Tips Bagi Peserta Asuransi

Saat ini, nyaris tiap hari, agen asuransi menelepon ke ponsel atau telepon rumah kita. Mereka adalah para telemarketer. Mereka selalu mengatakan, setiap percakapan dicatat dan direkam. Karenanya berhati-hatikan mengiyakan tawaran para agen tersebut. Jika perlu tanyakan secara berulang-ulang apa yang mereka jelaskan jika memang kita kurang paham. Penawaran secara langsung, jelas lebih baik dibandingkan dengan penawaran melalui tlepon.

Kesalahan dalam menyetujui tawaran para agen itu akan berakibat fatal. Program asuransi yang ditawarkan sesungguhnya merugikan klien, sebab, ternyata jenis program asuransi yang ditawarkan tak cukup mengatasi kebutuhan darurat kita. Cukup banyak pengecualian. Karenanya, kita disarankan atas sejumlah hal.

Pertama, teliti sebelum membeli. Membandingkan premi yang satu dengan yang lainnya. Ini jelas tidak mudah, menyita waktu, dan menguras energi. Tapi itu harus kita lakukan untuk menghindari hal-hal yang tak kita inginkan di kemudian hari. Setiap penerbit asuransi menyediakan jangkauan pertanggungan yang berbeda. Tentu, beda jumlah premi, beda pula jumlah pertanggungan, demikian juga dengan jenis kelamin, usia, dan status perkawinan. Jadi, pilih program asuransi yang paling banyak manfaatnya dan sedikit pengecualiannya.

Kedua, biarkan penerbit asuransi yang menanggung risiko kerugian, bukan Anda. Pastikan penanggung itu institusi yang memang bisa diandalkan. Amati catatan klaim dan dan laporan keuangannya. Browsing di internet, cari tahu kondisi perusahaan asuransi tersebut. Waspadai terhadap banyaknya kasus gagal klaim.

Ketiga, amati jenis pertanggungannya, untuk kesehatan, tentu yang meliputi seluruh jenis perawatan, mulai dari rawat inap, rawat jalan, operasi, hingga kelas layanan. Adakalanya, kita memilih dua jenis asuransi yang sama, asuransi kesehatan atau asuransi jiwa. Periksa apakah semua memmbutuhkan kuitansi asli atau tidak. Jika, tidak, bisa saja mengambil jenis yang sama. Jika, ya, jangan coba-coba agar pengajuan klaim tak ditolak.

Keempat, bagi pasangan suami istri yang ingin sama-sama membeli produk asuransi. Tanyakan, apakah membeli secara berpasangan lebih murah dibandingkan dengan membeli secara sendiri-sendiri untuk produk yang sama. Jika berpasangan lebih murah, tanpa membedakan pertanggungan, tentu akan menjadi pilihan.

Kelima, ungkapkan sejujurnya terhadap kondisi fisik dan kesehatan anda. Penerbit asuransi pasti menyelidiki segalanya sebelum membayarkan manfaat Anda. Jika tidak dan di kemudian hari terjadi kondisi darurat, selamatlah anda dan klaim bisa dicairkan. Keenam, jangan lupa baca secara cermat polis yang dikirimkan. Hubungi operator asuransi jika ada data yang tak sama dengan saat ditelepon. Tandai dan simpan polis tersebut di tempat yang mudah dijangkau agar mudah mencari jika sewaktu-waktu dibutuhkan. (saksono)

BERITA TERKAIT

MAYA Bagi Dividen Interim Rp 223,19 Miliar

PT Bank Mayapada International Tbk (MAYA) akan membagikan dividen tengah tahun sebesar Rp35 per lembar saham. Hal itu sesuai dengan…

Generasi Milenial Potensial Pasar Asuransi

    NERACA   Jakarta - Perusahaan asuransi dan manajemen aset AXA Indonesia (AXA Group) menyatakan generasi milenial (penduduk Indonesia…

Anggota Komisi VI DPR RI Berikan Bantuan Mesin Bagi IKM Kota Sukabumi

Anggota Komisi VI DPR RI Berikan Bantuan Mesin Bagi IKM Kota Sukabumi NERACA Sukabumi - Anggota Komisi VI DPR RI…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…