Indonesia-Argentina Tingkatkan Hubungan Ekonomi

NERACA

Jakarta - Indonesia dan Argentina sepakat meningkatkan hubungan ekonomi, ditandai dengan penandatanganan dua memorandum kesepahaman (MoU) dan satu perjanjian saat kunjungan kenegaraan Presiden Argentina Presiden Argentina Cristina Elisabet Fernandez De Kirchner ke Indonesia pekan ini.

Kesepakatan peningkatan hubungan ekonomi kedua negara tersebut diungkapkan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa seusai pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Argentina Hector Timerman di Jakarta, Rabu (16/1).

Menlu Marty mengatakan, dokumen yang akan ditandatangani saat kunjungan kenegaraan Presiden Fernandez De Kirchner di Jakarta Kamis (17/1) ialah dua MoU, masing-masing mengenai promosi investasi dan kerjasama bidang pertanian, serta perjanjian bidang perhubungan (pembukaan hubungan penerbangan/flight service).

Menurut Menlu, dalam kesempatan pertemuan dengan Menlu Hector Timerman itu, dia menyampaikan pandangan Indonesia mengenai perlunya penyeimbangan neraca perdagangan kedua negara, di mana Indonesia sementara ini masih mengalami defisit.

Nilai perdagangan bilateral Indonesia-Argentina selama 2012 tercatat sebesar US$1,2 miliar dan Indonesia mengalami defisit karena besarnya impor kedelai dari negara tersebut.

Sebelumnya, Staf Khusus Presiden Bidang Luar Negeri, Teuku Faizasyah, mengatakan, Indonesia dan Argentina menjalin kerjasama tingkat regional dan global melalui forum seperti Forum for East Asia-Latin America Cooperation (FEALAC) dan G20.

Bagi Indonesia, FEALAC merupakan wadah penting untuk meningkatkan hubungan bilateral dengan negara-negara Amerika Latin, utamanya dalam hal kerjasama ekonomi dan antara-warganegara (people-to-people contact).

Indonesia-Argentina juga melakukan kerjasama dalam kerangka Selatan-Selatan dengan membantu negara-negara berkembang, antara lain dalam hal kerja sama teknik. Menurutnya, Argentina merupakan salah satu negara Amerika Latin yang terkemuka dengan jumlah penduduk kelas menengah yang terbesar di kawasan tersebut, yaitu lebih dari 18 juta jiwa.

Pendapatan per kapita Argentina mencapai US$17.700, dengan tingkat pertumbuhan ekonomi 8,9% pada 2011. Berdasarkan potensi tersebut, peningkatan kerja sama bilateral di bidang ekonomi antara Indonesia dan Argentina menjadi semakin penting, terlebih lagi dengan masih belum pulihnya perekonomian global.

Kunjungan kenegaraan ke Indonesia ini merupakan bagian lawatan kenegaraan Presiden Argentina ke empat negara, yakni Kuba, Uni Emirat Arab, Indonesia, dan Vietnam. (doko)

BERITA TERKAIT

Pembenahan Modal Manusia Penting bagi Transformasi Ekonomi

Oleh: Satyagraha Indonesia saat ini sedang berjuang untuk meningkatkan produktivitas serta mendorong daya saing guna menghadapi tantangan dunia yang makin…

China Berhasil Kuasai Ekonomi Dunia Dalam Waktu Singkat

      NERACA   Jakarta - Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ahmad Helmy Fuady menunjukkan data bahwa Cina…

Revolusi Industri 4.0 Era Baru UKM Indonesia

Revolusi Industri 4.0 Era Baru UKM Indonesia NERACA Denpasar - Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga menyebutkan bahwa Revolusi Industri…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Cukai Rokok Tetap, Minuman Alkohol Naik

  NERACA   Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melakukan penyesuaian tarif cukai minuman yang mengandung etil alkohol (MMEA) dan konsentrat…

PNBP Sektor Tambang Lampaui Target

      NERACA   Jakarta - Asosiasi Pertambangan Indonesia (IMA) memuji kinerja sektor pertambangan yang berperan atas realisasi Penerimaan…

Penampungan Limbah di Atas Sesar Gempa Rentan Rusak

      NERACA   Medan - Keandalan instalasi penampungan limbah terhadap resiko bencana gempa menjadi salah satu persoalan yang…