ABM Pasok Batu Bara 255 Ribu MT Ke Lafarge - Perkuat Infrastruktur di Aceh

NERACA

Jakarta – Anak usaha PT ABM Investama Tbk (ABMM), PT Reswara Minergi Hartama kantongi kontrak penjualan batubara sebanyak 255 ribu metric ton kepada PT Lafare Cement Indonesia (Lafarge) untuk tahun 2013. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (28/1).

Disebutkan kontrak penjualan batubara dilakukan melalui unit PT Media Djaya Bersama (MDB). Kontrak penjualan batubara, ditantangani langsung oleh anak usaha MDB yaitu PT MIFA dan perwakilan dari PT. Lafarge Cement Indonesia pada tanggal 23 Januari 2013.

Kata Presiden Direktur Reswara, Harry Asmar, kontrak penjualan batu bara ini sangat penting karena jumlahnya yang besar, “Kontrak penjualan ini sangat penting bagi kami. Bukan saja karena ini merupakan kontrak komersial perdana untuk tambang kami di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), namun melalui kontrak penjualan ini, batu bara kami akan digunakan untuk mendukung rencana pengembangan industri di NAD,”ungkapnya.

Dia menambahkan, perseroan bergarap kontrak penjualan batu bara ini bisa berlanjut dan bersama mitra-mitra usaha lainnya untuk ikut mendorong pertumbuhan ekonomi di NAD. Nantinya, dengan kontrak penjualan tersebut, ABM melalui anak usahanya akan memasok batu bara untuk perusahaan semen Lafarge di Aceh pada 25 Januari 2013.

Asal tahu saja, pasokan batu bara dari MDB akan digunakan untuk pembangkit tenaga listrik yang akan menggerakan mesin-mesin yang ada dalam proses pembuatan semen Lafarge. Untuk saat ini kontrak penjualan batu bara yang telah disepakati adalah untuk jangka waktu satu tahun. Namun demikian tidak menutup kemungkinan adanya komitmen lanjutan jangka panjang selama 5 tahun.

Kontrak Jangka Panjang

Harry menambahkan, potensi perpanjangan kontrak hingga tahun 2018 telah menjadi pembicaraan antara kedua pihak, “Hal ini akan menambah optimisme kami dalam merampungkan pembangunan infrastruktur tambang di Aceh sekaligus mencari mitra potensial domestik lainnya untuk batu bara kami,”ungkapnya.

Untuk mendukung pertumbuhan usaha dari MDB, saat ini ABM tengah mengerjakan proyek pembangunan infrastruktur MDB di Aceh dan ditargetkan untuk dapat selesai serta mulai beroperasi secara komersial pada November 2013.

Sementara Presiden Direktur PT ABM Investama Tbk, Andi Djajanegara mengatakan, kontrak baru ini telah memperluas cakupan ABM untuk pasar domestic, “Selain komitmen pada pasar dalam negeri, kontrak ini juga menunjukan potensi pertumbuhan yang masih sangat luas, terlebih ketika saat ini mulai bermunculan kebutuhan-kebutuhan batu bara dari industri non-utility,”tandasnya.

ABM, lanjut Andi, berkomitmen untuk mempersiapkan unit-unit usaha agar dapat menjawab permintaan pasar yang diharapkan akan kembali tinggi di 2013, antara lain dengan merampungkan pembangunan infrastruktur MDB di Aceh.

Menurutnya, adanya infrastruktur yang memadai tentunya akan membantu anak usaha perseroan dalam melakukan proses produksi yang lebih efisien dan akan berpengaruh positif terhadap peningkatan kinerja perusahaan.

Sebagai informasi, dengan adanya kontrak terbaru dengan Lafarge, Reswara telah mengamankan lebih dari 1/3 target penjualan batu bara di tahun 2013 sebesar 6 juta metrik ton, setelah sebelumnya telah berhasil mengamankan kembali dua kontrak lanjutan dengan PT Avra Indonesia (Avra Commodities) dan Guangzhou Huaneng Trading Co., Ltd (Huaneng Trading). (bani)

BERITA TERKAIT

Hampir 50 Ribu Pelamar Kerja Mendaftar di BUMN

Hampir 50 Ribu Pelamar Kerja Mendaftar di BUMN NERACA Jakarta – Puluhan ribu atau tepatnya 49.629 pelamar kerja mendaftar di…

Ketua: PP 43 Tahun 2018 Perkuat LPSK

Ketua: PP 43 Tahun 2018 Perkuat LPSK NERACA Jakarta - Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Abdul Haris Semendawai…

Asia Pacific Investama Gelar Rights Issue - Perkuat Struktur Modal

NERACA Jakarta – Dalam rangka perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Asia Pacific Investama Tbk (MYTX) berencana melakukan penambahan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Bersama WIKA dan Summarecon - MUN Ikut Konsorsium Tol Dalam Kota Bandung

NERACA Jakarta - PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) lewat anak usahanya PT Margautama Nusantara (MUN) bersama PT Wijaya Karya (Persero)…

Pendapatan Bali Towerindo Tumbuh 42%

NERACA Jakarta - Di kuartal tiga 2018, PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) membukukan kenaikan pendapatan usaha 42% menjadi Rp…

Pefindo Beri Peringkat AA- Chandra Asri

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan rating untuk PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) pada idAA-. Outlook rating TPIA stable. Rating…