Peduli Perempuan, Prudential Gelar “Sadar Keuangan”

NERACA

Jakarta - PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) kembali mengadakan program lokakarya Financial Literacy (Sadar Keuangan) untuk perempuan di 2012. Menurut Direktur Utama Prudential Indonesia, William Kuan, program lokakarya ini didukung penuh oleh dua kementerian, yaitu Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Program lokakarya Financial Literacy merupakan salah satu program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility - CSR) yang bertujuan untuk berbagi tips-tips dasar pengelolaan keuangan pribadi dan keluarga kepada para perempuan pengusaha kecil sektor informal.

Sepanjang pelaksanaan Financial Literacy 2012 yang telah memasuki tahun ke-empat, Prudential Indonesia memperluas jangkauan hampir dua kali lipat dari tahun–tahun sebelumnya. Tahun lalu dilaksanakan sebanyak enam sesi di enam kota sedangkan, pada tahun ini dilakukan sebanyak 14 sesi di enam kota, sehingga mencapai lebih dari 3.000 perempuan pengusaha sektor informal yang mendapatkan tips– tips dasar pengelolaan keuangan rumah tangga.

“Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, kami sangat peduli dengan perwujudan masyarakat yang sadar keuangan, termasuk di dalamnya perempuan mandiri yang mampu mengelola manajemen keuangan keluarga. Melalui Financial Literacy 2012, Prudential Indonesia membuka akses seluas–luasnya untuk berbagi pengetahuan dan dasar pengelolaan keuangan agar dapat mendukung mereka untuk memiliki taraf hidup yang lebih baik,” jelas William di Jakarta, Rabu (12/12).

Program lokakarya Financial Literacy diberikan oleh para trainer yang merupakan relawan dari karyawan perempuan Prudential Indonesia. Lokakarya dikemas interaktif dan ringan, di mana sesama peserta dapat saling berbagi pengalaman mengenai pengelolaan keuangan rumah tangga dengan trainer serta latihan simulasi seperti latihan penetapan tujuan atau menyusun anggaran.

Peserta yang mengikuti program ini adalah para perempuan pengusaha sektor informal dari binaan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Kemenparekraf serta merupakan kalangan bawah SES C–D, yang memiliki penghasilan Rp500 ribu–Rp2.5 juta per bulan.

Adapun yang berkesempatan mengikuti Financial Literacy 2012 adalah anggota perempuan dari Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) dan Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS), binaan dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang merupakan mitra kerja Kementerian Pemberdayaan Perempuan, serta anggota Kelompok Sadar Wisata (Podarwis) binaan Dinas Pariwisata yang merupakan mitra kerja Kemenparekraf, yang berasal dari Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Mataram, dan Jakarta.

“Prudential Indonesia selalu berupaya untuk mendengarkan dan memahami, salah satunya adalah dengan secara konsisten melanjutkan komitmen perusahaan untuk memberi kembali kepada masyarakat di mana kami berbisnis, melalui serangkaian program CSR. Melalui Financial Literacy, kami berharap dapat memberikan dampak positif kepada perempuan pengusaha kecil agar dapat semakin bijak dalam mengelola keuangan keluarga sehingga dapat memiliki kehidupan yang lebih baik,” tutup William. [doko]

BERITA TERKAIT

Dishub Jabar Gelar Mudik Gratis "Selamanya"

Dishub Jabar Gelar Mudik Gratis "Selamanya" NERACA Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat…

Soal Sentimen Pemilu - BEI Lebih Cemas Kinerja Keuangan Emiten

NERACA Jakarta – Memanasnya konstelasi politik dalam negeri jelang pemilihan presiden (Pilpres) pada awal April 2019, diyakini tidak akan terlalu…

Indonesia Akan Gelar Kongres Notaris Dunia

Indonesia Akan Gelar Kongres Notaris Dunia NERACA Jakarta - Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia (PPINI) Tri Firdaus Akbarsyah…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Kredit Bank DKI Tumbuh 27,9%

      NERACA   Jakarta – Sepanjang 2018, Bank DKI mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 27,95 dari semula sebesar Rp27,1…

BI Tahan Suku Bunga Acuan

      NERACA   Jakarta – Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate…

Bunga The Fed Diyakini Hanya Naik Sekali

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia mengubah proyeksinya untuk kenaikan suku bunga acuan The Federal Reserve, Bank…