PERJUANGAN WARGA DESA PUNCAKBARU KEC. CIDAUN CIANJUR Buat Terowongan Air 140 M tanpa Bantuan Pemda

NERACA

Cianjur – Tanpa bantuan pemerintah sepeserpun, ternyata warga Desa Puncak Baru Kec. Cidaun Kab. Cianjur akhirnya bisa menyelesaikan terowongan air sepanjang 147 meter. Terowongan itu dibuat warga untuk mengairi puluhan hektar sawah dan kebutuhan mandi, cuci dan minum mereka yang selama ini hanya mengandalkan air hujan.

“Terowongan itu kami buat tanpa bantuan pemerintah. Murni swadaya masyarakat. Kami berjuang membuat terowongan itu sejak tahun 1975, menembus bukit dan dengan alat sederhana alhamdulillah selesai tahun 2011,”jelas Damin Khaerudin, salah seorang pelopor pembuatan terowongan itu kepada Neraca, akhir pekan kemarin.

Desa Puncak Baru Kec. Cidaun, merupakan salah satu desa yang lokasinya sekitar 250 Kilometer dari pusat kota Cianjur ke arah selatan. Pada umumnya, warga yang berjumlah sekitar 800 KK (Kepala Keluarga) itu bermatapencaharian sebagai petani, khususnya padi. Namun di daerah itu dikenal sebagai daerah kering dan sumber air yang minim bahkan nyaris sulit ditemukan. Puluhan hektar sawah mereka adalah tadah hujan.

“Sejak dahulu, daerah kami termasuk daerah yang kurang air. Jangankan untuk mengairi sawah, untuk minum, mandi dan cuci pun sangat sulit. Apalagi jika musim kemarau,”tutur dia.

Merasakan kondisi alam seperti itu, maka Darmin Khaerudin dan Mastur Wardi memelopori untuk membuat terowongan air dan irigasi. Terowongan dibuat harus menembus bukit sepanjang kurang lebih 140 meter. Kemudian irigasi sepanjang 9 kilometer.

Selama 20 tahun lebih, kata Mastur, mereka nerjuang menembus bukit dengan alat yang sederhana dan hanya melibatkan 11 orang. Belum semua warga ikut dalam pekerjaan tersebut karena pada umumnya hal itu dinilai mustahil. Namun Damin dan kawan-kawan terus berjuang menembus bukit membuat terowongan air.

Setelah bekerja hampir siang malam, akhirnya perjuangan Matsur dan warga tanpa pamrih tersebut selesai dengan tertembusnya bukit tersebut tepat jam 22.30 (jam 11 malam), Kamis , 10 Maret 2011.

Selesainya terowongan, bukan berarti masalah terpecahkan. Namun masih terbentang kurang lebih 9 Kilometer yang harus dikerjakan untuk saluran irigasi. Tapi karena masalah utamanya telah tuntas yakni membuat terowongan, akhirnya masyarakatpun turut antusias kerjabakti untuk membuat saluran. Akhirnya air sudah mulai sampai di areal permukiman warga dan nampaknya tidak akan lama lagi harapan warga untuk mendapatkan air akan terwujud.

“Memang belum sempurna pekerjaan kami ini, namun melihat air yang mulai mengalir sampai ke kampung, rasanya lega. Untuk sampai ke sawah, perlu penyempurnaan irigasi. Insya Allah tak lama lagi semua akan selesai dengan lancar,”tandas Matsur.

Matsur dan Damin serta warga Desa Puncak Baru Kec. Cidaun Kab. Cianjur tersebut, membuktikan kepada kita semua, jika ada kemauan pasti ada jalan . Mereka bukan warga yang cengeng yang hanya meminta dan bergantung kepada orang lain termasuk kepada pemerintah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

BERITA TERKAIT

Delapan Kali WTP, Pemkab Serang Tanpa Catatan

Delapan Kali WTP, Pemkab Serang Tanpa Catatan   NERACA Serang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang delapan kali berturut-turut meraih opini Wajar…

Rumah Penerima Bantuan PKH akan Diberikan Label

  NERACA   Jakarta - Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengusulkan pemasangan label pada rumah keluarga penerima manfaat Program Keluarga…

Menggugah Masyarakat Ramah Lingkungan - Ketika Botol Plastik Sumbang Pendapatan Pemda

Indonesia tercatat sebagai negara peringkat kedua di dunia sebagai penghasil sampah plastik ke laut setelah Tiongkok. Prestasi ini bukanlah sebuah…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Kerja Sama Kehutanan Indonesia – Korsel Akan Libatkan Kaum Milenial - Menteri LHK

Kerja Sama Kehutanan Indonesia – Korsel Akan Libatkan Kaum Milenial Menteri LHK NERACA Incheon – Kerja sama bidang kehutanan dan…

Indonesia Buka Perluasan Pasar Produk KUKM ke Azerbaijan

Indonesia Buka Perluasan Pasar Produk KUKM ke Azerbaijan NERACA Jakarta - Kedutaan Besar RI di Baku, Azerbaijan mendorong peran Indonesia…

Februari Banten Alami Deflasi 0,00 Persen

Februari Banten Alami Deflasi 0,00 Persen NERACA Banten - Provinsi Banten pada Februari 2019 mengalami deflasi 0,00 persen bila dibandingkan…