Manisnya Bisnis Klinik Kecantikan

Kalau saja memahami dan menerapkan kunci sukses dalam persaingan, pengelola bisnis kecantikan ini dapat menangguk untung yang tak sedikit.

NERACA

Hari demi hari, kebutuhan akan kecantikan bagi wanita Indonesia semakin tinggi. Apalagi di kota-kota besar seperti Jakarta misalnya, begitu banyak wanita yang sangat mengedepankan penampilan mereka agar mampu tampil beda dari wanita yang lain. Akibatnya, mereka semua berlomba untuk tampil berbeda dan prima.

Bahkan, kini bukan hanya wanitanya saja yang keranjingan melakukan perawatan tubuh di beberapa klinik kecantikan. Para pria pun seakan tak mau kalah untuk tampil segar dan rapih, atau dalam bahasa kerennya sering disebut pria metroseksual, setidaknya melakukan perawatan 2 kali dalam satu minggunya.

“Kalau di klinik kita tak hanya melayani wanita saja, para pria juga mulai banyak berdatangan, bahkan ada yang sampai 2 atau 3 kali dalam satu minggunya,” ujar Maureen pemiliki salah satu klinik kecantikan di bilangan Jakarta Utara.

Tak heran, jika kini klinik kecantikan menjadi lahan bisnis yang sangat diminati. Buktinya, hampir setiap bulan ada saja klinik kecantikan yang baru buka untuk melayani pecinta keindahan. Di jakarta saja, jumlahnya sudah sangat banyak.

Meski demikian, banyaknya klinik yang ada membuat kesempatan untuk membuka usaha sejenis akan pudar. Karena buktinya, setiap gerai klinik mempunyai penggemar yang berbeda-beda. Contohnya, klinik milik Maureen ini, mereka memiliki pasar dari kalangan menegah ke atas. Makanya, jangan heran kalau perawatan di kliniknya, Anda harus siap merogoh kocek lebih dalam lagi.

“Harga sesuai dengan kualitas yang kita berikan dong, di sini pelanggan bukan hanya sekedar melakukan perawatan saja, tetapi kita juga punya konsultan yang expert di bidangnya,” kata Maureen menjelaskan.

Inovasi dan Teknologi

Untuk itu, fasilitas pendukung yang dimiliki sebuah gerai kecantikan pun harus canggih serta mengikuti perkembangan zaman. Maklum saja, sebagai sebuah bisnis yang bergerak di bidang jasa, bisnis klinik kecantikan menuntut inovasi tiada henti dari sang empunya. Lengah sedikit, klinik kecantikan yang dimiliki bukan tidak mungkin akan ditinggal pelanggan.

Terlebih bagi masyarakat kelas menengah ke atas. Sekali mereka kecewa dengan layanan yang diberikan, maka dapat dipastikan kedepannya mereka tidak akan balik lagi ke klinik itu. Sementara soal harga bukanlah masalah, mungkin seperti ucapan Maureen tadi, “kualitas tak bisa membohongi harga”.

Karena itu, tidak mengherankan jika seseorang lebih memilih perawatan terbaik ketimbang yang murah tetapi perawatan yang diberikan hanya sekedarnya saja. Makanya, pergi keluar negeri untuk sekedar melakukan perawatan kecantikan bukan merupakan hal mahal mengingat hasilnya sesuai dengan harapan.

Pernyataan Maureen ini diamini oleh Yana, salah satu manager sebuah klinik kecantikan di Jakarta Selatan. Menurutnya, inovasi hingga evaluasi menyeluruh dan rutin merupakan kunci penting untuk memenangkan persaingan bisnis klinik kecantikan. Ini disebabkan kalangan konsumen yang disasar bisnis ini.

“Beberapa daerah memiliki karakter bersifat perfect, semua pasti ingin yang terbaik, dan punya daya beli yang. Muara inovasi dan evaluasi ini adalah pelayanan yang memuaskan bagi konsumen,” tegas Yana.

Pengertian inovasi dalam bisnis ini pun beragam jenisnya. Pertama, sebuah klinik kecantikan identik dengan penggunaan krim perawatan yang diracik sendiri, bukan krim yang diproduksi secara massal. Dengan sendirinya, dituntut sebuah inovasi dalam peracikan bahan baku dalam membuat krim perawatan kecantikan yang baru, bermanfaat lebih, dan pastinya tanpa efek samping.

Usai inovasi krim perawatan, diperlukan juga inovasi pelayanan. Lagi-lagi, informasi mengenai kecantikan dari luar negeri menjadi rujukan kaum hawa. Biasanya, trend perawatan yang sedang menjadi trend di luar negeri pasti dicari konsumen. Bahkan, tidak jarang mereka yang request kepada pengelola klinik kecantikan. Guna menyiasati tuntutan konsumen yang terus berputar maju, pengelola klinik kecantikan harus pandai mengimbanginya.

“Kita tidak mau ketinggalan dengan trend perawatan yang sedang berlangsung. Prinsipnya, wajib untuk mengikuti terus perkembangan yang ada. Bahkan, tidak jarang kami sampai mengikuti seminar dan pameran di luar negeri,” kata Yana menutup pembicaraan.

BERITA TERKAIT

Optimalkan Tiga Lini Bisnis Baru - Mitra Investindo Siapkan Capex US$ 3 Juta

NERACA Jakarta – Menjaga keberlangsungan usaha pasca bisnis utama terhenti pada akhir tahun lalu, PT Mitra Investindo Tbk (MITI) bakal…

Raup Dana IPO Rp 125 Miliar - Menteng Heritage Poles Kinerja Bisnis Perhotelan

NERACA Jakarta – Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Menteng Heritage Realty Tbk (HRME) dibuka melesat 69,5% menjadi…

Kejar Pertumbuhan Bisnis - Meta Epsi Kejar Proyek Logistik dan Energi

NERACA Jakarta – Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Meta Epsi Tbk (MTPS) langsung dibuka meroket 66,7% atau…

BERITA LAINNYA DI PELUANG USAHA

Tahun 2019, Pemerintah Targetkan 8 Juta UMKM Aplikasikan Tekhnologi

Pemanfaatan teknologi digital untuk bisnis, khususnya skala usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), sudah menjadi sebuah keharusan. Sebab itu, upaya…

Pesatnya Perkembangan Pasar Modern dan Digitalisasi, Sarinah Tetap Bina UMKM

BUMN ritel PT Sarinah (Persero) menyatakan yakin bisa tetap eksis di tengah pesatnya perkembangan dunia digital. Untuk itu, Sarinah tetap…

Pertemuan IMF –WB Momentun Perkenalkan Produk UMKM Nasional Dikancah International

Pertemuan tahunan IMF – World Bank (WB)  yang berlangsung di Nusa Bali harus bisa menjadi momentum memperkenalkan produk  usaha mikro,…