Manisnya Bisnis Franchise - Ditopang Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang cukup bagus beberapa tahun belakangan ini, membuat industri franchise menjadi salah satu peluang bisnis yang sangat berpotensi.

NERACA

Usaha franchise di Indonesia saat ini semakin mengalami perkembangan. Dengan mempuyai nama yang sudah terkenal serta sistem usaha yang sudah jelas membuat usaha ini makin dilirik oleh banyak orang.

Sejak sistem franchise dikenalkan pengembangan gerai minimarket itu begitu pesat, dan akhirnya masuk bukan hanya kota kabupaten, bahkan hingga kota-kota kecamatan sekalipun. Mereka saling beradu dan bersaing ketat, bahkan semakin seru karena beberapa kota besar dimana ada pemain lain (Circle K) yang ikut bermain.

Minimarket & Convenience Store. Meskipun tampilannya hampir mirip-mirip sebenarnya ada pembeda antara ketiganya. Indomaret & Alfamart beroperasi sebagai minimarket, sedangkan Circle K mengusung konsep Convenience Store.

Perbedaan konsep ini terlihat dari barang dagangan yang dipajang. Minimarket menjual barang sehari-hari mulai dari beras, minyak, rokok, toiletries, makanan, minuman dan kebutuhan sehari-hari. Sedangkan Convenience Store menjual barang-barang yang langsung dikonsumsi, dan lebih didominasi makanan dan minuman. Dulunya hanya Convenience Store yang buka 24 jam, tetapi sekarang minimarket banyak yang beroperasi 24 jam juga.

Ketiga merek itu memberi kesempatan kepada masyarakat umum untuk membuka gerai melalui sistem franchise. Ketiganya menawarkan 2 pola pembukaan gerai, yakni membuka baru atau mengambil alih toko-toko yang milik mereka sendiri. Ketiganya juga menawarkan pola franchise yang hampir sama, namun tetap ada pembedanya.

Prospek Kedepan

Amir Karamoy, Ketua Komite Tetap Waralaba dan Lisensi Kadin Indonesia, mengatakan fundamental ekonomi yang cukup kuat selama 6 bulan pertama 2012 menopang pertumbuhan waralaba.

"Secara konservatif, kami memprediksikan omzet waralaba tahun ini hampir sama dibandingkan dengan 2012. Per semester 1, realisasinya diperkirakan sudah mencapai 50%," tuturnya.

Dia memperkirakan omzet franchise per semester 1/2013 telah mencapai 50% dari realisasi tahun lalu sebesar Rp114 triliun. Amir mengatakan pertumbuhan waralaba paling signifikan terjadi pada bidang usaha makanan dan kuliner lainnya.Selama periode libur sekolah, lanjutnya, penjualan produk makanan dan minuman mengalami peningkatan cukup tinggi.

Menurut dia, pertumbuhan omzet terjadi secara merata, baik untuk waralaba asing maupun lokal. "Berdasarkan pemantauan kami, waralaba lokal menunjukkan perkembangan positif, terlihat dari banyaknya laporan tentang pertumbuhan bisnis yang dijalankan," paparnya.

Amir mengatakan momentum pertumbuhan omzet juga akan terjadi pada periode Ramadan-Idul Fitri. Pada masa itu, lanjutnya, konsumsi masyarakat selalu meningkat dibandingkan kondisi normal. "Konsumsi masyarakat menjelang Lebaran biasanya cukup besar. Waralaba lokal punya kesempatan lagi untuk mengatrol pertumbuhan bisnis," jelas dia.

Di sisi lain, Amir mengatakan ekspansi waralaba asing mungkin akan sedikit mengendur sambil menunggu revisi Peraturan Menteri Perdagangan terkait franchise. Namun begitu, lanjutnya, minat asing untuk memperluas bisnis waralaba di Tanah Air masih terhitung bagus.

Sementara itu, Evi Diah Puspitawati, Associate Counsultant Internasional Franchise Business Management, mengatakan stabilitas politik dan ekonomi menjadi kunci pertumbuhan waralaba secara nasional. "Selama semester 1/2013 bisnis waralaba berjalan bagus, terlihat dari adanya ekspansi jaringan dan bermunculannya pemain baru," katanya.

Berdasarkan catatan IFBM, empat jenis usaha waralaba yang berkembang cukup baik ialah kuliner, pendidikan, otomotif, dan biro perjalanan wisata. Menurut dia, wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi masih jadi kawasan penyumbang terbesar bagi pertumbuhan waralaba. "Namun ada juga beberapa waralaba yang awalnya muncul dari tingkat kabupaten, kemudian ekspansi dengan membuka jaringan di Jakarta," ujarnya.

Evi juga mengatakan stabilitas politik dan ekonomi menjadi kunci pertumbuhan waralaba secara nasional. "Selama semester 1/2013 bisnis waralaba berjalan bagus, terlihat dari adanya ekspansi jaringan dan bermunculannya pemain baru," katanya.

Berdasarkan catatan IFBM, empat jenis usaha waralaba yang berkembang cukup baik ialah kuliner, pendidikan, otomotif, dan biro perjalanan wisata. Menurutnya, wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi masih jadi kawasan penyumbang terbesar bagi pertumbuhan waralaba. "Namun ada juga beberapa waralaba yang awalnya muncul dari tingkat kabupaten, kemudian ekspansi dengan membuka jaringan di Jakarta," kata dia menutup pemnbicaraan.

Related posts