Menhub: ASEAN Agar Alokasikan Sumber Daya untuk 2015

NERACA

Jakarta - Menteri Perhubungan Evert Erenst Mangindaan meminta negara-negara ASEAN agar dapat mengalokasikan cukup sumber daya demi optimalisasi konektivitas dalam menghadapi pasar terbuka ASEAN 2015.

Dalam pernyataan persnya di Jakarta, akhir pekan lalu, Mangindaan mengatakan, hal tersebut diperlukan demi menguatkan konektivitas guna membentuk ASEAN menjadi pasar terbuka dan sumber produksi.

Selain itu, kata dia, hal ini penting agar ASEAN dapat menjadi kawasan yang kompetitif dengan pertumbuhan ekonomi yang seimbang, dan terintegrasi dalam ekonomi global.

"Ini sejalan dengan adopsi agenda Pertemuan Tingkat Menteri Transportasi ASEAN di Phnom Penh tahun lalu mengenai penguatan usaha untuk memastikan realisasi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015," katanya.

Menurut Menhub, Indonesia telah menerapkan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dalam rangka memperkuat konektivitas dalam negeri sebagai bagian dari konektivitas ASEAN.

Sebelumnya, Menhub dalam sejumlah kesempatan juga mengatakan, unit pelayanan transportasi publik harus dapat inovatif dan mengikuti pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi guna meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.

"Jangan berhenti apalagi terlalu cepat puas dengan pencapaian yang sudah dilakukan. Harus tetap berinovasi karena kebutuhan transportasi tidak akan pernah berhenti," kata Mangindaan.

Menurut dia, inovasi mutlak diperlukan antara lain karena perkembangan di sektor transportasi sangat cepat dan bahkan juga berdampak terhadap aturan regulasi.

Menhub juga menuturkan, dalam jangka waktu satu-tiga tahun ke depan, perubahan regulasi dimungkinkan seiring cepatnya perkembangan teknologi dan ekonomi.

Dia memaparkan, peningkatan kualitas layanan harus diperhatikan karena kepercayaan di sektor transportasi bisa menurun apabila kualitasnya juga menurun.

Pertemuan Tingkat Menteri Transportasi Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) ke-18 yang berakhir Jumat (30/11/2012) telah memantapkan tujuan bersama yakni "ASEAN Connectivity" atau Konektivitas pada 2015. Para menteri perhubungan ASEAN sepakat mengenai pentingnya memperkuat, meningkatkan, dan mengintensifkan usaha untuk mewujudkan konektivitas ASEAN, terutama transportasi, dalam semangat membangun Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.

Para menteri perhubungan juga sepakat untuk meningkatkan kerja sama, baik antarnegara anggota ASEAN maupun dengan negara-negara mitra dialog ASEAN, yakni Jepang, China, dan Korea.

Beberapa kesepakatan strategis dalam pertemuan menteri perhubungan ASEAN di Nusa Dua, Bali, antara lain, komitmen penerapan blueprint Masyarakat Ekonomi ASEAN, Masterplan for ASEAN Connectivity, dan Brunei Action Plan 2011-2015. Para menteri juga sepakat memberi perhatian terhadap Air Transport Technical Cooperation dalam kerangka ASEAN Single Aviaton Market.

Para menteri juga sepakat mendukung ASEAN Framework Agreement on Cross Border Transport of Passanger untuk memfasilitasi pergerakan orang lintas batas dan sepakat membentuk ASEAN Transport SAR Forum dalam rangka kerja sama keselamatan dan keamanan transportasi.

"Target kita adalah ASEAN Connectivity 2012 sudah bisa diimplementasikan. Ini sudah 2012 dan 2013 nanti kita akan sampai pada kesimpulan sudah harus terealisasi di lapangan," kata Menhub di Nusa Dua, Bali, Kamis (doko)

BERITA TERKAIT

Dana Desa untuk Pembangunan Terbukti Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat - Wakil Ketua MPR

Dana Desa untuk Pembangunan Terbukti Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Wakil Ketua MPR NERACA Sukabumi - Pembangunan desa melalui penggelontoran Dana Desa…

Serap 100% Hasil Rights Issue - DAYA Fokus Kembangkan Bisnis E-Commerce

NERACA Jakarta - PT Duta Intidaya Tbk (DAYA) melaporkan telah menggunakan seluruh dana yang didapat dari Penambahan Modal dengan Hak…

Dirut PT SMART Disebut Setujui Suap untuk DPRD Kalteng

Dirut PT SMART Disebut Setujui Suap untuk DPRD Kalteng NERACA Jakarta - Direktur Utama (Dirut) PT SMART Tbk Jo Daud…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Bantuan 50 Ekor Ayam Kementan Bantu Kehidupan Masyarakat

    NERACA Tasikmalaya - Kehidupan Cicih, seorang buruh tani di Desa Kiarajangkung, Kec. Sukahening, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat, menjadi…

Utang Luar Negeri Naik 7% Jadi Rp5.220 Triliun

  NERACA Jakarta - Utang luar negeri Indonesia naik tujuh persen secara tahunan menjadi 372,9 miliar dolar AS per akhir…

PII Ingin Berikan Kenyamanan Berinvestasi - Indonesia PPP Day 2019

  NERACA Singapura - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyelenggarakan Indonesia Public Private Partnership (PPP) Day 2019 di Singapura pada Selasa, (15/01)…