dari Rp716 miliar menjadi Rp855 miliar. Syariah Gold Card mencatatkan pertumbuhan sebesar 106% dan bisnis gadai emas (rahn) sebesar 88% menjadi Rp126 miliar. Lalu berdasarkan produk, pembiayaan yang paling meningkat signifikan adalah kepemilikan kendaraan yaitu sebesar 569% dari Rp541 miliar pada 2011 menjadi Rp3,6 triliun pada 2012.

Kontribusi terbesar atau 89% berasal dari pembiayaan Auto Indirect Business Group yang tercatat sebesar Rp3,2 triliun. Ini meningkat 774% dibandingkan periode 2011 yang mencapai Rp367 miliar. \\\"Ini disebabkan oleh fitur dan keuntungan produk menarik yang menguntungkan serta sesuai dengan kebutuhan nasabah,\\\" ujar Handoyo di Jakarta, Senin (18/3).

Sedangkan dana pihak ketiga (DPK), CIMB Niaga Syariah telah berhasil mengumpulkan dana masyarakat sebesar Rp6,99 triliun tumbuh 69% dibandingkan 2011 sebesar Rp4,14 triliun. Pertumbuhan kinerja pembiayaan dan penghimpunan dana nasabah menjadikan tumbuhnya aset CIMB Niaga meningkat 72% menjadi Rp9,07 triliun dari Rp5,26 triliun.

Operasional pada 2012 dinilai lebih efisien dibandingkan 2011. Ini dari rasio efisiensi operasional (REO) yang mengalami perbaikan dari 71% menjadi 65%. Kemudian, cost to income ratio (CIR) juga mengalami perbaikan dari 57,8% menjadi 35,2% diakhir 2012. Sayangnya, untuk pendapatan fee based tidak dikemukakan secara lengkap.

Di tempat yang sama, Head of Sharia Banking CIMB Niaga Syariah, U Saefudin Noer, menjelaskan bahwa fee based tahun 2012 tidak dimunculkan karena angka yang didapat tidak terlalu signifikan “Jadi, untuk aktualnya, ya, Rp11 miliar dari target kita sebesar Rp10 miliar,” tambahnya.

Produk dan layanan

Berbagai upaya pengembangan bisnis dilakukan oleh pihak CIMB Niaga salah satunya dengan konsep Dual Banking Leverage Model (DBLM). \\\"ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, dengan panawaran produk syariah lengkap dan lebih baik,\\\" kata Handoyo.

CIMB Niaga Syariah pun memperluas jaringan layananan syariah dengan ditambahkannya 28 Kantor cabang syariah (KCS), 1 Kantor cabang pembantu syariah (KCPS) dan 545 Office Channeling/OC (Layanan perbankan syariah dalam satu atap).

Dengan meningkatnya kinerja dan membaiknya rasio efisiensi ini berakibat terdorongnya peningkatan perolehan pendapatan CIMB Niaga syariah, yang sebelumnya laba sebelum pajak hanya Rp73 miliar menjadi Rp138 miliar.

Dengan situasi makro ekonomi yang relatif stabil, permintaan produk-produk syariah yang terus meningkat, menjadikan industri perbankan syariah di Tanah air masih menjanjikan. \\\"Saya masih tetap optimis akan perkembangan industri syariah ditanah air,\\\" tutup Handoyo. [sylke]

Related posts