McKinsey: Banyak Perusahaan Asing Berniat Perluas Pasar di Indonesia

NERACA

Jakarta - Makin banyak perusahaan berbasis asing yang berniat memperluas pasar mereka di Indonesia berkat kuatnya daya taik ekonomi di Tanah Air.

“Semakin banyak indikasi minat usaha luar negeri di Indonesia setiap minggunya. Hal ini menunjukkan daya tarik perekonomian Indonesia di mata dunia. Banyak perusahaan otomotif dan consumer goods dengan sejarah panjang di negeri ini, seperti Unilever dan Nestle, mengumumkan rencana mereka untuk memperluas pasar di Indonesia”, kata Presiden Direktur perusahaan konsultan manajemen global McKinsey & Company Indonesia Arief Budiman dalam siaran persnya, Kamis (20/12).

Kelas konsumen di Indonesia akan meningkat menjadi 135 juta orang pada 2030, merupakan suatu lonjakan sebesar 90 juta orang konsumen berdaya beli lebih dari kebutuhan hidup utama sehari-hari. Hal ini merupakan peningkatan terbesar yang diperkirakan dapat dicapai negara-negara di dunia selain China dan India – serta lebih dari dua kali lipat total perkiraan pertumbuhan penduduk di Brasil.

Tidak seperti umumnya perekonomian di negara-negara Asia, konsumsi domestik merupakan pendorong utama pertumbuhan di Indonesia. Konsumsi tersebut mencakup 61% PDB pada tahun 2010 – dan diperkirakan akan mencapai 65% dalam kurun waktu 20 tahun mendatang.

“Kita melihat potensi yang luar biasa pada pasar konsumen Indonesia serta perekonomian yang terus bertumbuh sementara konsumen di negeri ini semakin makmur dan lebih cerdas. Dengan perkiraan peningkatan belanja konsumen sebesar 7.7% per tahun – terlihat peluang bisnis triliunan dolar di tahun 2030 mendatang,” kata Arief.

Dalam laporan berjudul “The New Indonesian Consumer” itu, McKinsey & Company memaparkan salah satu survei konsumen paling komprehensif yang pernah dilaksanakan di Indonesia, memberi pandangan mengenai pesatnya pertumbuhan pasar konsumen di Indonesia. Survei tersebut meliputi wawancara lebih dari 5.000 orang konsumen, mencakup 5 kategori produk dan 44 kota di seluruh wilayah nusantara.

Menurut laporan tersebut, peningkatan mobilitas konsumen Indonesia akan membawa perubahan penting dalam pola pembelian dan pertumbuhan permintaan di beberapa sektor utama. Dalam kurun waktu 20 tahun mendatang, survei McKinsey mengungkapkan bahwa konsumen Indonesia akan cenderung mengalihkan pengeluaran pribadinya untuk tabungan dan investasi, dengan lonjakan kebutuhan sekitar 10% per tahun, sementara pengeluaran untuk rekreasi serta makanan dan minuman juga diperkirakan meningkat pesat. Konsumen di Indonesia tersebar di 17.500 pulau dan lebih dari 500 kota di 5 wilayah utama. Saat ini kluster konsumen Indonesia telah terbentuk di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, sementara kota-kota tapal batas lainnnya seperti Balikpapan, Batam, Makassar dan Semarang juga menuju kearah pembentukan tersebut. Dengan mengunakan kacamata “kluster-kluster kota” di seluruh pelosok nusantara, McKinsey menemukan bahwa konsumen dalam kluster cenderung memiliki selera dan prilaku tertentu yang memudahkan perusahaan untuk melayani kebutuhan mereka. Sebagai contoh, ditemukan bahwa para konsumen di Surabaya lebih berorientasi pada merek dibandingkan para konsumen di kluster Jakarta.

Kesetiaan Pada Merek

Menurut laporan tersebut, merek membawa pengaruh yang luar biasa kuat bagi konsumen Indonesia dalam mengambil keputusan, jauh melebihi negara-negara lainnya di Asia, termasuk China. Tidak seperti China dan India, merek perusahaan-perusahaan konsumen lokal di Indonesia sangat kuat pada sebagian besar kategori, terutama pada kategori makanan dan minuman dengan pertumbuhan pesat pada merek lokal seperti Indomie (mi instan) yang sangat memimpin.

“Lebih dari 90 persen konsumen sangat mengetahui merek apa yang akan dibeli sebelum mereka mengunjungi toko dan sangat jarang dapat beralih dari merek yang mereka biasa gunakan atau sukai. Mereka juga beranggapan bahwa merek terkenal dan mahal cenderung memiliki kualitas lebih baik,” jelas Budiman. (doko)

BERITA TERKAIT

Wakil Presiden - Ancaman Terbesar Indonesia Bukan Lagi Perang Fisik

Jusuf Kalla Wakil Presiden Ancaman Terbesar Indonesia Bukan Lagi Perang Fisik  Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan tantangan yang…

Menakar Mobil Listrik di Indonesia

Oleh: Fahmy Radhi, Pengamat Ekonomi Energi UGM Setelah beberapa lama dinantikan, Presiden Joko Widodo akhirnya menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) tentang…

Difasilitasi, IKM Furnitur Sukoharjo Tembus Pasar AS

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian semakin aktif memacu pelaku industri kecil dan menengah (IKM) untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Badan Riset Dorong Prioritas Riset dan Inovasi Lebih Terarah

    NERACA   Jakarta - Wakil Direktur Indonesian Medical Education Research Institute (IMERI) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI)…

LG Catatkan 1.000 Unit Penjualan Mesin Cuci Laundry

    NERACA   Jakarta - PT LG Electronics Indonesia berhasil mencatatkan penjualan 1.000 unit mesin cuci laundry sejak dimulai…

Pemerintah Siap Bangun Infrastruktur di 3 KEK

      NERACA   Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menggelar sidang dewan nasional untuk membahas terkait pengembangan…