CSR BUMN Tanggung 80% Asuransi Pertanian

Para petani di beberapa daerah berharap pemerintah dapat merealisasikan asuransi pertanian yang pernah direncanakan sebelumnya.Ini dipicu karena kondisi perubahan iklim global di mana musim tanam tidak lagi dapat dipetakan dengan tepat, resiko gagal panen menjadi semakin tinggi.

Selain itu, para petani juga disulitkan dalam menghadapi resiko harga pasar yang disebabkan oleh karakteristik produksinya yang musiman. Harga dipastikan akan jatuh pada musim panen raya, dan melambung tinggi pada saat paceklik atau gagal panen.

Oleh karena itu, upaya pemberian perlindungan kepada petani dalam bentuk proteksi melalui pengembangan asuransi pertanian dinilai penting. Dengan pemberian ganti rugi keuangan sebagai modal kerja usaha ketika petani mengalami kerugian akibat gagal panen dan permasalahan pemasaran produk pertanian yang beresiko tinggi, pelaksanakan aktifitas pertanaman berikutnya tetap dapat dilaksanakan oleh para petani.

Tahun ini, Kementrian Pertanian (Kementan) berencana melakukan uji coba asuransi pertanian. Sekitar 80% premi asuransi akan ditanggung oleh perusahaan-perusahaan berpelat merah melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dan sisanya ditanggung dana CSR BUMN.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Suswono mengungkapkan, anggaran untuk asuransi yang akan diberikan pada lahan pertanian dengan luas lahan 3.000 hektare (ha) ini diperoleh dari CSR dan bukan dari dana APBN.

Petani yang mendaftarkan diri ikut program asuransi pertanian hanya akan menanggung premi 20%, atau setara Rp36 ribu per hektar dari premi sebesar Rp180 ribu per hektar lahan yang gagal panen. Sementara sisanya 80% , ditanggung dana CSR. "Dana tersebut akan ditanggung oleh CSR BUMN," ujar Suswono usai membuka Rakernas Kementan di Kantornya, pekan lalu.

Sebagai uji coba, program asuransi pertanian ini akan diterapkan dahulu di sejumlah sentra pertanian di Jawa, antara 5-8 kota. Bila berhasil dalam uji coba, program asuransi pertanian ini akan terus dilanjutkan.

BERITA TERKAIT

ASURANSI M!PROTECTION

kiri ke kanan. M!Power Project Leader and Coordinator Sequis Life Alvina Rosa Beatrix, President Director and CEO Sequis Life Tatang…

Lahan Pertanian Beririgasi Teknis Tak Terdampak Kekeringan

  NERACA Jakarta – Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hari Suprayogi mengatakan lahan pertanian…

Sektor Primer - Perlindungan Varietas Tanaman dan Pertanian untuk Bisnis Disorot

NERACA Bogor - Indonesia for Global Justice (IGJ) bersama Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) dan BEM KM Institut Pertanian…

BERITA LAINNYA DI CSR

Tangani Bencana Kekeringan Air - ACT Distribusikan 50 Ribu Liter Air Bersih di Gunungkidul

Air merupakan kebutuhan pokok bagi manusia untuk keberlangsungan hidup dan bayangkan bila kehidupan manusia tanpa air tentunya menjadi bencana alam…

Tingkatkan Pemberdayaan Masyarakat - AXA Gelar Program CSR Yakin Kita Bisa di Empat Kota

Menunjukkan eksistensinya yang tidak hanya sekedar berbicara bisnis semata, AXA Indonesia menggelar program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social…

Peringati Hari Lingkungan Hidup - Astra Gelar Festival Kampung Berseri di Pulau Pramuka

Kegigihan dan kepedulian Mahariah, seorang guru madrasah ibtidaiah yang menginisiasi penyelamatan lingkungan bagi penduduk Pulau Pramuka memberikan inspirasi bagi masyarakat,…