Standard Chartered Kucurkan US$1 Jut - Peduli Kesehatan Mata

Gangguan penglihatan dan kebutaan bukan hanya masalah kesehatan di Indonesia, tetapi juga sebagai masalah sosial yang harus menjadi prioritas program nasional. Kebutaan di Indonesia menempati urutan kedua di dunia. Jumlahnya 1,5 persen dari populasi penduduk di Indonesia atau 3,5 juta orang.

Sebagai wujud nyata komitmen jangka panjang Standard Chartered Bank dalam berperan aktif dibidang kesehatan, di 150 tahun keberadaannya di bumi Nusantara di tahun 2013 ini, Standard Chartered Bank memberikan komitmennya dalam membantu meningkatkan kesehatan mata masyarakat di Indonesia.

Untuk itu, Standard Chartered Bank memberikan dana sebesar US$ 1 Juta untuk program pemeriksaan kesehatan mata, serta distribusi kacamata gratis ke lebih dari 18.000 murid dan guru Sekolah Menengah Pertama di berbagai wilayah di Jakarta mulai tahun 2013 hingga tiga tahun mendatang.

“Tahun ini, tahun yang istimewa bagi kami karena tepat 150 tahun Standard Chartered Bank melayani masyarakat Indonesia sejak pertama kali beroperasi pada tahun 1863. Pemberian dana merupakan wujud nyata komitmen jangka panjang Standard Chartered dalam berperan aktif mengatasi kebutaan di Indonesia,” ujar Managing Director Global Markets sekaligus Manco Patron Program SiB Prakash Subramanian KV.

Pemberian tali kasih ini secara resmi diberikan melalui kerjasama dengan lembaga Helen Keller International (HKI) disaksikan oleh Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Nasional bertempat di SMPN 70 Jakarta. Donasi ini juga diberikan untuk mendanai Program Pemulihan Kesehatan Retina akibat Diabetes (Diabetic Retinopathy Programme) bagi para penderita diabetes di propinsi DKI Jakarta, Jawa Barat dan DI Yogyakarta.

Termasuk dalam program ini adalah pelatihan staf medis dan paramedis, penyediaan perlengkapan foto retina, serta perawatan kesehatan mata bagi 10.500 orang penderita diabetes. Keseluruhan program ini akan dilaksanakan oleh Helen Keller International (HKI) selaku mitra resmi Standard Chartered sejalan dengan komitmen Standard Chartered untuk mengatasi kebutaan melalui program ”Seeing is Believing (SiB)” sebagai hasil kerjasama dengan International Agency for Prevention of Blindness (IAPB).

Dalam kesempatan yang sama, Standard Chartered dengan 87.000 karyawan di seluruh dunia merupakan pendorong utama bagi program Seeing is Believing. Di Indonesia sendiri, komitmen juga diwujudkan oleh lebih dari 700 karyawan yang telah melakukan kampanye pencegahan kebutaan pada tahun lalu, dengan mengambil jatah cutinya untuk berpartisipasi sebagai relawan. Komitmen ini merupakan bagian dari upaya kami untuk terus meningkatkan kesadaran akan isu kesehatan mata bagi masyarakat sekaligus memperkuat komitmen brand promise ‘Here for good’.

BERITA TERKAIT

Masih Banyak Perusahaan Publik Tak Peduli HAM - Studi FIHRRST

      NERACA   Jakarta - The Foundation for International Human Rights Reporting Standards (FIHRRST), salah satu organisasi masyarakat…

Zurich Jamin Kesehatan Hingga Rp30 miliar - Luncurkan Produk Critical Advantage

    NERACA   Jakarta - Zurich Indonesia meluncurkan produk asuransi untuk penyakit kritis yaitu Zurich Critical Advantage (ZCA). Produk…

Indeks Pembangunan Kesehatan : Bali Tertinggi, Papua Terendah

    NERACA   Jakarta - Provinsi Bali menjadi wilayah yang memiliki Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) paling tinggi sementara…

BERITA LAINNYA DI CSR

Tekan Angka Penderita Katarak - BCA Bakti Sosial Gelar Operasi Katarak di Ambon

Komitmen menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), PT Bank Central Asia (BCA) Tbk kembali melanjutkan…

Indonesia Darurat Sampah Plastik - Accor Group Hotels Manado Ajak Masyarakat Kurangi Plastik

Menyadari tingginya tingkat konsumsi penggunaan plastik masyarakat Indonesia, membawa negeri ini menjadi produsen sampah plastik terbesar di dunia. Prestasi ini…

Bantu Korban Gempa Bumi - XL Rampungkan Pembangunan Sekokah di Lombok Utara

Pasca gempa bumi Lombok, dukungan dan bantuan XL Axiata terhadap para korban gempa tidak hanya sebatas pada kegiatan tanggap darurat…