Pemerintah Percepat Pelaksanaan Konversi BBM - Gandeng Swasta

NERACA

Jakarta – Pemerintah berniat mempercepat pelaksanaan program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG). Program ini tidak hanya memastikan jaminan pasokan, namun pengadaan infrastruktur penunjang sangat dibutuhkan. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Susilo Siswoutomo mengatakan akan menggandeng pihak swasta untuk mempercepat terlaksananya progam yang bertujuan untuk menekan penggunaan BBM bersubsidi ini.

Kementerian ESDM sudah meminta PT Pertamina untuk menyuplai gas dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk menyediakan pipa gas yang menyuplai ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) demi memenuhi kebutuhan bahan bakar bagi masyarakat yang menggunakan gas. "Pendekatan di pipa yang sudah ada sedang dibicarakan dengan Pertamina dan PGN supaya suplai gasnya tetap," kata Susilo, akhir pekan kemarin.

Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM No.19/2010 tentang pemanfaatan gas bumi untuk BBG yang digunakan untuk sarana transportasi, diatur kewajiban pelaku bisnis hulu gas untuk menyisihkan 40% bagi kewajiban pelaksanaan Domestic Market Obligation (DMO). Namun, kenyataannya baru Pertamina yang telah mengalokasikan gas untuk transportasi sebesar 4 juta standar metrik kaki kubik per hari. Angka ini belum ditambah dengan kewajiban pebisnis gas sektor hilir untuk menyisihkan 10% dari volume yang ditangani.

Menurut perhitungan Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan, produksi gas nasional saat ini mencapai 9 miliar kaki kubik per hari, di mana 5,1 miliar kaki kubik per hari untuk keperluan ekspor dan 3,9 miliar kaki kubik per hari untuk konsumsi domestik. Jika pemerintah bemaksud mengkonversi penggunaan BBM bersubsidi untuk sektor transportasi sebesar 21,34 kilo liter per tahun menjadi gas, maka akan diperlukan 1,9 miliar kaki kubik per hari.

Angka ini masih dalam kisaran 37% dari produksi gas yang di ekspor. “Untuk itu, diharapkan ada pengawasan yang lebih ketat terhadap KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) untuk mengalokasikan produksi gas untuk pasar domestik,” tegasnya.

Sementara itu, Plt. Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Edy Hermantoro mengatakan, program konversi BBM ke BBG merupakan salah satu program prioritas migas 2013.

Pemerintah akan membangun SPBG dan jaringan pipa gas di Jabodetabek. Dana yang tersedia sebesar Rp474 miliar untuk mendirikan SPBG dan Rp130 miliar untuk pembangunan jaringan pipa. SPBG dan jaringan pipa ini nantinya akan saling terhubung. Tender pembangunan jaringan pipa akan mulai dilakukan Februari dan pengerjaannya diperkirakan sekitar empat bulan.

BERITA TERKAIT

Menelisik Arah Utang Pemerintah Era Kepemimpinan Jokowi

Oleh: Nurul Nabila, Mahasiswi Perbankan Universitas Samudra Langsa   Selama masa pemerintahan Presiden Jokowi, rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik…

Pemerintah Serahkan Bantuan ke 47 Usaha Kreatif

  NERACA Jakarta – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) telah menyerahkan secara simbolis Bantuan Pemerintah untuk 47 pelaku di sektor kreatif.…

Berikan Payung Hukum Khusus - Pemerintah Kritik Unicorn Yang Belum IPO

NERACA Jakarta – Desakan pemerintah lewat Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto dan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara agar empat perusahaan starup…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Membaiknya Ekonomi, Penerimaan Pajak Hampir Capai Target

        NERACA   Jakarta - Lembaga riset perpajakan DDTC menilai bahwa penerimaan pajak pada 2018 yang hampir…

Presiden Minta PKH Tak Digunakan untuk Konsumtif

      NERACA   Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) mengarahkan warga penerima…

DataOn Bentuk Perusahaan Baru GreatDay HR

      NERACA   Jakarta - DataOn (PT. Indodev Niaga Internet) meresmikan GreatDay HR sebagai brand baru untuk solusi…