Memilih Program Asuransi yang Aman dan Halal

Sampai sekarang masih muncul pro dan kontra akan kehalalan mengikuti program asuransi. Sebagian kalangan mengharamkan asuransi, antara lain karena dinilai mengandung unsur judi, riba, pemerasan, dan mendahului takdir. Riba, karena keuntungan atau pembagian hasil investasi dari bunga deposito yang hukumnya haram.

NERACA

Kehidupan di kota besar seperti Jakarta maupun di tempat kerja, tiap hari kian berisiko. Risiko kerja, risiko kecelakaan, hingga risiko pola makan yang tak sehat. Kesemuanya berujung harus dirawat di rumah sakit, hingga berakhir pada kematian. Sementara itu, keluarganya masih membutuhkan santunan nafkah.

Sejumlah perusahaan asuransi yang bekerja sama dengan perbankan banyak menawari kita berbagai program asuransi: asuransi jiwa, asuransi kecelakaan, asurani pendidikan, asuransi kesehatan, dan asuransi multiguna: jaminan hidup dan investasi.

Sampai sekarang masih muncul pro dan kontra tentang kehalalan mengikuti program asuransi. Yang mengharamkan asuransi, antara lain karena dinilai mengandung unsur judi, riba, pemerasan, dan mendului takdir. Riba, karena keuntungan atau pembagian hasil investasi dari bunga deposito yang hukumnya haram. Pemerasan, misalnya, karena jika tak ada klaim, uang premi yang telah dibayarkan nasabahnya secara periodik akan hangus, hilang begitu saja.

Sedangkan yang menghalalkan, memakai dasar bahwa dalam kitab suci umat Islam tidak menyebut hukum asuransi hingga bisa diharamkan. Dalam kitab suci itu, semua masalah muamalat, atau kemasyarakatan, mempunyai dasar hukum yang membolehkan, kecuali memang jelas bertentangan.

Yang membolehkan, karena asuransi mengandung unsur menanggulangi kepentingan umum. Melalui premi yang dibayarkan secara periodik, dapat disisihkan untuk mengongkosi risiko yang bakal terjadi. Asuransi akan memberikan santunan kepada korban kecelakaan yang menyebabkan dia harus dirawat di rumah sakit hinggal ajal menjemput. Asuransi juga akan mengganti kerugian atau kehilangan harta benda. Penyisihan sebagian premi dapat diinvestasikan untuk kegiatan produktif. Itu sebabnya, untuk menghindari keragu-raguan, perusahaan asuransi pun mencetak dua macam produk, yaitu asuransi konvensional dan asuransi syariah.

Prinsip Dasar

Ada sejumlah unsur yang ada dalam praktik perasuransian. Yaitu, ada subyek (penanggung dan tertanggung), ada perjanjian antara penanggung dan tertanggung, ada tujuan, risiko dan premi, produk asuransi dan kepentingan tertanggung, evenemen (peristiwa yang tak pasti) dan ganti rugi, serta polis. Yang lebih prinsip lagi, asuransi harus dilindungi undnag-undang sebagai usaha yang legal, mengedepankan kejujuran kedua belah pihak, kewajiban membayar premi, kontribusi nasabah untuk secara bersama-sama menanggung risiko nasabah lain, ada kewajiban klaim.

Kriteria sistem asuransi yang halal, antara lain mengandung prinsip, pertama, tolong-menolong (takafuli) antarnasabah yang mengalami kesulitan atau musibah. Sebaliknya, asuransi konvensional bersifat jual beli (tadabuli) antara nasabah dan perusahaan. Dana yang terkumpul diinvestasikan berdasarkan prinsip syariah, yaitu bagi hasil (mudharabah).

Premi yang dikumpulkan, sesungguhnya milik nasabah yang diamanatkan kepada perusahaan untuk dikelola. Sedangkan pola konvensional, premi menjadi milik perusahaan, sehingga bisa semaunya mengelola dana tersebut.

No.

Syariah

Konvensional

1.

Tolong-menolong (takafuli)

Jual beli (tadabuli)

2.

Bagi hasil (mudharabah)

Pembagian bunga (riba)

3.

Premi milik nasabah

Premi milik perusahaan

4.

Tak ada klaim, premi kembali

Tak ada klaim, premi hangus

Pembayaran klaim bagi nasabah yang terkena musibah diambilkan premi yang disisihkan untuk dana sosial (tabbaru). Klaim asuransi konvensional diambil dai rekening perusahaan. Ketika tak ada klaim hingga jatuh tempo, premi dikembalikan kepada nasabah. Berbeda dengan pola konvensional, premi hangus ngus. Untuk menjaga agar pengelola tak menyelewengkan amanatnya, dibentuklah Dewan Pengawas Syariah.(bani saksono)

BERITA TERKAIT

Akademisi Lokal Juga Memiliki Kompetensi yang Baik - Polemik Saksi Ahli WN Asing

Akademisi Lokal Juga Memiliki Kompetensi yang Baik Polemik Saksi Ahli WN Asing NERACA Medan – Penunjukan saksi ahli dari kalangan…

Bupati Serang Minta Program OPD Tepat Sasaran

Bupati Serang Minta Program OPD Tepat Sasaran NERACA Serang - Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah meminta kepada seluruh Kepala Organisasi…

Kembangkan Inftastruktur dan SDM - Rifan Financindo Bidik Transaksi 1,5 Juta Lot

NERACA Jakarta – Sukses mencatatkan performance kinerja yang positif di tahun 2018 kemarin, menjadi alasan bagi PT Rifan Financindo Berjangka…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…