ASEAN Harmonisasikan Statistik dan Pemantauan Kemajuan MDGs

NERACA

Jakarta – Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) berhasil mengharmonisaikan statistik dan pemantauan kemajuan Milllennium development Goals (MDGs) yang dibuat oleh Komite Sistem Statistik Komunitas ASEAN (ASEAN Community Statistical System Committee ) dan ASEANstats – divisi di Sekretariat ASEAN yang bertanggungjawab untuk pengumpulan, produksi dan penyebaran statistik di kawasan ASEAN – selama empat tahun terakhir, bekerjasama dengan Uni Eropa (UE).

Komunitas ASEAN membutuhkan data yang dapat diandalkan, tepat waktu, serta dapat dibandingkan dengan data dari kesepuluh negara anggota ASEAN, demi memformulasikan kebijakan regional dan memonitor proses integrasi baik di kawasan ini maupun di seluruh dunia. Hal ini juga sangat penting bagi pemerintahan, para pelaku bisnis, akademisi, dan kelompok masyarakat sipil untuk meningkatkan kualitas proses pengambilan keputusan.

Program EU-ASEAN Statistical Capacity Building (EASCAB) telah mendukung ASEANstats dan kantor-kantor statistik dari sepuluh negara anggota ASEAN untuk menghasilkan data statistik yang dapat dipercaya dan dapat dibandingkan satu sama lain melalui upaya-upaya untuk menyelaraskan statistik dalam perdagangan barang, jasa, investasi asing langsung dan sektor-sektor kunci dalam pembangunan, termasuk penerbitan publikasi regional pertama tentang kemajuan upaya pencapaian (MDGs) oleh ASEAN.

Program EASCAB juga meluncurkan Buku Tahunan Statistik Perdagangan Internasional 2012 (The 2012 ASEAN International Merchandise Trade Statistical Yearbook) yang merupakan kumpulan yang komprehensif dari statistik perdagangan yang diselaraskan untuk periode 2010-2011.

“ASEAN harus memantau perkembangan untuk memastikan bahwa ASEAN harus tetap berada di jalur menuju komunitas ekonomi ASEAN tahun 2015. Untuk itu kita membutuhkan data statistik yang bisa dipercaya, tepat waktu dan dapat dibandingkan secara regional. Program EASCAB, bekerjasama dengan ASEANstats telah bekerja dengan efektif untuk menyelaraskan pengumpulan data dan pengolahaannya di seluruh negara anggota di bidang statistik ini," kata Sekretaris Jenderal ASEAN Dr Surin Pitsuwan.

Wakil Kepala Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Brunei Darussalam dan ASEAN Colin Crooks mengatakan, data-data yang sekarang dimiliki lebih tertata dibandingkan dengan sebelumnya, bisa diolah dengan cepat dan menghasilkan data dengan kualitas yang jauh lebih baik. Namun kami menyadari banyak hal yang masih harus dikerjakan bersama dengan ASEAN. “Dan untuk alasan itu, Uni Eropa telah menyetujui pendanaan untuk program 4 tahun kedua dalam rangka memperkuat integrasi ASEAN, pemantauan dan statistik – dengan anggaran sebesar 7.5 juta euro. Program baru diharapkan akan dimulai pada 2013.” (iqbal)

BERITA TERKAIT

Korupsi dan Transaksi Bursa

  Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, MSi., Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Solo Perdagangan bursa di awal tahun 2019 mencetak IHSG…

Polemik Harga Tiket, Dugaan Kartel dan Penyelamatan Maskapai

Oleh: Royke Sinaga Pesawat terbang sebagai moda transportasi harus diakui tetap menjadi favorit bagi masyarakat. Selain dapat menjelajah jarak ribuan…

BEI Suspensi Saham BDMN dan BBNP

PT  Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara waktu perdagangan dua saham perbankan yang direncanakan akan melakukan merger usaha pada perdagangan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Produksi Migas Pertamina EP Lampaui Target

    NERACA   Jakarta - PT Pertamina EP, sebagai anak perusahaan PT Pertamina (Persero) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama…

Menkeu : Tekanan Global 2019 Tak Seberat 2018

      NERACA   Jakarta - Kebijakan Dana Moneter Internasional yang menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada tahun ini…

BMKG – BPPT Kembangkan Sistem Deteksi Dini Tsuname Bawah Laut

    NERACA   Jakarta - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan BMKG bersama Badan Pengkajian…