Pentingnya Sosok Motivator dalam Mengembangkan Talenta

Apakah Anda mengenal Starbucks, Apple Computer, BCA, dan Bank Mandiri? Itulah pertanyaan yang dilontarkan Tung Desem Waringin atau akrab disingkat TDW kepada anggota tdwclub via email. TDW melanjutkan pertanyaannya, apa yang menjadi kesamaan dari keempat brand tersebut? Sang motivator itu pun memberikan bocoran jawabannya. Keempat perusahaan itu telah menggunakan service excellence-nya dan melayani setiap konsumennya dengan hati dan wajah tersenyum.

Hanya dengan service (pelayanan) yang prima atau excellence-lah yang akan membuat pelanggan akan kembali, bahkan berubah menjadi marketing, karena akan memberi rekomendasi kepada keluarganya, kawannya, teman sejawat, dan tetangga, untuk mencoba mencicipi layanan yang diberikan Mandiri, BCA, Apple Computer, atau Starbucks. Tentu perusahaan besar yang bisa dijadikan contoh sukses tidak hanya keempat itu.

TDW pun mengajak kita belajar bagaimana membuat pelayanan yang excellence di perusahaan dan bisnis kita. Yaitu belajar bagaimana mengerti pentingnya service, selain produktivitas dan delivery system. Mengapa kita harus mampu menangani setiap komplain dari customer dengan efektif.

Yang butuh belajar service of excellence tidak hanya para komisaris, direksi, maupun jajaran level manajer, tapi juga semua kalangan yang sedang dan akan berhubungan dengan pelanggan atau nasabah. Sebetulnya masing-masing individu memiliki talenta atau bakat atau potensi di dalam diri. Misalnya bakat untuk menjual, atau berdagang. Namun belum bangkit, muncul, bertindak, dan berhasil. Butuh dorongan dari luar agar bakat itu keluar dan berkembang.

Itu sebabnya saat ini muncul banyak motivator yang siap membimbing kita. Selain TDW dengan konsep Financial Revolution-nya, ada lagi Hermawan Kartajaya, Ary Ginanjar Agustian dengan ESQ Way 165, Gede Prama, James Gwee, Bong Candra, Andre Wongso yang menawarkan Wisdom & Success, Mario Teguh dengan Golden Ways-nya. Lainnya, Purdi E Chandra, perintis Bimbingan Belajar Primagama, mengusung ‘Cara Gila Menjadi Pengusaha’ melalui Entrepreneur University ( EU). Satu lagi, Haryo Ardito dengan bukunya ‘Diehard Motivations’. Masing-masing motivator mempunyai cara dan gaya sendiri-sendiri. Haryo Ardito, misalnya, dalam bukunya lebih banyak bercerita tentang bagaimana membangkitkan ‘greget’ pada diri seseorang.

Bahkan, sang motivator ada yang memberikan garansi, sekolah motivasinya tak akan mengeluarkan sertifikat apalagi ijazah, sampai yang bersangkutan ‘mentas’ menjadi seorang pengusaha. Sekolah motivasi bukan sembarang sekolah. Lembaga pendidikan ini bersifat non-formal. Tidak menciptakan calon pencari kerja, tapi menciptakan pengusaha baru. Karena non-formal, bersekolah di EU tak memperoleh nilai belajar, tanpa ujian, tanpa akreditasi, tanpa status, juga tanpa sertifikat atau ijazah. Pelantikan para wisudawan-wisudawati setelah mereka berhasil menjadi pengusaha.

Para siswanya sangat beragam. Mahasiswa, pensiunan, wanita karier, selebritas, public figure, PNS, karyawan swasta, juga mereka yang tengah menjadi pengangguran. Semua berkumpul menjadi satu dengan cita-cita sama, menjadi pengusaha sukses. Tentu dengan jalannya masing-masing.

Yang dipelajari dari para motivator sangat kongkret, antara lain bagaimana membuat proposal dan rencana anggaran belanja (RAB) jika ingin memulai bisnis, hingga jalan bagaimana memperoleh modal usaha. Kalau begitu, kapan lagi kalau bukan sekarang kita mulai merancang menjadi pengusaha. (saksono)

BERITA TERKAIT

DHE Wajib Simpan di Dalam Negeri, Investor Lari?

Oleh: Pril Huseno Dalam waktu dekat pemerintah akan mengeluarkan beleid Peraturan Pemerintah (PP) tentang kewajiban bagi para pengusaha (atau eksportir)…

Penghapusan Sanksi Penyalahgunaan Koperasi Dalam RUU Perkoperasian Dipertanyakan

Penghapusan Sanksi Penyalahgunaan Koperasi Dalam RUU Perkoperasian Dipertanyakan NERACA Jakarta - Penghapusan pasal yang terkait pengenaan sanksi berat bagi pelaku…

ICW: Kekuasaan Yudikatif Dalam Darurat Korupsi

ICW: Kekuasaan Yudikatif Dalam Darurat Korupsi NERACA Jakarta - Banyaknya hakim dan pegawai pengadilan yang ditangkap KPK dinilai peneliti korupsi…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…