146 Proyek MP3EI Dimulai 2013

NERACA

Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, ada sekitar 146 proyek dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang akan memulai masa pembangunan (groundreaking) pada 2013, terdiri atas 82 proyek infrastruktur dan 64 proyek sektor riil senilai Rp545,76 triliun.

Proyek tersebut tersebar di enam koridor MP3EI, yaitu Sumatera senilai Rp62,3 triliun, Jawa Rp115,77 triliun, Kalimantan Rp108,78 Triliun, Sulawesi Rp10,73 triliun, Bali Nusa Tenggara Rp43,27 Triliun dan Papua Maluku serta Papua Barat Rp204,56 triliun. "Jadi pada 2013 dipastikan Papua dan Papua Barat atau koridor enam akan mengalami lompatan pembangunan infrastruktur yang tinggi. Sebesar Rp204,56 triliun dari total yang diperkirakan Rp545,76 triliun," ujarnya.

Menurut dia, dengan adanya perkiraan alokasi tersebut, dipastikan penyebaran pembangunan akan mulai fokus di luar Jawa sehingga pemerataan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia mulai terjadi di kawasan Indonesia timur. "Dengan demikian porsi pembangunan investasi di Jawa tinggal 45%. Ini yang kita harapkan penyebaran dan pemerataan akan terjadi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia dan produktivitas meningkat diluar Jawa," kata Hatta.

Untuk mempercepat pembangunan di luar koridor Jawa, pemerintah dipastikan memberikan insentif sebagai upaya mempermudah jalannya pembangunan proyek infrastruktur kepada investor swasta pada tahun-tahun mendatang. Sementara itu, realisasi proyek MP3EI yang telah berjalan sejak 2011 hingga akhir 2012 mencakup keseluruhan 182 proyek senilai Rp623,91 triliun.

Dari realisasi tersebut, sebanyak Rp121,89 triliun merupakan proyek BUMN, Rp275,24 triliun merupakan investasi swasta, Rp119,14 triliun merupakan proyek APBN serta Rp107,53 triliun merupakan proyek campuran. "Penyebarannya adalah sebanyak 57 proyek BUMN, 70 proyek swasta, 43 proyek pemerintah dan 14 merupakan proyek campuran," katanya.

Hatta mengatakan sebagian besar dari proyek tersebut merupakan investasi dalam bidang infrastruktur yaitu mencapai Rp243 triliun yang terdiri atas pembangunan jalan, sarana transportasi, serta sumber daya air dan energi.

"Dari rasio ini terlihat bahwa infrastruktur sudah mulai diminati swasta. Kalau BUMN kita sangat jelas. Mereka mendapatkan tugas membangun infrastruktur. Tadi kami simpulkan dengan memberikan berbagai regulasi maka kita bisa mempercepat pembangunan infrastruktur melalui swasta dan BUMN," ujarnya.

Dua Digit

Hatta juga mengatakan, pertumbuhan ekonomi melebihi 6% seharusnya belanja pemerintah mencapai double digit. Oleh karena itu, dia akan melakukan perbaikan di masa mendatang.

Dalam APBN 2012, alokasi anggaran belanja modal mencapai Rp168,1 triliun atau 2,1% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

"Perbaikan itu melihat tiga hal. Pertama, proyek ini harus siap. Banyak yang mau dieksekusi, lahannya belum siap. Kedua, membuat lebih sederhana dan akuntabel, dan ketiga jangan bertele-tele, yang penting bisa kita lakukan," ujarnya seusai rapat koordinasi membahas realisasi dan proyeksi MP3EI 2013 di kantornya, Kamis (27/12).

Pemerintah telah memproyeksikan RAPBN 2013 dengan komitmen membenahi kualitas infrastruktur yang direfleksikan melalui alokasi belanja modal sebesar Rp193,8 triliun atau 11,76% dari anggaran belanja negara Rp1.657,9 triliun. Angka ini meningkat 14,9% dari alokasi belanja modal dalam APBN-P tahun 2012.

Alokasi belanja infrastruktur sebesar Rp188,4 triliun. Alokasi ini belum memperhitungkan Rp24 triliun dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) 2012, dan rencana target Rp12 triliun dari pengalihan subsidi listrik untuk belanja modal.

BERITA TERKAIT

Kemenkes: Tender Obat HIV Dimulai Bulan Depan

Kementerian Kesehatan mengatakan tender obat-obatan antiretroviral (ARV) bagi pasien HIV akan dimulai kembali pada bulan depan. Cadangan obat pun disebut…

Proyek KPBU Tak Terganggu Tahun Politik

  NERACA   Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro memastikan proyek-proyek infrastruktur yang dibiayai dengan skema…

Mengandalkan Proyek Pemerintah - WIKA Gedung Bidik Kontrak Rp 22,78 Triliun

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2019, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) menargetkan perolehan kontrak sebesar Rp 22,78 triliun…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pemerintah Diminta Stabilkan Harga Sawit

  NERACA   Kampar - Masyarkat Riau mayoritas berprofesi sebagai petani sawit yang nasibnya bergantung pada harga jual buah sawit.…

Tekankan Peningkatan Kesejahteraan Pasca Inhil Jadi Kluster Kelapa di Indonesia

  NERACA   Indragiri Hilir - Dalam rangka mengembangkan dan meningkatkan turunan kelapa yang ada di Kabupaten Inhil, Bupati HM…

KIBIF Siapkan 20 Ribu Ekor Sapi untuk Pasar Domestik

    NERACA   Jakarta - Setelah resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Estika Tata Tiara…