Bangun Pabrik, Kimia Farma Danai Lewat Obligasi

Targetkan Dirilis Semester Pertama

Kamis, 28/02/2013

NERACA

Jakarta – Guna mendanai ekspansi usaha, perusahaan farmasi plat merah PT Kimia Farma Tbk (KAEF) berencana menerbitkan obligasi untuk ekspansi usaha pada semester pertama 2013.

Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk, Rusdi Rosman mengatakan, rencana penerbitan obligasi untuk pembangunan pabrik. Saat ini, proses penerbitan obligasi itu masih sedang menunggu rating oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), “Sebelumnya kan mau rights issue, tetapi harus persetujuan DPR. Akhirnya opsi lain kami berencana menerbitkan obligasi dan sekarang masih di rating. Mungkin semester ini,”katanya di Jakarta, Rabu (27/2).

Menurutnya, perseroan membutuhkan dana sekitar Rp500 miliar untuk pembangunan pabrik. Saat ini, perseroan baru memiliki cash flow sekitar Rp260 miliar dan dinilai sangat sehat.

Sebagai informasi, ditahun 2013 ini perseroan menargetkan penjualan sebesar Rp4 triliun. Jumlah tersebut meningkat bila dibandingkan dengan tahun ini yang diperkirakan mencapai Rp3,7 triliun.

Maka untuk menggenjot perolehan tersebut pihaknya akan meningkatkan penjualan obat branded hingga diharapkan dapat lebih besar dari penjualan obat generik. Selain itu, guna meningkatkan target penjualan, Kimia Farma tengah mempersiapkan pembangunan pabrik yang berlokasi di Jakarta.

Untuk usaha tersebut, Kimia Farma menganggarkan investasi sebesar Rp400 miliar dari capital expenditure (capex) 2013 yang disiapkan sebesar Rp660 miliar. Pabrik tersebut nantinya diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi perseroan setidaknya tiga kali lipat dari kapasitas produksi terpasang saat ini yang mencapai 2,3 miliar tablet per tahun. Disebutkan, peningkatan kapasitas produksi ini juga untuk mengantisipasi berlakunya BPJS pada 2014. (bani)