Laba United Tractor Turun Jadi Rp 5,77 Triliun

Sepanjang tahun 2012, PT United Tractors Tbk (UNTR) membukukan penurunan laba setelah pajak yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 2,05% menjadi Rp5,77 triliun dari periode sama sebelumnya Rp5,90 triliun.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin. Disebutkan, pendapatan perseroan naik 1,63% menjadi Rp55,95 triliun pada 2012, YoY dari Rp55,05 triliun. Beban pokok pendapatan naik menjadi Rp45,43 triliun, YoY dari Rp44,85 triliun.

Sementara laba kotor UNTR naik menjadi Rp10,52 triliun pada 2012, YoY dari Rp10,19 triliun.Laba per saham dasar dan dilusi turun menjadi 1.549. Liabilitas perseroan turun menjadi Rp18 triliun pada 31 Desember 2012 dari periode 31 Desember 2011 sebesar Rp18,93 triliun.

Ekuitas perseroan naik menjadi Rp32,30 triliun pada 31 Desember 2012 dari posisi akhir 2011 sebesar Rp27,50 triliun. Kas dan setara kas perseroan turun menjadi Rp3,99 triliun pada 2012 dari periode sama sebelumnya Rp7,13 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

Layanan Darurat 112 Jadi Solusi Smart City

PT Jasnita Telekomindo Tbk melalui anak perusahaannya, PT Esa Kreasi Negri telah membuat penambahan fitur baru yang bernama mobile application…

Tahun Depan, SMF Rilis Obligasi Rp 9 Triliun

Perkuat likuiditas guna menopang kebutuhan pendanaan perumahan bagi masyarakat berpenghasulan rendah (MBR), PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF akan…

Volume Penjualan Indocement Turun 1,9%

Di kuartal tiga 2019, volume penjualan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) menurun dibandingkan dengan capaian periode yang sama tahun…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pangsa Pasar Menyusut - Volume Penjualan Rokok HMSP Terkoreksi 5,7%

NERACA Jakarta - Keputusan pemermintah yang akan menaikkan cukai rokok rata-rata sebesar 23% mulai Januari 2020 menjadi ancaman terhadap pertumbuhan…

Bekasi Fajar Raup Pendapatan Rp 607,61 Miliar

NERACA Jakarta – Di kuartal tiga 2019, PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) membukukan pendapatan Rp 607,61 miliar. Jumlah…

Usai Pelantikan Presiden Terpilih - Pelaku Pasar Menantikan Tim Kabinet Ekonomi

NERACA Jakarta- Sentimen positif pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Indonesia priode 2019-2024 masih menyelimuti pergerakan indeks harga saham gabungan…