2013, Asuransi Konvensional “Ganti Baju” ke Syariah

NERACA

Jakarta - Ekonom Syariah Adiwarman Karim memperkirakan pada 2013 mendatang perusahaan asuransi syariah akan bertambah banyak seiring dengan banyaknya asuransi konvensional yang merubah diri menjadi asuransi syariah karena adanya ketentuan modal minimum.

Dengan aturan modal minimum Rp100 miliar untuk perusahaan asuransi konvensional, maka diperkirakan banyak yang tidak dapat memenuhi sehingga mereka merubah diri menjadi asuransi syariah yang hanya dipatok modalnya minimal Rp50 miliar,"kata dia di Jakarta, Senin (3/12).

Dia mengatakan perusahaan asuransi harus menaikkan modalnya dengan cara merger atau mencari investor baru. Jika tidak memenuhi aturan permodalan tersebut, perusahaan terancam ditutup. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) sebelumnya menetapkan aturan ketentuan modal terhadap perusahaan asuransi.

Perusahaan asuransi harus memenuhi modal minimal sebanyak Rp100 miliar untuk bisa tetap bertahan. Sementara asuransi dengan unit syariah diwajibkan memenuhi modal sebesar Rp50 miliar. "Dengan aturan yang demikian, ada dugaan akan banyak asuransi konvensional bermodal kecil yang memilih berubah menjadi asuransi syariah," ujar dia.

Hal tersebut, dinilai Adiwarman sebagai insentif yang baik dari pemerintah untuk syariah. Di sisi lain, jumlah asuransi syariah juga akan meningkat. "Faktor lain yang juga ikut mendorong percepatan asuransi syariah adalah ketentuan spin off," papar dia.

Aturan pemisahan unit syariah atau spin off itu dikeluarkan regulator karena banyak unit syariah mengelola premi masyakarat dalam jumlah ratusan miliar. Pemerintah berharap adanya Undang Undang mengenai spin off merupakan langkah pemurnian agar asuransi syariah bisa berkembang dengan baik. "Dengan ketentuan spin off, akan ada sekitar 45 unit usaha syariah (UUS) yang akan di-spin off, sehingga asuransi syariah diperkirakan akan tumbuh dari sini," tandasnya. [ardi]

BERITA TERKAIT

Pengamat : BANI Sovereign Harusnya Bubar atau Ganti Nama - Upaya PK Ditolak

Pengamat : BANI Sovereign Harusnya Bubar atau Ganti Nama Upaya PK Ditolak NERACA Jakarta - Keluarnya keputusan dari Mahkamah Agung…

Asuransi Jiwasraya Ungkap Strategi Tingkatkan Kinerja

      NERACA   Jakarta - PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mengungkapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan kinerja pada 2019 antara…

Lagi, OJK Tetapkan Dua Efek Syariah

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan dua saham calon emiten baru di Bursa Efek Indonesia (BEI) yakni Sentra Food dan Estika…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Bank BUMN Minta Pengaturan Bunga Deposito

      NERACA   Jakarta - Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) memandang saat ini industri perbankan masih memerlukan pengaturan…

Realisasi KUR 2018 Capai Rp120 Triliun

      NERACA   Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memastikan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sepanjang 2018…

BNI Belum Putuskan Soal Kerjasama WeChat dan Alipay

    NERACA   Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (BNI) masih belum menentukan keberlanjutan kerja sama dengan dua perusahaan…