Pengembangan Infrastruktur Gas Dipercepat - Penuhi Kebutuhan Domestik

NERACA

Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) tengah dalam proses penyelesaian Pipa Proyek CP3B (Cikande – Bitung) untuk mengalirkan gas ke jaringan distribusi Banten Timur melalui offtake station Bitung 2 dan Bitung 3.

Percepatan pengembangan infrastruktur gas bumi untuk konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke gas bumi itu merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Jaringan ini mempunyai nilai strategis dalam meningkatkan kehandalan penyaluran gas di jaringan pipa distribusi Jawa Barat. Hal ini sejalan dengan komitmen untuk melayani dan meningkatkan kepuasan pelanggan serta bukti nyata kontribusi PGN dalam menjalankan amanah pemerintah untuk mengembangkan infrastruktur gas bumi," ungkap Direktur Teknologi dan Pengembangan PGN Djoko Saputro melalui keterangan tertulis yang diterima Neraca, Selasa (22/1).

Jaringan ini adalah kelanjutan proyek jaringan CP3A (Bojonegara – Cikande) yang telah beroperasi tahun lalu dan merupakan lanjutan dari pipa SSWJ (South Sumatera - West Java). Jaringan terbentang sepanjang kurang lebih 30 km dengan diameter pipa 24 inchi dan saat ini telah menyelesaikan pencapaian konstruksi lebih dari 50 %.

Pipa untuk pembangunan jaringan disuplai dari PT KHI Pipe Industries yang dapat menahan tekanan sampai 720 psig. Adapun jaringan pipa tersebut dapat dioperasikan hingga tekanan operasi maksimum di 536 psig. Kapasitas maksimum yang dapat dialirkan jaringan pipa Bojonegara – Bitung adalah sebesar 216 MMSCFD dengan penyaluran melalui Offtkake Cikande dan Bitung sebesar 148 MMSCFD dan penyaluran ke pipeline Bitung – Cimanggis sebesar 68 MMSCFD.

Jaringan akan langsung mengalir ke sistem distribusi Banten Timur yang telah terhubung ke sistem distribusi PGN di Jawa Barat meliputi area Banten-Jakarta-Bogor-Bekasi dan Karawang. Direncanakan setelah jalur Cikande - Bitung, jalur akan dikembangkan ke Cimanggis untuk memperkuat dan memperluas jaringan infrastruktur gas bumi. Dalam komitmennya untuk terus mengembangkan infrastruktur gas bumi, PGN juga sedang dalam proses pengembangan pembangunan jalur Ringline 1 dan 2 untuk memperkuat jaringan di Jawa Barat yang telah ada saat ini.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan peningkatan infrastruktur berupa pipanisasi sehingga upaya penyaluran sumber energi gas di setiap daerah dapat tercapai. "Kita sampaikan bahwa infrastruktur gas harus diselesaikan sebagai upaya penyaluran energi tersebut di daerah-daerah," ujar Menteri ESDM Jero Wacik.

Dia menegaskan pembangunan infrastruktur pipa Trans-Jawa akan selesai 2014. Momentum ini akan memberi kontribusi yang baik pasca pembangunan pipanisasi tersebut usai. "Jadi penggunaan gas setelah tahun 2014 itu semakin bagus. Semakin merata dan mudah disalurkan ke tiap daerah," tegasnya.

Jero menambahkan pembangunan pipanisasi Trans-Sumatera juga akan segera direalisasikan seiring penetapan sejumlah kerja sama oleh beberapa Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk memproduksi dan menyalurkan gas bagi kebutuhan kelistrikan domestik.

BERITA TERKAIT

RAPBD Banten 2019 untuk Infrastruktur Rp1,17 Triliun

RAPBD Banten 2019 untuk Infrastruktur Rp1,17 Triliun NERACA Serang - Pemerintah provinsi Banten menganggarkan sekitar Rp1,17 triliun dalam RAPBD Banten…

Garuda Bidik 51% Market Share Pasar Domestik - Ambil Alih Operasional Sriwijaya Air

NERACA Jakarta – Kinerja keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) belum lepas dari rugi, namum maskapai penerbangan plat merah…

Pembangunan Infrastruktur untuk Indonesiasentris, Bukan Pencitraan

  Oleh: Winarto Ramadhan, Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UIT Makassar   Pemerintahan Jokowi-JK sudah memasuki ambang masanya. Empat tahun pemerintahan sudah…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pentingnya Informasi Geospasial untuk Perencanaan Pembangunan

    NERACA   Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menekankan pentingnya informasi geospasial bagi perencanaan pembangunan…

ADB Setujui Pinjaman US$500 juta untuk Pemulihan Bencana

      NERACA   Jakarta - Bank Pembangunan Asia (ADB) menyetujui pinjaman bantuan darurat senilai 500 juta dolar AS…

Kawal Pengembangan Inovasi Obat dan Makanan Indonesia - Kolaborasi BPOM-RI &Kemenristek Dikti

    NERACA   Jakarta – Menurut Industry Facts and Figures 2017 yang dipublikasikan Kementerian Perindustrian, pada tahun 2016 industri…