Setoran Pajak Capai 30,9% Dari Target APBN

Setoran Pajak Capai 30% Dari Target APBN

Jakarta—Penerimaan negara dari sektor pajak dan bea cukai mencapai 30,9 % dari target APBN atau sekitar Rp262,6 triliun. Artinya dalam tempo 4 bulan mengalami peningkataan significant 17,2%. "Penerimaan Perpajakan sampai dengan April 2011 mencapai Rp 262,6 triliun atau 30,9% dari target APBN 2011, menunjukkan peningkatan sebesar Rp 38,5 triliun atau 17,2% dari tahun lalu," kata Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati kepada wartawan di Jakarta, Kamis (19/5)

Menurut Anny, meningkatnya penerimaan pajak ini didorong oleh realisasi penerimaan pajak penghasilan (PPh) sampai April 2011 yang mencapai Rp 145,2 triliun atau 34,53% dari target, dan penerimaan cukai sebesar Rp 22,6 triliun atau 36,05% dari target. Ditambah lagi, penerimaan bea masuk mencapai Rp 7,9 triliun atau 44,3% dari target APBN 2011, dan penerimaan bea keluar Rp 10,2 triliun atau 199,6% dari target.

Selain itu, sampai April 2011 pemerintah juga meraup penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp 68,4 triliun atau 27,3% dari targetnya. "Ini menunjukkan peningkatan Rp 16,3 triliun atau 31,2% dari tahun lalu yang didukung oleh penerimaan SDA non migas sebesar Rp 6,5 triliun atau 46,9% dari target PNBP lainnya sebesar Rp 20,06 triliun atau 44,4% dari target," ujarnya.

Lebih jauh kata Anny, realisasi pendapatan negara dan hibah sampai dengan April 2011 mencapai Rp 331,1 triliun atau 30,0% dari target APBN 2011, hal ini menunjukkan terjadinya peningkatan sebesar Rp 54,8 triliun atau 19,8% dibandingkan dengan periode yang sama di 2010.

Berdasarkan data Kementrian Keuangan tercatat penerimaan perpajakan dari cukai sebesar Rp22,6 triliun atau 36,05 persen dari target, sedangkan Bea Masuk sebesar Rp7,9 triliun atau 44,3 persen dari target, dan Bea Keluar sebesar Rp10,2 triliun atau 199,6 persen dari target.

Sedangkan dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp68,4 triliun atau 27,3% dari targetnya, dengan demikian terdapat peningkatan sebesar Rp16,3 triliun atau 31,2% dari periode yang sama di tahun sebelumnya. "Kemudian kalau kita lihat PNBP tersbesar dari SDA nonmigas Rp6,5 triliun atau 46,9% dari target dan PNBP lainnya sebesar Rp20,06 triliun atau 44,4% dari target," ungkapnya.

Untuk realisasi belanja negara per kuartal pertama ini tercatat sebesar Rp279,6 triliun atau 22,7% dari pagu. "Dengan kata lain, jika dibandingkan tahun lalu ada peningkatan 2,2 persen dari tahun lalu yang hanya sebesar 20,5% dari pagu," tuturnya.

Realisasi belanja pusat sendiri mencapai Rp161 triliun atau 19,25 persen dari pagu, dengan rincian Rp51,7 tiliuan atau 28,6% berasal dari belanja pegawai, dan Rp16,4 triliun atau 11,9% berasal dari belanja barang, sementara untuk belanja modal tercatat sebesar Rp9,3 tilun atau 6,8%.

Sementara untuk belanja subsidi sebesar Rp46,4 triliun atau 24,75% dari pagu, belanja bunga utang sebesar Rp32,2 triliun atau 27,9% dari pagu dan belanja bantuan sosial sebesar Rp4,6 triliun atau 7,3% dari pagu. "Pagu belanja ada kenaikan yang cukup signifikan, artinya penerimaan lebih baik. Itu menunjukan ada proses yang lebih baik," paparnya.

Anny juga mengungkapkan, realisasi transfer ke daerah telah mencapai Rp118,6 triliun atau 30,2% dari pagu yang terdiri dari realisasi Dana Alokasi Umum Rp93,7 triliun atau 41,6% dari pagu, Dana Alokasi Khusus Rp5,4 triliun atau 9,35% dari pagu dan Dana Otsus dan Penyesuaian Rp11,6 triliun atau 19,8% dari target.

Untuk realisasi pembiayaan mencapai Rp37,2 trilijn atau 29,9% dari target bersumber dari SBN neto Rp44,9 triliun atau 35,4% dari target, penarikan pinjaman LN sebesar Rp3,1 triliun atau 5,3% dari target dan privatisasi Rp0,4 triliun atau 125% dari target. **cahyo

BERITA TERKAIT

Modena Kenalkan Mesin Cuci Pembasmi Virus

    NERACA   Jakarta - Di tengah situasi penyebaran virus Corona (COVID-19) yang makin tak terkendali, masyarakat dituntut kian…

Anggaran Pembangunan Ibukota Baru Minta Dialihkan untuk Beli APD Tenaga Medis

    NERACA   Jakarta - Sekjen Gerakan Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS), Hardjuno Wiwoho meminta pemerintah merealokasikan semua dana pengembangan…

Kebijakan Penanganan Covid 19 Harus Berbasis Riset

    NERACA   Jakarta - Kebijakan pemerintah dalam menangani wabah virus corona (Covid 19) yang telah menewaskan ratusan jiwa…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Modena Kenalkan Mesin Cuci Pembasmi Virus

    NERACA   Jakarta - Di tengah situasi penyebaran virus Corona (COVID-19) yang makin tak terkendali, masyarakat dituntut kian…

Anggaran Pembangunan Ibukota Baru Minta Dialihkan untuk Beli APD Tenaga Medis

    NERACA   Jakarta - Sekjen Gerakan Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS), Hardjuno Wiwoho meminta pemerintah merealokasikan semua dana pengembangan…

Kebijakan Penanganan Covid 19 Harus Berbasis Riset

    NERACA   Jakarta - Kebijakan pemerintah dalam menangani wabah virus corona (Covid 19) yang telah menewaskan ratusan jiwa…