Schroders Investment Targetkan Return Tumbuh 18% - Investasi Reksa Dana Saham

NERACA

Jakarta–Berkah derasnya dana asing yang masuk ke pasar modal membawa kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat hingga tembus dilevel 4.800. Tentunya, kondisi ini juga menjadi kabar gembira bagi investor reksa dana saham yang bakal meraup untung.

Presiden Direktur PT Schroders Investment Management Indonesia Michael T. Tjoajadi mengatakan, keuntungan yang didapatkan dari reksa dana saham bakal meningkat tahun ini, “Oleh karena itu, reksa dana saham yang kita kelola ditargetkan akan mengalami kenaikan return menjadi sebesar 15-18% pada tahun ini,”katanya di Jakarta, Rabu (6/3).

Dia menuturkan, return pada tahun ini mengalami kenaikan sebesar 3-5% dari return reksa dana saham yang sebesar 12,6% pada tahun lalu. Dimana kenaikan indeks akan turut menaikan reksadana saham yang di kelola perseroan.

Menurutnya, gejala profit taking juga belum mengkhawatirkan karena pasar modal Indonesia sudah bergerak dengan baik dan masih tinggi ketimbang negara lainnya. “Kalau profit taking pasti ada, namun kita lihat kemungkinan yang ada bahwa pasar modal kita lebih baik ketimbang negara lainnya,” katanya.

Sementara itu, juga juga belum mau menambah revisi target namun untuk memperluas kedalaman investor. Schroder akan mengencarkan edukasi serta pendidikan bagi calon investor di pasar modal. “Diharapkan memang akan meningkat dan menambah porfolio kami. Sampai dengan tahun lalu dana kelolaan Schroder Management sebesar Rp 54 triliun dengan porsi institusi dan retail yang seimbang,”ujarnya.

Dia menambahkan, edukasi merupakan bagian terpenting dalam menjaring investor. Schroder sendiri melakukan edukasi dengan memperbanyak jumlah agent dan meningkatkan kualitas edukasi dengan peningkatan kualitas trainner kepada calon investor.

Asal tahu saja, reksa dana saham masih mencatatkan pertumbuhan yang cukup signifikan sebagai instrumen investasi. Karena itu, banyak perusahaan investasi merilis produks reksa dana saham dan bahkan menjadi tulang punggung karena memberikan kontribusi besar.

Sebelumnya, Wakil Ketua Asosiasi Pengelola Reksadana Indonesia (APRDI), Denny R. Taher mengatakan, pihaknya optimistis target dana kelolaan reksadana akhir tahun ini bisa mencapai Rp180 triliun. Hal tersebut didasarkan pada pertimbangan, kinerja reksadana saham saat ini, khususnya konsumer dan perbankan, kata dia menunjukkan kinerja yang cukup cukup baik.

Selain itu, sejumlah perusahaan manager investasi juga berencana menerbitkan produk baru. Karena itu, APRDI akan mendorong perkembangan reksa dana ke depan dengan menjadikan produk reksa dana bukan sekadar instrumen investasi alternatif, tetapi diharapkan dapat menjadi instrumen investasi utama. Pasalnya, investasi melalui produk reksadana dapat meng-cover kebutuhan masyarakat di masa mendatang sebagai linvestasi jangka panjang, baik untuk kebutuhan kesehatan maupun pendidikan.(bani)

Related posts