Kemenakertrans Target Ciptakan 10.000 Wirausahawan

NERACA

Jakarta - Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi menargetkan menciptakan 10 ribu wirausaha per tahun dari berbagai jenis usaha untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperluas lapangan dan kesempatan kerja baru.

"Tersendatnya pengembangan wirausaha di Indonesia saat ini karena tiga persoalan pokok. Pemerintah terus berupaya mencari solusi dari permasalahan ini," kata Menakertrans Muhaimin Iskandar seperti dikutip Antara di Jakarta, Selasa (25/12).

Muhaimin memaparkan faktor pertama tersebut adalah banyaknya barang impor yang masuk ke Indonesia yang mengganggu sisi kreatifitas calon wirausaha baru di Indonesia.

Salah satu contoh, kata Menakertrans, adalah dalam industri bahan pengganti gula menyusul munculnya pemanis dari bahan singkong yang dibuat perusahaan Amerika.

"Mereka berproduksi di Indonesia tetapi untuk dijual ke Indonesia. Kepada para calon wirausaha agar mengerti dan memanfaatkan peluang seperti ini," katanya.

Faktor lain yang menjadi penghambat adalah masih terbatasnya dukungan permodalan padahal faktor ini sangat penting untuk membantu wirausaha menjadi berkembang.

"Problem kita itu masih sedikitnya permodalan yang mudah dan cepat dan menimbulkan perputaran yang saling percaya seperti permodalan melalui KUR. Tetapi pada tingkat penetapan bunga dan pertumbuhan masih sulit. Akses kepada perbankan dan permodalan harus didapat. Karena kita mempunyai keunggulan pada industri kreatif," katanya.

Sedangkan faktor yang ketiga adalah kesenjangan antara kurikulum formal dengan keahlian siswa sehingga seringkali para pencari kerja tidak memiliki keahlian yang dibutuhkan dunia usaha.

Muhaimin mengaku telah mengkoordinasikan masalah ini dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh untuk menyiapkan kurikulum pendidikan yang mendekatkan pendidikan dengan keahlian yang dimiliki oleh peserta didik.

"Problem penyiapan kurikulum pendidikan yang formal dan keahlian peserta didik harus dilakukan. Saya sudah berbicara dengan M. Nuh yang saat ini hubungan lulusan pendidikan formal dengan kebutuhan tenaga kerja ada kesenjangan. Kita harus dekatkan dan perbaiki hal-hal ini," ujar Muhaimin.

Saat ini keberadaan wirausaha sukses di Indonesia masih terbilang minim yaitu hanya sekitar 400.000 orang, jauh dari jumlah ideal sebanyak 2 juta wirausaha.

Sementara itu, untuk membantu mempercepat pengembangan wirausaha, Muhaimin menawarkan kepada lintas kementerian dan lembaga, pihak swasta, masyarakat umum dan lulusan pendidikan agar memanfaatkan keberadaan Balai Latihan Kerja.

"Untuk mengembangkan dan menciptakan wirausaha sukses di Indonesia, dibutuhkan kerja sama dan koordinasi lintas sektoral. Oleh karena itu kita tawarkan kepada berbagai pihak agar memanfaatkan BLK di pusat dan berbagai daerah," katanya.

Saat ini terdapat 13 BLK UPTP milik Kemnakertrans dan 252 BLK UPTD milik pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia.

Muhaimin berharap agar BLK-BLK itu bisa dijadikan sebagai tempat untuk melatih, mempersiapkan dan mengembangkan jenis-jenis wirausaha sesuai dengan minat, bakat dan potensi daerah masing-masing.

BERITA TERKAIT

Kartu Kredit Digital Kredivo Ciptakan Inovasi Checkout Tercepat

    NERACA   Jakarta – Kartu kredit digital, Kredivo menciptakan inovasi pembayaran digital di Indonesia dengan checkout 2-klik yang…

Balai Kemenperin Ciptakan Penyimpan Daya Listrik Portabel

NERACA Jakarta – Ketersediaan dan akses layanan energi listrik sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat saat ini. Pemerintah menargetkan rasio elektrifikasi…

LG Catatkan 1.000 Unit Penjualan Mesin Cuci Laundry

    NERACA   Jakarta - PT LG Electronics Indonesia berhasil mencatatkan penjualan 1.000 unit mesin cuci laundry sejak dimulai…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Defisit BPJS Kesehatan Tahun Ini Diprediksi Meningkat

      NERACA   Jakarta – Defisit BPJS Kesehatan pada tahun ini diprediksi semakin meningkat. Hal itu seperti dikatakan…

Meccaya Pharmaceutical Genjot Kapasitas Produksi hingga 150%

    NERACA   Jakarta – PT Meccaya Pharmaceutical ingin menambah kapasitas produksi terutama dengan penambahan mesin-mesin yang modern dan…

Potensi Pasar Besar, Acer Masuk Bisnis Solusi IoT

    NERACA   Jakarta - Menyambut megatrend big data, Acer hadir sebagai perusahaan TI yang end-to-end, memperkenalkan solusi teknologi…