BUMN dan Swasta Saling Salip - Bina Anak Jalanan

BUMN mengusung Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) dalam menyalurkan program CSR-nya, sementara perusahaan swasta lebih kreatif dalam mengkomunikasikan program CSR dalam format citra perusahaan atau lembaga (corporate image).

NERACA

Saat ini dan tahun-tahun mendatang diperkirakan anak jalanan masih menjadi fenomena sosial yang dari hari kehari jumlahnya kian bertambah. Berdasarkanpenelitian Kementerian Sosial terdapat sekitar 4,5 juta anak terlantar (seperti anak jalanan, kurang nutrisi, dan anak berkebutuhan khusus) yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.

Pemenuhan kebutuhan ekonomi, seringkali dijadikan alasan utama dari keberadaan anak di jalanan. Selain karena faktor kemiskinan, anak jalanan yang jumlahnya keseluruhan mencapai 232.000 anak, sebanyak 80% diantaranya karena disuruh orang tua bekerja di jalanan.

Mereka bekerja sebagai pengelap kaca mobil, pedagang asongan, joki 3 in 1, parkir liar, penyemir sepatu, pencuci kendaraan, menjadi pemulung barang-barang bekas. Sebagian lagi pengemis, pengamen, dan bahkan ada yang menjadi pencuri, pencopet atau bahkan terlibat perdagangan sex.

Padahal, pembinaan bagi anak jalanan merupakan suatu bentuk wujud perhatian Pemerintah dalam memujudkan dan merealisasikan pelayanan terhadap anak jalanan, sebagaimana tertuang dalam UUD Dasar tahun 1945 menyatakan bahwa, anak jalanan dipelihara oleh negara.

Untuk itu, kemandirian serta potensi anak-anak jalanan menjadi perhatian program CSR PT Jasa Marga (Persero) Tbk. BUMN ini bekerjasama dengan Universitas Esa Unggul Jakarta melakukan pelatihan kepada anak jalanan dan joki 3 in 1 agar mereka mampu mengembangkan potensi diri.

Pembinaan bagi pemuda jalanan dan putus sekolah di Wilayah DKI Jakarta dari PT Jasa Marga (Persero) Cabang Cawang-Tomang-Cengkareng (CTC) ini, merupakan bagian dari kegiatan pelatihan yang masuk dalam Program Bina Lingkungan perusahaan. Tujuannya untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan melalui pendidikan dan pelatihan, pembinaan mental dan pembekalan keterampilan dalam berwirausaha melalui teori dan praktek yang dikemas secara praktis.

Dalam kegiatan itu, sebanyak 30 anak jalanan dan putus sekolah terseleksi untuk mengikuti pelatihan dan bimbingan mental. Diharapkan, nantinya para anak jalanan itu mampu mencari nafkah di jalanan dengan metode yang berbeda, yang tidak menggangu kepentingan umum dan keselamatan dirinya maupun pengguna jalan.

Private Sector

Seiring dengan program dan agenda pemerintah, perusahaan swasta pun turut berpartisipasi memberikan perhatiannya terhadap permasalahan anak tersebut melalui programCorporate Social Responsibility(CSR). Jika perwujudan CSR yang dilakukan BUMN dapat diindentifikasi dalam bentuk PKBL, sektor swasta tampak lebih kreatif dalam mengkomunikasikan program CSR dalam format citra perusahaan atau lembaga (corporate image). Sejumlah yayasan pun dibentuk untuk mewadahi aktivitas CSR mereka.

Bagi sejumlah perusahaan, paradigma tanggung jawab perusahaan ini didasari pada kesadaran arti ekosistem bagi mereka. Mantra pelaku bisnis juga telah berubah dari hanya satu tujuan"profit" ke tujuan lain yakni "profit, people and planet". Konsep inilah yang menjadi dasar kepedulian perusahaan terhadap tiga isu utama CSR saat ini, people issues, social issues dan enivironmental issues. Dari dasar prinsip inilah maka ketiga faktor tersebut kini dinilai sebagai isu-isu sangat penting bagi perusahaan dalam menjalankan progam SCR mereka. Oleh karenanya, kini CSR telah berubah menjadi sebuah core business issues di dalam sebuah perusahaan.

Seperti yang dilakukan Bank OCBC NISP misalnya. Dalam menjalankan misi sosial, perusahaanmanajemen investasiswastaterbesar di Asia Tenggara ini mengajarkan pada anak jalanan teknik berwirausaha melalui program CSR bertajuk "Cintai Lingkungan, Ciptakan Kemandirian". Kegiatan tersebut sekaligus sebagai salah satu program untuk mendukung penjualan ORI 009 yang bertema "Investasi Hijau Bagi Negeri".

BERITA TERKAIT

Hoax Ancam Keutuhan Indonesia dan Keberlanjutan Pembangunan

   Oleh: Muhammad Satyan Azikar dan Erwin Sikumbang, Mahasiswa PTN Hoax merupakan komponen perusak demokrasi yang nyata dalam momentum  pesta…

Ekspor Rokok dan Cerutu Naik Hingga US$931,6 Juta

NERACA Jakarta – Industri Hasil Tembakau (IHT) merupakan salah satu sektor manufaktur yang mampu memberikan kontribusi besar terhadap penerimaan devisa,…

Rekrutmen Prajurit TNI AD dari Wilayah Perbatasan - Terluar dan Pedalaman Miliki Nilai Strategis

Rekrutmen Prajurit TNI AD dari Wilayah Perbatasan Terluar dan Pedalaman Miliki Nilai Strategis NERACA Jakarta – Rekrutmen atau penerimaan calon…

BERITA LAINNYA DI CSR

Masuki Usia Ke-10 SATU Indonesia - Eksistensi Astra Berbagi Inspirasi Positif Anak Muda

Konsistensi untuk berbagi dan memberikan manfaat kepada bagi masyarakat luas, masih dilakukan PT Astra Internasional Tbk sebagai bagian dari bentuk…

Akselerasi Ekonomi Digital - GOJEK Latih 150 UMKM binaan Muslimat NU

Guna mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Yogyakarta, GOJEK sebagai perusahaan penyedia layanan mobile on-demand dan pembayaran…

Lewat Program Kampung Bersahaja - Zurich Indonesia Cipatakan Masyarakat Tangguh

Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dalam pemberdayaan masyarakat, perusahaan asuransi Zurich Indonesia meluncurkan program “Kampung Zurich Bersahaja”, sebuah…