Kementerian LH Beri Insentif ke Stakeholders - Penghargaan Langit Biru 2012

NERACA

Jakarta - Menteri Lingkungan Balthazar Kambuaya memberi penghargaan kepada pihak-pihak yang berkomitmen kepada lingkungan hidup untuk memberikan udara bersih kepada masyarakat. Penghargaan bernama Program Langit Biru 2012 itu merupakan pengumuman hasil evaluasi atas daerah dan kendaraan bermotor yang ramah lingkungan dan menerapkan kebijakan berbasis green economy di kota/kabupaten di seluruh di Indonesia. “Masalah lingkungan hidup ada kaitannya dengan HAM karena manusia berhak untuk mendapatkannya dan diatur dalam UUD 1945 pasal 28”, ujar Menteri LH dalam sambutannya.

Ia menyatakan bahwa program ini merupakan bentuk apresiasi bagi kepala daerah dan perusahaan yang menerapkan kebijakan serta produk yang berbasis ramah lingkungan. “Saya mengapresiasi seluruh kepala daerah. Di tengah kompleksitas yang ada pada masing-masing daerah, mereka masih tetap berkomitmen terhadap penciptaan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman kepada warganya”, ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Menteri LH Bidang Pengendalian Pencemaran Karliansyah menyatakan bahwa dalam momentum Langit Biru 2012, kementrian akan meluncurkan penerapan Standar Emisi Euro 3 yang tertuang dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup 23/2012 tentang perubahan atas peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup 10/2012 tentang baku emisi gas buang kendaraan bermotor tipe baru kategori L3. Program Langit Biru 2012 ini menggunakan metode yang dilakukan dalam evaluasi kualitas udara perkotaan dilakukan pada 45 kota dari 33 Provinsi di Indonesia antara Maret sampai Oktober.

Penerima penghargaan Program Langit Biru 2012 adalah Kota Tangerang, Jakarta Selatan, dan Kota Medan untuk kategori kota metropolitan, sedangkan untuk katagori kota besar adalah Kota Batam, Kota Denpasar, dan Kota Manado.

“Untuk ke depan, Kementrian Lingkungan Hidup akan terus mendorong baik dari elemen pemerintahan dan industri otomotif untuk terus menerapkan kebijakan ramah lingkungan,” ujar Karliansyah.

Terkait produk yang tidak ramah lingkunan, dia menyatakan bahwa pasarlah yang akan menilai karena kelestarian lingkungan hidup sudah menjadi pertimbangan konsumen dalam menilai produk dan kebijakan dari industri otomotif maupun pemerintah daerah. “Dalam kesempatan ini pula, Menteri Lingkungan Hidup mengumumkan dengan resmi berlakunya standar emisi baru untuk kendaraan roda 2 yang setara standar EURO 3 terhitung 1 Agustus 2013”, paparnya. (dias)

BERITA TERKAIT

Dunia Usaha - Perang Dagang AS-China Disebut Beri Peluang Bagi Manufaktur RI

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian tengah fokus menggenjot investasi di lima sektor yang menjadi prioritas dalam Making Indonesia 4.0, yaitu…

Fitch Rating Beri Peringkat CCC+ LPKR

Kendatipun performance kinerja keuangan PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) masih membukukan pertumbuhan positif, namuan perseoan memperoleh peringkat issuer default rating…

GIAA Beri Pinjaman Aero Wisata Rp 13,94 Miliar

Danai pengembangan bisnis anak usaha, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mengucurkan pinjaman kepada anak usahanya yakni PT Aero Wisata…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Data Eksplorasi Migas Indonesia Masih Lemah

  NERACA   Jakarta - Anggota legislatif Komisi VII DPR Tjatur Sapto Edy menilai bahwa sistem data eksplorasi minyak dan…

Imperva Bangun Scrubbing Center di Jakarta

    NERACA   Jakarta - Imperva Inc, perusahaan cybersecurity mengumumkan hadirnya DDoS Scrubbing Center pertama di Indonesia. Menurut Wakil…

Pemda Diminta Lapor Penggunaan Dana DBHCT

  NERACA   Karawang - Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menegaskan bahwa pemerintah daerah harus melaporkan penggunaan dana…