Kepemilikan Asing atas SBN Rupiah Capai Rp267,25 T - Menarik Investor

NERACA

Jakarta - Kepemilikan asing atas Surat Berharga Negara (SBN) Rupiah mencapai total Rp267,25 triliun. Demikian dikatakan Sekretaris Jenderal Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Bimantara Widyajala pada acara Investor Gathering di gedung Djuanda I Kementerian Keuangan, Kamis (29/11).

Pemerintah menyadari bahwa membaiknya fundamental perekonomian Indonesia telah banyak menarik minat dana investor asing masuk ke Indonesia, terlihat dari arus modal asing yang masuk dalam investasi SBN hingga 26 November 2012 yang mencapai Rp44,81 triliun.

“Total, kepemilikan asing atas SBN Rupiah yang diperdagangkan telah mencapai Rp267,25 triliun atau sebesar 32%,” kata dia.

Namun, tambahnya, pihaknya tetap waspada terhadap risiko pembalikan arus modal asing dan terus berupaya agar dana asing tersebut dapat berada di Indonesia.

Dalam kaitan tersebut, pemerintah telah menerapkan protokol manajemen krisis dan kerangka stabilitas pasar SBN. “Saat ini, pemerintah telah berkoordinasi dengan OJK, LPS dan BI dalam implementasi protokol manajemen krisis nasional,” lanjut Bima.

Sejalan dengan itu, pengembangan pasar SBN domestik tetap menjadi program prioritas pemerintah melalui upaya pengembangan instrumen SBN, penyempurnaan infrastruktur pendukung kegiatan perdagangan SBN, penyempurnaan mekanisme lelang SBN dan komunikasi dua arah yang intensif.

“Kami juga berharap agar para investor domestik seperti perusahaan asuransi, dana pensiun, reksadana, bank, perusahaan sekuritas, investor individu atau ritel mampu berperan lebih besar untuk menjadi penyeimbang deras arus dana asing yang masuk ke Indonesia,” ujarnya.

Sebelumnya, ekonom Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih menilai, pasar di Indonesia memang sangat menarik untuk pasar obligasi rupiah dengan melihat perkembangan perekonomian Indonesia yang pesat. Namun terdapat beberapa risiko pasar obligasi yang harus dihadapi oleh Indonesia.

”Obligasi rupiah mempunyai nilai risiko dengan fluktuasi nilai tukar rupiah,” katanya. Menurut dia, kepemilikan asing yang hampir 30% memperlihatkan kondisi pasar obligasi Indonesia cukup menarik bagi investor asing. Kepemilikan ini perlu diwaspadai juga apabila investor asing ini keluar atau menarik dananya dari obligasi rupiah ini.

”Oleh karena itu, pemerintah Indonesia harus memproteksi apabila hal itu terjadi,” tambahnya. Lana menjelaskan untuk memberikan perlindungan terhadap kepemilikan obligasi kemudian sebagai antisipasi arus modal yang bergejolak maka pemerintah menyiapkan kebijakan untuk melakukan proteksi. Pemerintah juga harus mengelola utang secara baik dan bertanggung jawab sehingga tidak merugikan Indonesia.

”Untuk itu, pemerintah harus menyiapkan suatu alternatif untuk antisipasi terhadap krisis global sehingga kejadian pada tahun 1998 tidak terulang kembali,” ungkapnya.

BERITA TERKAIT

Intervensi Pemerintah atas Harga CPO via Implementasi B20

Oleh: Piten J Sitorus, Mahasiswa D3 Alih Program PKN STAN Pada tahun 2017 Indonesia memproduksi sebesar 38,17 juta ton Crude Palm…

Jaga Fluktuasi Kurs Rupiah

Meski posisi nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS belakangan ini mengalami sedikit penguatan, namun ancaman kemungkinan kurs rupiah melemah…

Didominasi Warga DKI Jakarta - Penawaran Sukuk ST-002 Capai Rp 4,9 Triliun

NERACA Jakarta - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan menyambut gembira keberhasilan Sukuk Negara Tabungan 002 atau…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Bappenas Dorong Pembangunan Papua Berbasis Pendekatan Adat

    NERACA   Jakarta - Pendekatan sosiologi-antropologi menjadi faktor penting dalam proses perencanaan pembangunan nasional untuk Tanah Papua. Pendekatan…

Devisa Sektor Pariwisata Selalu Meningkat

    NERACA   Jakarta - Devisa dari sektor pariwisata selama empat tahun Pemerintahan Presiden Joko Widodo meningkat 202 miliar…

2019, Belanja Pemerintah Pusat Rp1.634 Triliun

    NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan belanja pemerintah pusat pada tahun 2019 akan mencapai…